Tetap Waspada, Hal Ini Masih Jadi Ancaman Bagi Ekonomi RI

60 minutes ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
api-berkobar-di-jembatan-yang-rusak-akibat-serangan-udara-di-bandar-khamir-provinsi-hormozgan-iran-16-juli-2026-dalam-cuplikan-1784262899518_169

Menyikapi Ancaman Ekonomi: Piter Abdullah Serukan Kewaspadaan

Dailynesia.com – Jakarta — Menurut Piter Abdullah, seorang ekonom senior dari Prasasti Center, ketidakstabilan global masih menghadirkan tantangan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu menyusun strategi mitigasi yang tepat untuk menghadapi berbagai risiko tersebut.

Risiko Global dan Domestik yang Belum Selesai

Piter menjelaskan bahwa kondisi global masih belum stabil sepenuhnya. Berbagai potensi risiko terus ada di tingkat internasional, sementara di dalam negeri pun terdapat tantangan tersendiri, khususnya yang berkaitan dengan aspek fiskal.

“Kita tahu bahwa gejolak global itu kan masih belum selesai. Berbagai risiko di global masih ada. Dan kemudian risiko di dalam negeri pun ya pasti ada, terutama terkait misalnya dengan fiskal,” ungkapnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2026).

Peringatan Ketegangan Timur Tengah dan Suku Bunga Tinggi

Meskipun ketegangan di kawasan Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda mereda, hal tersebut tetap harus menjadi perhatian serius. Selain itu, dunia saat ini menghadapi situasi suku bunga yang tinggi, yang berarti aliran modal asing kemungkinan akan terus mengalami tarik-ulur dalam jangka waktu yang lebih lama.

Kondisi ini diperkirakan akan memberikan dampak langsung terhadap neraca perdagangan Indonesia. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, neraca dagang negara sudah mencatatkan defisit. Situasi serupa juga terjadi pada neraca jasa, sehingga neraca pembayaran Indonesia diproyeksikan akan mengalami defisit di masa mendatang.

Antisipasi Tekanan terhadap Rupiah

Piter menyoroti bahwa risiko-risiko ini harus segera diantisipasi oleh pihak berwenang. Ia menjelaskan bahwa neraca pembayaran memiliki kaitan erat dengan nilai tukar rupiah, yang saat ini masih berada dalam tekanan cukup besar.

“Nah ini kan adalah risiko-risiko yang harus kita antisipasi, karena kalau kita bicara neraca pembayaran misalnya yang pasti kaitannya dengan rupiah, kita kan masih dalam tekanan yang cukup besar. Nah risiko-risiko ini harus diantisipasi, agar supaya tidak mengarah kepada beban atau tekanan yang lebih besar dalam perekonomian kita,” papar Piter.

Kepastian Investor Kunci Pemulihan Neraca Modal

Aliran modal masuk ke dalam negeri sangat bergantung pada kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah serta lembaga-lembaga terkait lainnya. Imbal hasil yang menarik juga menjadi faktor penting agar investor bersedia menempatkan dananya di Indonesia.

“Agar neraca modal dan keuangan kita itu bisa kembali surplus untuk menutup defisit yang ada di current account. Nah dengan, dan ini adalah hanya bisa terjadi ketika trust dari investor itu sudah sepenuhnya kembali, pulih,” ujarnya.

Prospek Penguatan Nilai Tukar Rupiah

Dengan kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan akan mengalami penguatan di masa depan. Saat ini, dolar Amerika Serikat masih bertahan di kisaran Rp18.000. Piter meyakini bahwa nilai tukar akan kembali stabil, meskipun prosesnya mungkin tidak berlangsung cepat.

“Saya kira nilai tukar kita akan bisa kembali. Ya walaupun mungkin tidak cepat, tapi dia akan mengarah kepada menuju kepada keseimbangan yang benar-benar mencerminkan nilai fundamental dari rupiah kita,” pungkasnya.

Frequently Asked Questions

What is Tetap Waspada Hal Ini Masih Jadi?

Tetap Waspada Hal Ini Masih Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tetap Waspada Hal Ini Masih Jadi matter?

Tetap Waspada Hal Ini Masih Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY