Harga Minyak Membara, Puluhan Kapal Tanker Keluar dari Persembunyian

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
c118263c-4fb5-40c6-97f9-f7b04bd38521-0

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Keluar dari Persembunyian

Dailynesia.com – Hasil pertemuan (meeting results) antara Amerika Serikat dan Iran memicu perubahan signifikan dalam pasar minyak global. Setelah perundingan di Swiss dibatalkan, ketidakpastian mengenai perjanjian damai jangka panjang meningkat. Ini berdampak pada harga minyak yang kembali menguat. Berdasarkan data Refinitiv, harga minyak Brent ditutup pada US$80,57 per barel pada Jumat (19/6/2026), naik 0,90%. Kenaikan ini menandai kenaikan beruntun selama tiga hari dengan total kenaikan 2,03%, meski harga minyak turun 7,96% sepanjang pekan ini, mengakhiri penurunan dua minggu berturut-turut.

Perubahan dalam hasil pertemuan juga menyebar ke harga minyak WTI. Harga ini naik 1,27% menjadi US$77,54 per barel, meskipun secara harian mengalami penurunan hingga 8,64% sepanjang pekan ini. Kenaikan harga minyak kembali terjadi karena pembatalan kesepakatan antara AS dan Iran, yang sebelumnya menyebabkan penurunan tajam. Dengan pembatalan itu, jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka, memberi harapan bagi pelaku pasar yang menunggu kepastian perjanjian.

Kapal Tanker Kembali Aktif Setelah Bertahun-tahun Persembunyian

Setelah beberapa minggu bersembunyi, kapal tanker besar Iran kembali menyalakan transponder untuk memudahkan identifikasi di laut. Mereka mulai menyiarakan posisi saat melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi distribusi minyak mentah. Data AXS Marine mencatat, pada Kamis (18/6/2026), terdapat 25 pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, angka tertinggi sejak 18 April. Jumlah ini lebih dari lima kali lipat rata-rata harian di bulan Juni, meski masih jauh dari tingkat normal sebelum konflik.

“Risikonya berkisar dari ancaman ranjau hingga kemungkinan kapal terjebak di Teluk Timur Tengah jika ketegangan kembali meningkat,” tulis Braemar Marine, perusahaan pialang kapal, dalam laporan kepada Reuters. Perusahaan ini mengingatkan para pelaut untuk tetap waspada terhadap aktivitas militer dan ranjau laut selama operasi pembersihan.

Pengembalian aktivitas pelayaran juga disambut baik oleh produsen minyak seperti Kuwait Petroleum Corp, yang mengadakan tender untuk minyak mentah pengiriman Juli setelah mencabut status force majeure. Sementara itu, ADNOC mengeluarkan tender keempatnya bulan ini sebagai langkah untuk meningkatkan produksi. Amerika Serikat juga resmi mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran, meskipun keamanan tetap diperketat untuk mencegah risiko serangan terhadap kapal tanker.

Perjanjian Baru dan Pengaruhnya pada Pasar Internasional

Hasil pertemuan (meeting results) antara AS dan Iran memberikan sinyal positif bagi industri pelayaran. Meski ada kekhawatiran akan peraturan baru, pengembalian jalur pelayaran membantu memulihkan arus minyak mentah ke pasar global. Dalam catatan Braemar, pelaku pasar tetap memantau kemungkinan penerapan aturan ketat oleh Iran, seperti persyaratan izin pelayaran dan biaya asuransi tambahan.

Hasil pertemuan juga memengaruhi keputusan produsen dan pengusaha. Selain itu, perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey melaporkan bahwa kapal berbendera Hong Kong dan Saint Kitts dan Nevis diwajibkan berbalik arah di Selat Hormuz. PGSA, otoritas Iran, mengklaim bahwa hanya mereka yang berhak menerbitkan izin pelayaran dan memaksa pemilik kapal memperbarui perlindungan asuransi. Para pelaut menganggap ini sebagai tindakan yang mengganggu kebebasan perjalanan di perairan internasional.

Dengan kepastian yang kembali tercipta, harga minyak cenderung stabil, tetapi risiko inflasi masih menjadi faktor utama. Analis memprediksi bahwa hasil pertemuan akan berdampak jangka panjang pada produksi dan distribusi minyak, terutama jika negosiasi antara AS dan Iran berhasil menciptakan kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi industri global. Dengan adanya lebih dari 100 kapal tanker yang kembali beroperasi, pasar mulai mempercayai bahwa keadaan krisis akan berakhir dalam waktu dekat.

MORE FROM THIS CATEGORY