Oleh-Oleh Jogja Financial Festival 2026: Ilmu Perbankan & Tabungan

2 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
direktur-utama-pt-bank-rakyat-indonesia-persero-tbk-hery-gunardi-saat-menyampaikan-pemaparan-dalam-jogja-financial-festival-20-1779511721673_169

Meeting Results: Transformasi Perbankan dan Literasi Keuangan di Jogja Financial Festival 2026

Dailynesia.com – Dari Jogja Financial Festival 2026 menggarisbawahi peran penting perbankan dalam membangun kesadaran keuangan masyarakat. Acara yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Sabtu (23/5/2026) menunjukkan respons yang sangat positif dari peserta, terutama terkait penyampaian materi tentang literasi keuangan dan penerapan teknologi dalam sektor perbankan. Diskusi menyajikan berbagai wawasan tentang model perbankan modern, yang menuntut adaptasi dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Hasil pertemuan ini juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan akses ke tabungan dan layanan keuangan inklusif.

Tema Utama dan Hasil Diskusi Kunci

Dalam Business Talk “The Bankers” yang menjadi bagian dari festival tersebut, para peserta memperoleh penjelasan mendalam tentang cara perbankan beradaptasi dengan era digital. Berbagai kegiatan seperti pembukaan rekening tabungan, pengajuan pinjaman, dan konsultasi keuangan mendapat antusiasme tinggi, dengan peserta dari kalangan pelajar hingga profesional turut aktif. Meeting Results mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap manfaat tabungan dan pembiayaan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan ekonomi daerah.

“Perbankan kini tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi sebagai mitra dalam membentuk kebiasaan keuangan yang sehat,” kata Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi setelah acara selesai. Ia menekankan bahwa transparansi informasi dan edukasi keuangan adalah kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

Hasil pertemuan ini menunjukkan bahwa inisiatif seperti kelas literasi keuangan, booth pameran, dan diskusi langsung membuka peluang untuk memperkuat hubungan antara institusi keuangan dan masyarakat. Peserta mengapresiasi pendekatan praktis yang digunakan untuk menjelaskan konsep perbankan modern, termasuk peran tabungan dalam mendukung stabilitas keuangan pribadi.

Perbankan Digital: Tantangan dan Peluang

Meeting Results juga menyoroti pergeseran paradigma perbankan dari model tradisional ke digital. Hery Gunardi mengutip pandangan penulis ternama Brett King, yang menyatakan bahwa bank adalah teknologi company dengan lisensi perbankan. “Perubahan ini memaksa perbankan tidak hanya fokus pada layanan, tetapi juga pada pengalaman pengguna yang lebih baik,” jelasnya. Sesi ini menyoroti tiga era utama: bank 1.0 (transaksi manual), bank 2.0 (ATM), dan bank 3.0 (internet banking), dengan era keempat diharapkan menggabungkan fintech dan artificial intelligence.

Dalam diskusi, Hery menyoroti bahwa pandemi menjadi perangkat yang mempercepat transformasi digital. “Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan internet banking dan mobile banking meningkat hingga 50 juta hingga 60 juta dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya. Hasil pertemuan ini menekankan perlunya inovasi dalam penggunaan teknologi, seperti chatbot dan AI, untuk mempermudah akses layanan keuangan bagi masyarakat luas.

Respons Peserta dan Proyeksi Ke depan

Respons peserta di Jogja Financial Festival 2026 membuktikan bahwa Meeting Results memiliki dampak nyata. Banyak peserta menyatakan bahwa materi tentang tabungan dan literasi keuangan membantu mereka memahami cara mengelola uang secara lebih efektif. “Saya sebelumnya tidak tahu bagaimana mengatur uang, tetapi sesi ini membuat saya lebih percaya diri,” ujar seorang peserta dari kalangan pelajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis kebutuhan masyarakat sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi.

Meeting Results juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara perbankan dan pemerintah dalam meningkatkan akses ke layanan keuangan. Ia menyarankan bahwa program seperti tabungan wajib dan layanan pembiayaan kecil harus diperluas untuk mencakup lapisan masyarakat yang kurang terjangkau. “Bank harus menjadi mitra pengembangan ekonomi lokal, bukan hanya pihak yang menarik dana,” tegas Hery. Hasil pertemuan ini akan menjadi dasar untuk kebijakan lebih lanjut dalam mendorong inklusi keuangan.

Kesimpulan dan Langkah Masa Depan

Meeting Results dari Jogja Financial Festival 2026 memberikan gambaran bahwa transformasi perbankan tidak bisa dipisahkan dari literasi keuangan. Dengan adaptasi teknologi dan kebijakan inklusif, sektor perbankan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hery Gunardi menegaskan bahwa perbankan harus terus menyesuaikan diri dengan dinamika pasar, termasuk menjaga kepercayaan nasabah melalui transparansi dan inovasi. Hasil diskusi ini akan menjadi acuan dalam penyusunan strategi ke depan, termasuk perluasan layanan tabungan digital dan penguatan kemitraan dengan lembaga lain.

MORE FROM THIS CATEGORY