Ibadah Haji Ikut Gerakkan Ekonomi RI, Nilainya Rp 8,78 T

2 hours ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
kepala-badan-pusat-statistik-bps-amalia-adininggar-widyasanti-tiba-di-istana-negara-jakarta-jumat-2132025-cnbc-indonesiatri-su-1742541970128_169

Nilai Ekonomi Haji 2026 Capai Rp8,78 Triliun, Kontribusi ke PDB Masih Bisa Ditingkatkan

Dailynesia.com – Jakarta — Ibadah Haji Ikut Gerakkan Ekonomi Indonesia dengan nilai yang terus berkembang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengemukakan bahwa kontribusi sektor haji terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih memiliki potensi besar untuk diperluas. Pada tahun 2026, nilai kontribusi ini tercatat sebesar Rp8,78 triliun atau setara dengan 0,13 persen dari total perekonomian Indonesia.

Menurut Amalia, peningkatan nilai ini dapat dicapai melalui strategi peningkatan proporsi konsumsi domestik. Dari total pengeluaran jamaah haji yang mencapai Rp29,25 triliun, hanya 30 persen atau Rp8,78 triliun yang beredar di dalam negeri. Sementara itu, sisanya sebesar Rp20,48 triliun atau 70 persen dialokasikan untuk konsumsi barang dan jasa impor.

Strategi Meningkatkan Dampak Multiplier Ekonomi

Amalia menjelaskan bahwa jika porsi konsumsi domestik berhasil ditingkatkan menjadi 50 hingga 60 persen, maka kontribusi terhadap PDB dapat melonjak secara signifikan. “Kalau proporsi yang 30 persen ini naikkan menjadi 50 persen atau 60 persen, maka kontribusinya nanti terhadap PDB akan lebih meningkat dan multiplier effect-nya terhadap ekonomi Indonesia pun akan menjadi lebih banyak,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dengan asumsi tersebut, kontribusi ekonomi dari sektor haji diproyeksikan dapat mencapai Rp14,63 triliun hingga Rp17,55 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa peluang besar masih terbuka untuk mengoptimalkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.

“Seluruh jemaah haji pada 2026 ini pengeluarannya mencapai Rp29,25 triliun. Dari total pengeluaran tersebut kami memperkirakan sekitar Rp8,78 triliun atau 30 persen merupakan konsumsi di dalam negeri, yaitu konsumsi barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia atau menggunakan bahan baku dari Indonesia,” kata Amalia.

Komponen Konsumsi Domestik yang Terus Berkembang

Kepala BPS menambahkan bahwa komponen konsumsi domestik saat ini tidak hanya terbatas pada aktivitas ekonomi di dalam negeri. Beberapa produk Indonesia juga telah digunakan di Arab Saudi untuk mendukung penyelenggaraan haji. “Ada juga yang sudah dicek oleh para petugas dan pengawas haji kami. Waktu mereka mengecek ke dapur, bumbu-bumbu yang mereka gunakan juga sudah dari Indonesia sehingga ini sudah kami masukkan di dalam kalkulasi yang 30 persen,” jelasnya.

Sementara itu, 70 persen nilai konsumsi masih merupakan pengeluaran untuk barang dan jasa di Arab Saudi, termasuk belanja dari kantong pribadi jamaah. Berdasarkan data BPS, jumlah pengeluaran pribadi jamaah Indonesia pada ibadah haji 2026 mencapai Rp4,25 triliun. Angka ini terdiri dari Haji Reguler sebesar Rp3,39 triliun dan Haji Khusus sebesar Rp857,3 miliar.

Rincian Pengeluaran Pribadi Jamaah Haji 2026

Dari total pengeluaran pribadi, sebanyak Rp1,96 triliun atau 46,1 persen digunakan untuk belanja oleh-oleh dari Tanah Suci. Selain itu, jamaah juga mengeluarkan Rp542,6 miliar untuk makanan tambahan, jajanan, dan minuman. Pengeluaran besar lainnya meliputi pembayaran DAM sebesar Rp559,9 miliar (setara 720 SAR) dan obat-obatan sebesar Rp743,3 miliar.

Untuk keperluan transportasi selama ibadah di Tanah Suci, para jamaah menghabiskan Rp257,4 miliar. Sementara itu, pembelian paket data atau internet membutuhkan biaya sebesar Rp86,2 miliar dari kantong pribadi jamaah.

“Artinya kita juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonominya Arab Saudi Bapak karena kita belanja di sana,” imbuh Amalia.

Amalia mencatat bahwa sebagian besar pengeluaran tersebut dilakukan di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji. Misalnya, pembayaran DAM sepenuhnya dilakukan di Arab Saudi karena berkaitan dengan ketentuan ibadah haji. Begitu juga dengan belanja oleh-oleh yang dilakukan di sana, yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi negara tetangga tersebut.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa total kontribusi ibadah haji terhadap PDB Indonesia tahun 2026? Total kontribusi ibadah haji terhadap PDB Indonesia tahun 2026 tercatat sebesar Rp8,78 triliun atau setara dengan 0,13 persen dari perekonomian nasional.

Berapa total pengeluaran jamaah haji 2026? Total pengeluaran seluruh jamaah haji pada tahun 2026 mencapai Rp29,25 triliun, dengan 30 persen atau Rp8,78 triliun merupakan konsumsi di dalam negeri.

Apa yang dimaksud dengan multiplier effect dalam konteks ibadah haji? Multiplier effect merujuk pada dampak berlipat dari pengeluaran jamaah haji terhadap perekonomian Indonesia, terutama jika proporsi konsumsi domestik ditingkatkan menjadi 50-60 persen.

Berapa pengeluaran pribadi jamaah haji 2026? Jumlah pengeluaran pribadi jamaah Indonesia pada ibadah haji 2026 mencapai Rp4,25 triliun, terdiri dari Haji Reguler Rp3,39 triliun dan Haji Khusus Rp857,3 miliar.

MORE FROM THIS CATEGORY