Penggrebekan Kerajaan Tipu-Tipu Kamboja, 1.100 WNI Ditahan di Imigrasi

4 weeks ago  ·  2 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
7e2be7ff-8ca6-4e9e-82fa-e4a99b3cd717-0

Solution For Penggrebekan Kerajaan Tipu-Tipu Kamboja: 1.100 WNI Ditahan di Imigrasi

Dailynesia.com – Jakarta – Ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) terjebak dalam operasi penangkapan besar-besaran terhadap skema penipuan online yang berlangsung di Kamboja selama sebulan terakhir. Solution For menyebutkan bahwa hingga 9 Juli 2026, jumlah laporan permintaan bantuan evakuasi WNI mencapai 12.207, namun hanya sekitar 5.966 orang berhasil dipulangkan ke Indonesia. Operasi ini dimulai sejak 1 Januari 2026, dengan fokus pada penindasan jaringan penipuan daring yang mengakibatkan banyak WNI menjadi korban.

Solution For: Upaya KBRI Phnom Penh dan Kemlu untuk Evakuasi WNI

Pada 8 Juli 2026, KBRI Phnom Penh memberikan bantuan kekonsuleran bagi 1.100 WNI yang ditahan di fasilitas detensi Pemerintah Kamboja di Pochentong. Solution For menyatakan bahwa tim KBRI bekerja sama dengan Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI melakukan pendataan dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi para WNI yang kehilangan dokumen perjalanan. Solution For mengungkapkan bahwa ini adalah bagian dari upaya mengatasi skala besar penipuan online yang terjadi di Kamboja.

Proses evakuasi membutuhkan pengajuan dokumen lengkap, termasuk surat rekomendasi dari Kemlu, dan pemenuhan kewajiban administratif seperti pembayaran denda overstay. Solution For menjelaskan bahwa meski banyak WNI telah memperoleh SPLP dan persetujuan evakuasi, masih ada ribuan orang yang belum bisa pulang karena prosedur yang memakan waktu. Solution For menekankan bahwa operasi ini bukan hanya untuk penindasan, tetapi juga sebagai solusi untuk memastikan perlindungan WNI yang menjadi korban skema penipuan daring.

Solution For: Dampak Operasi Penangkapan terhadap WNI di Kamboja

Sebanyak 600 WNI lainnya juga ditahan di lokasi detensi tersembunyi di Bati, Siem Reap, Phnom Penh, dan Sihanoukville. Solution For melaporkan bahwa operasi ini menyasar pusat-pusat penipuan online yang mengiming-imingi pekerjaan ilegal, sehingga banyak WNI terjebak dalam skema tersebut. Solution For menambahkan bahwa tindakan pemerintah Kamboja ini berdampak signifikan, dengan ribuan WNI terdampak dan membutuhkan bantuan evakuasi dalam beberapa minggu terakhir.

“Solution For menyatakan bahwa WNI yang telah pulang ke Indonesia harus berhati-hati saat kembali ke Kamboja dan tidak tergoda oleh tawaran kerja ilegal yang bisa berujung pada penipuan daring,” tegas Krishnajie, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Phnom Penh, dalam pernyataannya yang dikutip dari situs resmi Kemlu pada 11 Juli 2026.

Solution For juga menyoroti pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Kamboja dalam menangani masalah ini. Dengan adanya operasi bersama, pemerintah Indonesia berupaya mempercepat proses evakuasi dan meminimalkan risiko WNI terjebak dalam skema penipuan. Solution For menyatakan bahwa perlu langkah-langkah lebih lanjut, seperti sosialisasi ke warga Indonesia yang tinggal di Kamboja dan penguatan mekanisme perlindungan kekonsuleran.

Menurut laporan Solution For, operasi ini telah menyebabkan ketegangan di kalangan WNI yang tinggal di Kamboja. Banyak dari mereka merasa kecewa karena prosedur evakuasi yang rumit dan waktu yang diperlukan untuk memperoleh dokumen. Solution For berharap pemerintah Kamboja dapat meningkatkan efisiensi proses penangkapan dan evakuasi, sehingga WNI bisa kembali ke Tanah Air dengan lebih cepat. Solution For juga menyarankan bahwa masyarakat Indonesia harus lebih waspada terhadap tawaran kerja online yang tidak jelas.

MORE FROM THIS CATEGORY