MPR RI Dorong Pemangkasan Aturan Rumit untuk Menarik Investasi Energi Terbarukan
Ketidakpastian Global Jadi Tantangan Utama Ketahanan Energi
Dailynesia.com – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyoroti bahwa kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu merupakan hambatan signifikan bagi pemerintah Indonesia. Upaya penguatan ketahanan energi demi mencapai target swasembada energi nasional menghadapi berbagai kendala. Gejolak di tingkat internasional membuat proses impor minyak mentah, bahan bakar minyak, serta LPG menjadi lebih sulit dan kompleks.
Dalam rangka menjaga stabilitas energi, pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan domestik. Strategi tersebut mencakup peningkatan eksplorasi migas, khususnya di Blok Masela, serta pengembangan kapasitas kilang. Selain itu, transisi energi juga harus didorong untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
“MPR RI memandang progress transisi energi RI terus berkembang namun masih membutuhkan komitmen yang kuat agar akselerasi transisi baik PLTS hingga pengembangan Biodiesel,” ujar Eddy Soeparno.
Dukungan Regulasi untuk Akselerasi Proyek Energi
MPR RI menilai bahwa meskipun transisi energi telah menunjukkan perkembangan positif, diperlukan komitmen yang lebih besar untuk mempercepat kemajuan. Hal ini mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta inovasi biodiesel. Untuk mendukung hal tersebut, MPR terus berupaya memperkuat regulasi dan memberikan kepastian hukum bagi para investor yang berminat dalam proyek energi terbarukan.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyempurnaan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (UU EBT) yang siap untuk diundangkan. Regulasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi percepatan proyek migas dan energi terbarukan di Indonesia.
Untuk memahami lebih dalam mengenai pandangan MPR RI tentang upaya penguatan ketahanan energi, masyarakat dapat menyimak dialog lengkap antara Andi Shalini bersama Eddy Soeparno. Wawancara tersebut tayang dalam program Squawk Box, CNBC Indonesia, pada hari Jumat, 31 Juli 2026.

