Purbaya Beri Pesan ke Mahasiswa STAN: APBN Bukan Sekedar Tabel

4 weeks ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
e0a291a8-4097-4d84-a642-fde348bf0312-0

Special Plan: Purbaya Beri Pesan ke Mahasiswa STAN tentang Peran APBN

Dailynesia.com – Dalam acara Dies Natalis ke-11 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di Tangerang Selatan, Jumat (10/7/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa Special Plan tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang cara negara berinteraksi dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa daya saing Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, serta integritas aparatur negara. Pidatonya menjadi bahan refleksi bagi para mahasiswa yang akan menjadi bagian dari penguasa keuangan negara di masa depan.

Perubahan Ekonomi Global dan Tantangan Kebijakan

Purbaya mengatakan bahwa dunia saat ini sedang mengalami transformasi besar, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perang tarif, pergeseran rantai pasok, perkembangan teknologi, transisi energi, dan dinamika geopolitik. Menurutnya, Indonesia tidak bisa menghindari dampak dari perubahan ini dan harus mampu merespons dengan kebijakan yang fleksibel, terutama dalam mengelola anggaran negara. “Pertanyaannya bukan lagi apakah kita terdampak, karena kita pasti terdampak,” ujarnya, “yang penting adalah seberapa cepat kita mampu memahami arah perubahan dan seberapa disiplin dalam mengelola Special Plan keuangan negara.”

Dalam konteks ini, Purbaya menekankan bahwa Special Plan harus diintegrasikan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa APBN bukan hanya tabel belanja dan penerimaan, tetapi juga alat untuk menciptakan kepercayaan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. “Kita harus memperkuat sistem yang bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya para pemangku kebijakan,” tambahnya, mengingatkan bahwa kebijakan keuangan harus menjadi bagian dari strategi nasional yang menyeluruh.

Integritas sebagai Fondasi Kebijakan

Kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi dengan pengembangan karakter serta integritas, kata Purbaya. Meskipun sistem bisa dibangun, teknologi dapat dibeli, dan organisasi bisa diperbaiki, integritas adalah fondasi utama yang perlu dijaga sejak awal. “Integritas harus dijaga setiap hari, terutama ketika tidak ada orang yang mengawasi,” tegasnya, menyoroti pentingnya disiplin dalam implementasi Special Plan keuangan negara.

Dalam konteks Special Plan, Purbaya menegaskan bahwa mahasiswa PKN STAN memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan keuangan tidak hanya efisien, tetapi juga adil dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa kualitas institusi dan kepercayaan masyarakat akan terbentuk dari bagaimana para pemimpin keuangan negara mampu menghadapi tantangan ekonomi global. “Jadi, belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena nasib bangsa tergantung pada Anda semua,” pungkasnya, memberi motivasi kepada para mahasiswa sebagai calon pelaku kebijakan.

Peran Mahasiswa dalam Membangun Daya Saing

Purbaya menjelaskan bahwa kompetisi global kini semakin ditentukan oleh kualitas institusi yang mampu menciptakan kepastian hukum, efisiensi birokrasi, serta kepercayaan publik. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa STAN tidak hanya menjadi calon aparatur sipil negara, tetapi juga pelaku utama dalam menjaga stabilitas fiskal dan daya tahan ekonomi nasional. “APBN bukan sekadar tabel, tapi sistem yang membangun kepercayaan masyarakat dan memperkuat daya saing Indonesia,” katanya, menggambarkan Special Plan sebagai upaya integrasi antara kebijakan dan prinsip etika.

Kata-kata Purbaya menimbulkan refleksi penting bagi para mahasiswa yang akan menjadi pilar keuangan negara di masa depan. Ia menambahkan bahwa Special Plan harus berbasis pada kebutuhan masyarakat dan perusahaan, serta mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. “Kita harus mampu mengubah APBN menjadi alat yang mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan bersama,” ujarnya, menegaskan bahwa keberhasilan Special Plan bergantung pada kesiapan generasi muda untuk berkontribusi secara aktif.

Kolaborasi dan Visi Jangka Panjang

Menurut Purbaya, menuju Indonesia Emas 2045, negara membutuhkan penguasa keuangan yang mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa Special Plan adalah instrumen utama untuk mencapai visi tersebut. “Kita harus berpikir jangka panjang dan memastikan kebijakan keuangan tidak hanya berorientasi pada pendapatan saat ini, tetapi juga memperhatikan dampak jangka panjang,” jelasnya, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mewujudkan Special Plan yang berkelanjutan.

Dalam penutupan pidatonya, Purbaya mengapresiasi kontribusi PKN STAN dalam mencetak generasi keuangan yang profesional, adaptif, dan memiliki integritas. Ia menyampaikan bahwa Special Plan harus menjadi panduan untuk membentuk wawasan mahasiswa tentang keberlanjutan kebijakan ekonomi. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan angka, tetapi juga perlu memahami makna kebijakan dalam kehidupan nyata masyarakat,” tegasnya, menegaskan bahwa mahasiswa STAN adalah kunci keberhasilan Special Plan nasional.

MORE FROM THIS CATEGORY