Selera Anak Muda Berubah, Ganja Kini Lebih Menarik dari Alkohol

3 months ago  ·  2 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
ilustrasi-gen-z-2_169

Special Plan: Perubahan Selera Anak Muda, Ganja Lebih Menarik dari Alkohol

Dailynesia.com – Jakarta, Perubahan gaya hidup generasi muda Amerika Serikat (AS) terus berlangsung, dengan tren penggunaan ganja semakin menguatkan dominasi dibandingkan alkohol. Laporan Visual Capitalist yang menggabungkan data dari jurnal Addiction menunjukkan bahwa konsumsi ganja harian di kalangan usia 19-30 tahun melonjak dari 3,3% pada 1988 menjadi 11,2% di 2021-2022, meski sedikit menurun pada 2023-2024. Sebaliknya, angka penggunaan alkohol harian turun drastis dari 6,6% di 1988 menjadi 3,1% di 2024, mengisyaratkan pergeseran nilai dan preferensi.

Faktor yang Mendorong Perubahan Selera

Kebiasaan masyarakat AS terhadap ganja semakin berkembang karena faktor sosial, budaya, dan kebijakan. Legalisasi ganja di sejumlah negara bagian seperti Colorado dan California sejak 2014 telah mempercepat adopsinya sebagai bahan yang lebih mudah diakses. Selain itu, kebijakan kesehatan yang memperkenalkan ganja sebagai alternatif pengobatan untuk kecemasan atau nyeri, juga membantu mengubah persepsi generasi muda.

Studi dari Carnegie Mellon University menunjukkan bahwa hampir 40% pengguna ganja saat ini mengonsumsinya secara rutin, termasuk setiap hari. Hal ini menunjukkan bahwa ganja kini tidak hanya dianggap sebagai bahan rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Sementara itu, alkohol tetap populer, tetapi peran ganja dalam Special Plan terus memperkuat.

Mengutip UC San Diego Today, generasi muda AS kini lebih menyukai ganja karena dianggap sebagai bahan yang lebih fleksibel dan menyenangkan. Perubahan ini mencerminkan evolusi nilai kebebasan dan eksplorasi diri di kalangan remaja.

Risiko dan Manfaat Ganja

Dalam Special Plan, perbandingan risiko ganja dan alkohol menjadi topik yang mendapat perhatian. Meskipun ganja tetap memiliki dampak kognitif dan potensi ketergantungan, penelitian menunjukkan bahwa risiko overdosis dan kecelakaan jantung akibat ganja lebih rendah dibandingkan alkohol. Hal ini memperkuat pandangan bahwa ganja bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk kebutuhan sehari-hari.

Perubahan selera ini juga memengaruhi pola hidup generasi muda. Dalam Special Plan, data menunjukkan bahwa pengguna ganja cenderung lebih teratur, sementara konsumsi alkohol sering dipakai untuk momen tertentu. Penggunaan ganja kini terintegrasi ke dalam rutinitas, baik dalam lingkungan kerja maupun pertemuan sosial, dengan penurunan signifikan dibandingkan masa lalu.

Special Plan memperlihatkan bahwa budaya konsumsi ganja telah berkembang pesat. Di kalangan usia 19-30 tahun, ganja tidak hanya menjadi bahan penghilang rasa sakit, tetapi juga alat untuk mengelola stres dan meningkatkan kreativitas. Perbedaan ini menimbulkan diskusi tentang peran ganja dalam pola hidup modern, dengan risiko kesehatan yang tetap menjadi fokus studi.

MORE FROM THIS CATEGORY