Harga Emas Mengamuk 4% dalam 24 Jam, ke Level Tertinggi 50 Hari!

11 hours ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
emas_169

Emas dan Perak Melesat ke Puncak 50 Hari Pasca Pelemahan Dolar AS

Dailynesia.com – Jakarta — Pasar logam mulia kembali menunjukkan sentimen bullish yang kuat setelah harga emas mengamuk 4 dalam 24 jam terakhir. Pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat menjadi katalis utama yang mendorong lonjakan harga emas dan perak ke level tertinggi dalam 50 hari terakhir. Selain faktor makroekonomi, investor global juga terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah sebagai indikator penting untuk inflasi dan kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan.

Berdasarkan data Refinitiv, emas pada perdagangan Rabu (5/8/2026) mencatatkan penutupan di level US$ 4.245,39 per troy ons. Lonjakan ini mencapai 4,16% dalam satu hari perdagangan, menandai level tertinggi yang dicapai sejak 16 Juni 2026 atau setara dengan 50 hari terakhir. Tren bullish pun berlanjut dengan penguatan 5,06% selama tiga hari berturut-turut. Momentum positif ini masih berlanjut hingga Kamis (6/8/2026) pukul 06.36 WIB, ketika emas menguat 0,38% menjadi US$ 4.260,59 per troy ons.

Faktor Pendorong Utama Kenaikan

Dua variabel kunci menjadi katalisator penguatan emas, yaitu pelemahan nilai tukar dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Indeks dolar Amerika Serikat ditutup di angka 99,67, level terendah sejak pertengahan Juni 2026. Kondisi ini membuat emas lebih terjangkau bagi para pembeli internasional. Sementara itu, imbal hasil US Treasury anjlok ke 4,617%, terendah dalam seminggu. Karena emas tidak memberikan yield, penurunan suku bunga obligasi menjadikan logam mulia ini semakin menarik bagi investor institusional maupun ritel.

“Dua hari penurunan imbal hasil obligasi dan sepekan pelemahan dolar AS tampaknya telah menyingkirkan berbagai hambatan yang menghadang laju emas dan perak,” ujar Tai Wong, trader logam independen, dalam pernyataannya kepada Reuters.

Data Ketenagakerjaan dan Ekspektasi The Fed

Sentimen positif juga diperkuat oleh laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan. Pertumbuhan payroll sektor swasta pada Juli hanya mencapai 44.000, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 70.000. Di sisi lain, pejabat The Fed masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September berada di kisaran 57%. Meskipun prospek suku bunga lebih tinggi umumnya memberikan tekanan pada emas, logam mulia tetap mendapat dukungan kuat dari melemahnya dolar dan turunnya yield obligasi.

Perak Mengikuti Jejak Emas

Perak juga mencatatkan kinerja gemilang. Merujuk Refinitiv, harga perak pada Rabu (5/8/2026) ditutup di US$ 62,08 per troy ons, melonjak 4,31%. Level ini merupakan yang tertinggi sejak 3 Juli 2026. Kenaikan ini juga memperpanjang tren positif dengan melonjak 7,7% dalam tiga hari terakhir. Pada Kamis (6/8/2026) pukul 06.39 WIB, harga perak menguat tipis 0,04% menjadi US$ 62,11 per troy ons. Pergerakan paralel ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap sektor logam mulia secara keseluruhan.

Peran Timur Tengah dalam Dinamika Harga

Kabar baik dari Timur Tengah turut mendukung sentimen pasar. Kesepakatan damai semakin dekat, meski perang yang berkelanjutan berpotensi memicu inflasi dan mendorong kenaikan suku bunga. Secara historis, konflik dapat menjadi keuntungan bagi emas, namun eskalasi yang berkepanjangan dapat mengubah dinamika tersebut melalui mekanisme suku bunga. Investor perlu tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi volatilitas harga emas dan perak dalam jangka pendek.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pergerakan Emas

Apa yang menyebabkan harga emas mengamuk 4 dalam 24 jam? Kenaikan tajam ini didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan yield obligasi 10 tahun AS, ditambah laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan.

Berapa level tertinggi emas dalam 50 hari terakhir? Emas mencapai level tertinggi 50 hari di US$ 4.245,39 per troy ons pada perdagangan Rabu (5/8/2026).

Apakah kenaikan emas ini berkelanjutan? Momentum positif masih berlanjut dengan penguatan 5,06% selama tiga hari berturut-turut, didukung oleh faktor makroekonomi yang menguntungkan.

Bagaimana posisi perak dibandingkan emas? Perak juga mencatatkan kenaikan 4,31% ke level tertinggi sejak 3 Juli 2026, menunjukkan tren positif yang paralel dengan emas.

MORE FROM THIS CATEGORY