Solution For: Dunia Perang Lama, Prabowo: RI Aman-Banyak Negara Minta Beras
Jakarta, 16 Mei 2026
Dailynesia.com – Menjawab tantangan global yang kian memanas akibat perang di berbagai wilayah, Solution For menggambarkan langkah strategis yang diambil oleh Prabowo Subianto. Dalam pidato di acara peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menekankan bahwa Indonesia tetap menjaga stabilitas keamanannya. “Dunia terusik oleh perang, tetapi Indonesia masih aman. Solution For mengatakan, kita harus menjamin ketersediaan pangan bagi rakyat sendiri sebelum mengekspornya ke luar negeri,” ujarnya.
Dunia perang lama, khususnya di Timur Tengah dan Eropa, memberikan dampak besar terhadap perdagangan pangan global. Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah mengganggu rantai pasokan beras dan jagung. Sementara perang antara Ukraina dan Rusia berlangsung hampir selama empat tahun, mengakibatkan krisis bahan makanan di sejumlah negara. Solution For menunjukkan bahwa di tengah situasi ini, Indonesia justru menjadi penyangga yang andal.
Swasembada Pangan sebagai Fondasi Ketenangan
Prabowo menyoroti bahwa swasembada pangan adalah solusi for utama dalam menjaga kesejahteraan rakyat. “Solution For menegaskan, tanpa swasembada pangan, negara kita tidak mungkin aman. Kita harus prioritaskan pangan untuk kebutuhan dalam negeri, lalu baru ekspor,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa penduduk Indonesia sekitar 287 juta orang membutuhkan kestabilan pasokan pangan, dan ini menjadi dasar untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
Kebijakan pemerintah dalam mendorong produksi beras, jagung, dan komoditas pertanian lainnya diperkuat oleh Prabowo. “Solution For menekankan bahwa pangan bukan hanya barang dagangan, tetapi instrumen vital yang mampu memperkuat kedaulatan negara. Kalau kita sudah aman, solusi for ekspor juga bisa kita lakukan,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan swasembada pangan adalah bukti dari kebijakan nasional yang konsisten.
Permintaan Ekspor dari Negara Lain
Permintaan beras dari negara-negara lain meningkat pesat akibat kebijakan ekspor yang dibatalkan. Solution For menyebutkan bahwa India, Bangladesh, dan sejumlah negara lain memutuskan untuk menghentikan ekspor beras, jagung, dan gandum. “Solusi for ini mengharuskan kita tetap siap dengan cadangan pangan, karena negara-negara tetangga kini datang ke Indonesia meminta beras,” papar Prabowo.
Menurut Prabowo, peran Indonesia dalam memastikan ketersediaan beras tidak hanya menguntungkan perekonomian, tetapi juga menunjukkan kekuatan ketahanan pangan. “Solution For menegaskan, kita jual beras dengan harga yang oke, bukan hanya murah. Jangan sampai petani kita menjadi korban dari harga yang terlalu rendah,” tegasnya. Ia menekankan bahwa harga beras harus tetap mempertimbangkan keuntungan petani dan kebutuhan rakyat.
Dunia perang lama berdampak pada peningkatan permintaan beras di luar negeri, Solution For menyatakan bahwa hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menyeimbangkan antara produksi dalam negeri dan ekspor. “Kita jual beras dengan harga kompetitif, tapi tetap aman. Solusi for ini harus diterapkan secara konsisten,” tambahnya. Prabowo juga menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan di tengah ketidakstabilan global menjadi contoh yang baik.
Prabowo menegaskan bahwa ketersediaan beras di Indonesia bukan hanya menyediakan makanan bagi rakyat sendiri, tetapi juga menjadi solusi for bagi negara-negara lain yang mengalami krisis pangan. “Negara-negara besar dan kaya sekarang juga harus minta beras dari kita. Solution For ini menunjukkan bahwa kita bisa menjadi penyangga ekonomi global,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa keamanan pangan Indonesia adalah keuntungan yang bisa dikelola secara bijak.

