Organisasi ‘Yakuza Manages’ Dibentuk di RI, Ternyata Ini Pendirinya

3 months ago  ·  4 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
939fa8bd-ba1b-4f2a-83f5-6c2d64c9379f-0

Visit Agenda: Organisasi Yakuza Maneges di Indonesia dan Pendirinya

Dailynesia.com – Menjadi perhatian publik setelah munculnya organisasi bernama Yakuza Maneges, yang baru saja didirikan di Kota Kediri, Jawa Timur. Berbeda dari Yakuza yang identik dengan organisasi kejahatan di Jepang, Yakuza Maneges berfokus pada penguatan komunitas melalui pendekatan sosial dan spiritual. Dalam laporan Detikcom, organisasi ini diperkenalkan sebagai wadah bagi individu yang sering dianggap terpinggirkan, dengan harapan dapat menjadi pusat konsolidasi nilai-nilai keagamaan dan kekeluargaan.

Pendiri Yakuza Maneges: Gus Thuba dan Kontribusinya

Pendirian Yakuza Maneges di bawah bimbingan Gus Thuba, tokoh muda yang aktif di dunia pesantren dan spiritual, memperlihatkan peran pentingnya dalam mengubah paradigma keorganisasian lokal. Gus Thuba, yang memiliki nama lengkap Thuba Topo Broto Maneges, memimpin komunitas ini dengan pendekatan yang lebih inklusif, mencakup kelompok-kelompok yang sebelumnya dianggap tidak terarah. Ia menjelaskan bahwa

“Visit Agenda menggambarkan visi organisasi untuk mendekatkan masyarakat dengan prinsip kebaikan dan kesadaran akan tanggung jawab sosial.”

Konsep ini sejalan dengan upaya membangun kesadaran moral di kalangan santri jalur kiri yang sering terlibat dalam aktivitas non-formal.

Perbedaan Yakuza Maneges dengan Yakuza Tradisional

Berbeda dari Yakuza yang dikenal sebagai organisasi kejahatan dengan hierarki ketat dan aktivitas kriminal, Yakuza Maneges mengusung konsep yang lebih humanis. Dalam wawancara dengan Detikcom, Gus Thuba menekankan bahwa

“Visit Agenda tidak hanya tentang keanggotaan, tetapi juga tentang transformasi batin dan perbaikan kehidupan sosial masyarakat.”

Organisasi ini berusaha membangun karakter melalui latihan spiritual, kegiatan ekonomi, dan pendidikan, dengan tujuan mengubah pola pikir yang dianggap negatif menjadi kekuatan positif.

Pendirian Yakuza Maneges juga menarik karena menggabungkan budaya lokal dengan metode modern. Sebagai contoh, organisasi ini mengadopsi prinsip-prinsip keagamaan dari tokoh-tokoh ternama seperti Gus Miek, seorang ulama kharismatik Kediri yang menjadi inspirasi ideologi mereka. Gus Thuba menjelaskan bahwa

“Visit Agenda ingin memperkuat jaringan keagamaan sekaligus menciptakan wadah untuk individu yang mungkin terjebak dalam kegiatan tidak terstruktur.”

Dengan memadukan faktor spiritual dan sosial, Yakuza Maneges berharap dapat menjadi model organisasi alternatif yang relevan dengan tantangan masa kini.

Program dan Aktivitas Yakuza Maneges

Sebagai bagian dari Visit Agenda, Yakuza Maneges mengembangkan berbagai program untuk menjangkau masyarakat. Salah satu inisiatif utama adalah pelatihan keagamaan yang diadakan secara rutin di lokasi-lokasi strategis, seperti pesantren dan tempat ibadah. Selain itu, organisasi ini juga aktif dalam kegiatan sosial seperti bantuan bagi keluarga kurang mampu, pengelolaan sampah, dan pengajian rutin. Gus Thuba menyatakan bahwa

“Visit Agenda bertujuan untuk menciptakan keterlibatan aktif warga, baik dalam lingkungan religius maupun kehidupan sehari-hari.”

Dengan pendekatan yang menyeluruh, organisasi ini berusaha mengurangi dampak negatif dari kegiatan non-formal.

Kelompok-kelompok yang dianggap ‘nakal’ atau ‘terbuang’ menjadi target utama Visit Agenda. Gus Thuba menyebutkan bahwa

“Visit Agenda mengajak mereka untuk kembali ke jalur kebaikan dengan cara yang manusiawi dan berkelanjutan.”

Proses rekrutmen dan pelatihan di Yakuza Maneges dirancang untuk mengubah mindset anggota menjadi pribadi yang bermoral, berpikir kritis, dan memiliki keterampilan sosial. Metode ini tidak hanya fokus pada disiplin, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan diri secara spiritual dan praktis.

Kolaborasi dan Dukungan Pihak Lokal

Kehadiran Yakuza Maneges di Kota Kediri mendapat dukungan dari pihak-pihak lokal, termasuk Wali Kota Vinanda Prameswati. Dalam acara peresmian, ia menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya organisasi seperti ini untuk memperkuat jaringan keagamaan dan sosial.

“Visit Agenda menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.”

Gus Thuba menambahkan bahwa

“Visit Agenda juga mendorong kolaborasi antar komunitas agar tidak hanya terfokus pada kelompok tertentu, tetapi juga menjadi ruang bagi semua lapisan masyarakat.”

Hal ini mencerminkan semangat inklusif yang menjadi dasar pembentukan organisasi.

Sejauh ini, Yakuza Maneges telah menjangkau sekitar 500 anggota yang terdiri dari berbagai kalangan. Gus Thuba memastikan bahwa program Visit Agenda tetap fleksibel, bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok, dan tidak memaksa individu untuk mengikuti pola tertentu. Ia menegaskan bahwa

“Visit Agenda adalah jembatan antara kehidupan religius dan dunia nyata, agar semua warga bisa merasakan manfaatnya.”

Dengan model ini, Yakuza Maneges berharap bisa menjadi contoh sukses dalam pembentukan organisasi komunitas yang berbasis nilai-nilai spiritual.

Potensi dan Harapan Masa Depan

Pendirian Yakuza Maneges memberikan harapan baru bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya. Dengan pendekatan yang tidak konvensional, organisasi ini berpotensi menjadi perisai bagi individu yang ingin berkontribusi positif tanpa terjebak dalam kegiatan negatif. Gus Thuba menyampaikan bahwa

“Visit Agenda tidak hanya untuk menangani masalah, tetapi juga untuk menciptakan solusi melalui pendekatan keagamaan dan sosial yang bersifat proaktif.”

Ia optimis bahwa dengan dukungan masyarakat dan komunitas, Yakuza Maneges bisa menjadi salah satu organisasi yang berpengaruh dalam penguatan nilai-nilai kebaikan.

MORE FROM THIS CATEGORY