Ahli Amerika Sebut Solusi Listrik RI, Bukan Minyak-Batu Bara Tapi…

1 month ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
e638a928-d1dc-448b-a54e-ba75afc22f42-0

Ahli Amerika Sarankan Solusi Listrik RI Bukan Minyak dan Batu Bara

Dailynesia.com – Dalam diskusi energi terkini mengungkap bahwa ahli energi nuklir dari Amerika Serikat, Kelle Barfield, menyoroti pentingnya penggunaan teknologi reaktor modular kecil (SMR) sebagai alternatif untuk mengatasi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar minyak dan batu bara. Menurut Barfield, SMR menawarkan solusi yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan listrik di berbagai wilayah, terutama daerah terpencil atau daerah dengan akses yang sulit. Dalam konteks Topics Covered, SMR dianggap sebagai langkah strategis dalam menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Keuntungan SMR dalam Memenuhi Kebutuhan Energi Indonesia

“Reaktor kecil menawarkan peluang karena ukurannya lebih ringkas. Dengan demikian, reaktor ini bisa ditempatkan di daerah terpencil atau wilayah yang membutuhkan energi tinggi, seperti lokasi tambang,” jelas Barfield dalam diskusi Powering the Future: American Leadership in Clean Nuclear Energy di @america, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Menurut Barfield, tantangan utama Indonesia bukan hanya dalam produksi listrik, tetapi juga dalam distribusinya ke masyarakat yang tersebar di ribuan pulau. Teknologi SMR, dengan keunggulannya yang fleksibel, dianggap lebih mudah diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan energi di area yang sulit diakses. Dalam Topics Covered, SMR diharapkan dapat menjadi komponen penting dalam membangun infrastruktur energi yang kuat dan mengurangi risiko krisis pasokan. Selain itu, SMR juga dianggap lebih efisien dalam hal biaya dan waktu konstruksi dibandingkan reaktor konvensional.

Proses Pengembangan SMR dan Kolaborasi dengan AS

Dalam upaya mempercepat pengembangan SMR, Barfield menyebut kerja sama perdagangan timbal balik antara Indonesia dan AS bisa mempercepat proses. Desain reaktor yang dikembangkan perusahaan AS telah melewati evaluasi regulator nuklir, sehingga siap digunakan sebagai dasar proyek di Indonesia. Dalam Topics Covered, kolaborasi ini menjadi kunci untuk menyiapkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Proyek SMR juga diharapkan dapat menarik investasi dari pihak internasional, terutama karena kecepatan penerapan yang lebih tinggi.

Program Topics Covered yang dinilai membantu negara mitra membangun fondasi teknis dan sumber daya manusia. “Dukungan itu bukan hanya teknologi. Ada juga pertimbangan lokasi dan beberapa aspek lain, di mana para ahli AS aktif membantu pertumbuhan Indonesia,” tambahnya. Dengan SMR, Indonesia bisa mengurangi emisi karbon dan meningkatkan ketersediaan energi, yang menjadi fokus utama Topics Covered dalam konteks perubahan iklim global.

Kasus Nyata: Proyek BWRX-300 di Darlington, Kanada

Contoh nyata kecepatan penerapan SMR adalah proyek BWRX-300 di Darlington, Kanada, yang sedang dalam tahap konstruksi dan diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Jauh lebih cepat dibandingkan reaktor konvensional yang memakan waktu lebih lama. Proyek ini menjadi model yang bisa ditiru oleh Indonesia, karena teknologi SMR tidak hanya lebih cepat, tetapi juga bisa disesuaikan dengan kondisi geografis dan lingkungan lokal. Dalam Topics Covered, proyek BWRX-300 menunjukkan bahwa SMR memiliki potensi untuk mengubah cara kita memproduksi dan mendistribusikan listrik.

Dalam Topics Covered, Barfield juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk menyiapkan tenaga ahli di sektor energi masa depan. Kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran mahasiswa diharapkan terus berkembang, karena keberhasilan proyek SMR bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten. Selain itu, pemerintah Indonesia perlu mempercepat regulasi dan investasi untuk memastikan penggunaan SMR bisa berjalan efektif. Dalam Topics Covered, SMR menjadi bagian dari solusi energi yang inovatif dan ramah lingkungan.

Kelangsungan hidup teknologi SMR di Indonesia juga bergantung pada keberlanjutan kebijakan dan pengawasan yang ketat. Barfield menyoroti bahwa Topics Covered dalam diskusi ini menekankan bahwa transisi dari bahan bakar tradisional ke SMR memerlukan strategi jangka panjang. Dengan SMR, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan batu bara, yang saat ini menjadi bagian dari kebijakan energi nasional. Dalam Topics Covered, SMR dianggap sebagai salah satu solusi yang paling berpotensi untuk mendorong kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi.

MORE FROM THIS CATEGORY