Luke Thomas: Orang Australia, Kini Jadi Bos BUMN Danantara Sumberdaya

3 months ago  ·  2 min read
By David Williams - dailynesia.com
luke-mahony-1779354363561_169

Luke Thomas: Warga Australia yang Menjadi Bos BUMN Danantara Sumberdaya

Dailynesia.com – Pemerintah Indonesia baru saja melakukan perubahan penting dalam pengelolaan sektor sumberdaya melalui pemberian jabatan direktur utama kepada Luke Thomas Mahony, seorang warga Australia. Kini, ia menjadi Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), BUMN yang bertugas mengelola rantai pasok ekspor komoditas strategis negara. Penunjukan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menata ulang sektor sumberdaya dengan pendekatan modern dan berbasis teknologi.

Latar Belakang dan Pengalaman Profesional

Luke Thomas, yang lahir di Australia, memiliki keahlian luas dalam bidang pertambangan dan manajemen bisnis. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Pertambangan di University of New South Wales pada 2002, lalu melanjutkan studi ke Master Keuangan (2004), Master Teknik Pertambangan (2006), dan Master Geomekanika (2009). Dengan latar belakang akademik yang kuat, Luke telah menerapkan pengetahuan tersebut dalam berbagai posisi strategis di perusahaan global seperti BHP Billiton, Xstrata Coal, dan Vale Indonesia.

Latest Program – Sebelum menjabat sebagai direktur utama di DSI, Luke pernah memimpin operasi tambang sebagai Chief Strategy and Technical Officer di Vale Indonesia Tbk. (INCO) selama dua tahun, yaitu dari Juli 2024 hingga Juli 2025. Selain itu, ia juga menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025, menunjukkan pengalamannya dalam manajemen operasional dan optimisasi bisnis.

Ekspor dan Peningkatan Kinerja

Karier global Luke telah membawanya ke berbagai proyek internasional, termasuk di BHP Billiton dan Xstrata Coal, di mana ia menjabat Superintendent Prestrip (2008–2010), Manager Production Projects di BMA Goonyella Riverside Mine (2012–2014), serta Manager Reporting di Mozambik (2014–2017). Pengalaman tersebut membantunya dalam mengelola proyek ekspor komoditas penting yang menjadi bagian dari Latest Program.

Dalam Latest Program, Luke bertugas meningkatkan efisiensi dan kapasitas ekspor BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia. Ia mengemban tanggung jawab utama dalam mengoptimalkan rantai pasok, memastikan komoditas seperti nikel, kromium, dan mineral lainnya dapat diekspor secara lebih efektif. Fokusnya adalah pada penerapan inovasi teknologi dan pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan.

Luke juga memimpin proyek global Vale Base Metals di Mozambik selama 2017–2019, yang menjadi pengalaman berharga bagi pengelolaan ekspor secara lebih luas. Selama 2021–2022, ia menjabat Global Head of Technology & Innovation, bertugas mengembangkan strategi untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan produktivitas. Kini, sebagai direktur utama DSI, ia berupaya memperkuat kemampuan BUMN dalam Latest Program.

Latest Program – Penunjukan Luke Thomas sebagai direktur utama DSI diharapkan dapat membawa dampak signifikan dalam meningkatkan kinerja industri sumberdaya. Dengan pengalaman mengelola proyek skala besar di berbagai negara, ia diperkirakan mampu menerapkan model manajemen yang lebih profesional dan transparan. Hal ini selaras dengan tujuan Latest Program, yaitu mendorong pengembangan sumberdaya melalui inovasi dan efisiensi.

Luke juga memiliki pengalaman dalam manajemen kontraktor dan pengawasan teknis, seperti pada proyek Cross City Tunnel di Sydney (2003–2004). Kombinasi keahlian teknis dan bisnis yang dimilikinya membuatnya menjadi sosok ideal untuk mengarahkan DSI dalam fase baru. Dalam konteks Latest Program, ia diberikan wewenang untuk mengembangkan sistem rantai pasok yang lebih resilien dan berorientasi pada pasar global.

MORE FROM THIS CATEGORY