Pertama di RI! Bali Akan Punya Taksi Air, Ini Rencana Rutenya

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
dishub-menghadirkan-aplikasi-jaketboat-jakarta-electronic-ticketing-boat-sebagai-sistem-pemesanan-tiket-kapal-secara-online-1776654407545_169

Pertama di RI! Bali Akan Punya Taksi Air, Ini Rencana Rutenya

Dailynesia.com – Untuk meningkatkan aksesibilitas pariwisata di Bali semakin mendekati titik implementasi. Kementerian Perhubungan tengah bergerak cepat dalam mendorong pengembangan transportasi yang lebih efisien, khususnya melalui penggunaan moda laut sebagai bagian dari sistem terintegrasi. Dalam rencana ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut bahwa pengadaan water taxi di Bali adalah langkah penting dalam menyusun strategi mobilitas yang lebih terpadu. Tujuan utama dari Special Plan ini adalah mengurangi beban lalu lintas di Kabupaten Badung, di mana kawasan wisata seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu sering kali menjadi titik kumpul para pengunjung yang menyebabkan kemacetan parah. Dengan menghadirkan rute laut yang lebih cepat, pemerintah berharap mengubah paradigma perjalanan wisatawan.

Proyek water taxi ini merupakan bagian dari Special Plan yang dicanangkan Kementerian Perhubungan. Proses penyiapan sudah memasuki tahap Studi Detail Engineering Design (DED), yang akan dimulai pada Agustus 2026 dan direncanakan selesai pada Juli 2027. Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa rute utama yang akan dikembangkan adalah dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan wisata Canggu, dengan waktu tempuh yang diperkirakan hanya 30 menit. Dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (9/5/2026), ia menegaskan bahwa Special Plan ini bertujuan untuk menghubungkan tiga moda transportasi—darat, laut, dan udara—sehingga masyarakat bisa memilih jalur yang lebih cepat dan ramah lingkungan. “Water taxi tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga mengurangi polusi udara dan efisiensi penggunaan energi,” tambahnya.

Moda Laut sebagai Solusi Terpadu

Water taxi di Bali diharapkan menjadi pilar utama dalam Special Plan yang menekankan integrasi infrastruktur transportasi. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengungkapkan bahwa layanan ini dirancang untuk menjadi alternatif utama bagi wisatawan yang ingin menghindari kemacetan jalan raya. “Kami yakin bahwa dengan Special Plan ini, Bali akan menjadi destinasi yang lebih mudah diakses dan lebih ramah pengunjung,” katanya. Rute laut ini tidak hanya mempercepat akses, tetapi juga membantu mengurangi tekanan pada jalan darat yang sering menjadi pemicu konvoi panjang.

“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan Water Taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).

Rute ini dipilih karena memiliki potensi untuk menjangkau kawasan yang paling dinamis, seperti kawasan Seminyak dan Kuta, yang menjadi pusat aktivitas wisatawan. Dengan Special Plan ini, pemerintah juga menargetkan pengembangan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang sebagai titik embarkasi utama.

Rute Prioritas yang Dipilih

Dalam tahap awal, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah menyelesaikan studi kelayakan proyek yang menunjukkan rute Sekeh menuju Canggu (Berawa) sebagai pilihan terbaik. Rute ini dipilih karena ketersediaan fasilitas pelabuhan yang sudah memadai, serta jarak tempuh yang relatif pendek. “Special Plan ini dirancang agar mampu menjangkau daerah-daerah yang menjadi tujuan utama wisatawan, sekaligus mendorong perekonomian lokal,” kata Windy Andale, Corporate Secretary ASDP. Rute Sekeh-Canggu juga dianggap paling berpotensi dalam mengurangi kemacetan, karena lebih dari 60% pengunjung menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencapai kawasan wisata dari Bandara.

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa Special Plan ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada keberlanjutan. Dengan menyelesaikan rute laut yang terintegrasi, pemerintah berharap menumbuhkan ekonomi pariwisata Bali secara seimbang. “Water taxi bisa menjadi pelengkap dari layanan lainnya, seperti bus pariwisata dan transportasi udara, sehingga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya,” ujar Dudy. Proyek ini juga menekankan keamanan dan kenyamanan, karena akan dilengkapi dengan fasilitas pengamanan yang memadai, serta jadwal angkutan yang teratur.

Proses Perizinan dan Kesiapan

Saat ini, ASDP dan Angkasa Pura Indonesia tengah berfokus pada penyusunan DED dan pengurusan berbagai izin yang diperlukan. Proses ini menargetkan rampung pada 2026 sebelum diajukan ke pemerintah untuk pengesahan lanjutan. Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Special Plan ini tidak hanya merupakan proyek teknis, tetapi juga strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan wisata dan kualitas hidup masyarakat sekitar. “Dengan menyelesaikan rute laut ini, kita bisa memberikan solusi yang berkelanjutan untuk mobilitas jangka panjang,” jelasnya.

Special Plan ini juga menitikberatkan pada pengurangan dampak lingkungan. Dengan mengubah sebagian perjalanan darat menjadi laut, emisi gas buang kendaraan bermotor diharapkan berkurang signifikan. Selain itu, penggunaan water taxi akan menurunkan kepadatan jalan raya di area perkotaan, yang sering menjadi penyebab keterlambatan keberangkatan wisatawan. Pemerintah juga mengajak stakeholder terkait untuk terus mendukung implementasi Special Plan ini, termasuk pemangku kepentingan lokal dan investor.

MORE FROM THIS CATEGORY