Industri Susu Jadi Bintang Baru Ekonomi RI

5 hours ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
ilustrasi-susu_169

Industri Susu Jadi Bintang Baru Ekonomi RI: Pertumbuhan Signifikan di 2026

Dailynesia.com – Sektor peternakan dan pengolahan susu kini menunjukkan kinerja yang semakin mengesankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa industri pengolahan susu segar mengalami lonjakan produksi sebesar 17,3% pada kuartal kedua tahun 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tahunan (Year on Year) bahkan mencapai angka yang lebih tinggi, yakni 29,89%, menandakan adanya percepatan yang signifikan dalam sektor ini.

M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, dalam paparannya menjelaskan bahwa sektor makanan dan minuman secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,51% secara tahunan. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah peningkatan permintaan dari pasar domestik maupun pasar ekspor. Dalam laporan tersebut, beberapa komoditas yang disebutkan secara eksplisit antara lain ikan olahan, daging ayam, susu, serta berbagai produk turunannya yang berkontribusi terhadap total pertumbuhan industri.

“Industri makanan dan minuman tumbuh 6,51% ditopang oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri seperti ikan olahan, daging ayam, susu, dan produk dari susu,” ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

Perhatian terhadap komoditas susu ini menarik karena selama ini sorotan utama dalam paparan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih banyak tertuju pada sektor mineral, sawit, batu bara, serta manufaktur berbasis logam. Kehadiran susu dalam daftar industri yang mendapat perhatian langsung dari BPS menandakan adanya pergeseran fokus yang positif dalam struktur ekonomi Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian dan peternakan mulai mendapat tempat yang lebih strategis dalam peta ekonomi nasional.

Tren Produksi dan Dampak Program Makan Bergizi Gratis

Data BPS juga mengungkap bahwa volume produksi susu dari perusahaan sapi perah terus mengalami perbaikan yang konsisten. Pada tahun 2025, volume produksi mencapai 169,2 juta liter, naik dari angka 163,1 juta liter di tahun 2024. Nilai produksi pun ikut meningkat dari Rp1,33 triliun menjadi Rp1,41 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan membaiknya permintaan di industri makanan dan minuman, yang menunjukkan adanya sinergi positif antara produksi hulu dan hilir.

Selain faktor pasar, pemerintah juga terus memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Program ini membutuhkan pasokan protein hewani dan produk olahan susu dalam jumlah yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak sekolah. Meskipun BPS belum memberikan rincian kontribusi spesifik susu terhadap total pertumbuhan industri makanan dan minuman, penyebutan komoditas ini dalam paparan resmi PDB memberikan sinyal bahwa skala industrinya mulai lebih besar dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Bagi para pelaku industri susu, momentum ini membuka peluang peningkatan investasi di sektor peternakan sapi perah, pengolahan, hingga rantai pasok bahan baku. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya nutrisi, sektor ini diproyeksikan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Industri Susu

Beberapa faktor lain yang mendukung pertumbuhan industri susu antara lain peningkatan daya beli masyarakat, diversifikasi produk olahan susu, serta modernisasi teknologi peternakan. Inovasi dalam proses pengolahan memungkinkan produsen untuk menciptakan berbagai varian produk yang lebih menarik bagi konsumen. Selain itu, pengembangan infrastruktur peternakan di berbagai daerah juga membantu meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga terus memberikan dukungan berupa bantuan bibit sapi, pakan ternak, dan fasilitas peternakan modern. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternak dan memastikan ketersediaan susu segar yang stabil sepanjang tahun. Dengan demikian, industri susu tidak hanya menjadi bintang baru ekonomi RI, tetapi juga berpotensi menjadi sektor yang berkelanjutan dan inklusif.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Industri Susu

Berapa persen pertumbuhan industri susu pada kuartal kedua 2026? Industri pengolahan susu segar mencatatkan lonjakan sebesar 17,3% pada kuartal kedua tahun 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Apa saja komoditas yang mendorong pertumbuhan sektor makanan dan minuman? Komoditas utama yang disebutkan dalam laporan BPS antara lain ikan olahan, daging ayam, susu, dan produk turunannya.

Berapa volume produksi susu pada tahun 2025? Volume produksi susu dari perusahaan sapi perah mencapai 169,2 juta liter pada tahun 2025.

Bagaimana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mempengaruhi industri susu? Program MBG membutuhkan pasokan protein hewani dan produk olahan susu dalam jumlah yang lebih besar, sehingga meningkatkan permintaan terhadap produk susu.

CNBC Indonesia Research

MORE FROM THIS CATEGORY