3 Bulan Perang Iran: Daftar Puluhan Kilang & Gudang Energi yang Hancur

2 months ago  ·  2 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
kilang-minyak-terbesar-israel-di-haifa-terbakar-seusai-dihantam-rudal-iran-pada-senin-3032026-1774884430157_169

3 Bulan Perang Iran: Daftar Puluhan Kilang & Gudang Energi yang Hancur

Dailynesia.com – Sejak konflik dengan Iran memasuki bulan ketiga, sejumlah besar infrastruktur energi telah menjadi korban serangan. Fenomena ini mengubah skenario kekacauan global, dengan pasokan bahan bakar mengalami gangguan serius. Kekhawatiran pasar kecil pun meluas, terutama karena ketegangan di kawasan Timur Tengah memengaruhi jalur distribusi utama.

Jalur Energi Paling Sensitif di Dunia

Konflik di Selat Hormuz, jalur laut sempit antara Iran dan Oman, menimbulkan reaksi cepat di pasar global. Fasilitas ini menangani hampir 20% dari total perdagangan minyak dunia setiap hari. Tidak hanya minyak, Qatar juga sangat bergantung pada jalur ini untuk mengirimkan LNG ke Asia dan Eropa.

“Karena itu, ketika ketegangan meningkat di sekitar Hormuz, pasar energi global hampir selalu ikut bereaksi,”

kata para analis di kawasan tersebut.

Kilang dan Terminal Minyak

Kilang Ruwais di Uni Emirat Arab mengalami kebakaran akibat puing intersepsi pertahanan udara pada 5 April, menurut pemerintah Abu Dhabi. Di Saudi Arabia, fasilitas Ras Tanura sempat beroperasi secara terbatas setelah serangan drone pada awal perang, dengan kapasitas sekitar 550.000 barel per hari terganggu.

Samref, fasilitas milik Exxon Mobil di Arab Saudi, juga menjadi korban serangan drone pada 19 Maret. Di Bahrain, kilang Bapco Energies mengalami kerusakan dan mendeklarasikan force majeure untuk sebagian operasi.

Bahkan Gulf Petrochemical Industries Co. di Bahrain melaporkan beberapa unit operasional terbakar setelah serangan drone pada 5 April. Di Kuwait, KPC mengungkapkan kerusakan signifikan di fasilitas National Petroleum Co. dan Petrochemical Industries Co. setelah serangan pada hari yang sama.

Teror di Wilayah Timur Tengah

Kekhawatiran meningkat ketika serangan terhadap fasilitas energi di Gulf melonjak. Sejumlah kilang di Kuwait, seperti Mina Al-Ahmadi, mengalami kebakaran pada 3 April. Tidak lama kemudian, Mina Abdullah juga mengalami serangan, meski kebakaran di sana berhasil dipadamkan setelah 19 Maret.

Di Irak, ladang minyak Majnoon menjadi sasaran serangan, menurut Kementerian Minyak. Serangan drone pada 28 Maret menghentikan operasi di ladang gas Shah, Saudi Arabia. Di UEA, Al Taweelah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan Iran.

Kerusakan di Pabrik LNG

Fasilitas LNG Ras Laffan di Qatar mengalami kebakaran setelah rudal Iran menyerangnya, menurut QatarEnergy. Pabrik gas-to-liquids Shell juga terkena dampak serius. Di UEA, Abu Dhabi menghentikan operasi di fasilitas pemrosesan gas terbesar negara itu setelah serangan yang memicu kebakaran.

Ladang minyak Majnoon di Irak, serta fasilitas Lanaz di Erbil, terkena serangan drone yang membuat operasi sementara terhenti. Proyektil menghantam PLTN Bushehr pada 27 Maret, menurut Fars, tetapi tidak merusak fasilitas utama.

MORE FROM THIS CATEGORY