Siapa Abdul El-Sayed, Muslim Calon Kuat Senat AS yang Dibenci Trump?

2 hours ago  ·  4 min read
By David Williams - dailynesia.com
abdul-el-sayed-pemenang-pemilihan-pendahuluan-partai-demokrat-di-michigan-as-berbicara-dalam-sebuah-konferensi-pers-di-detroit-1786076585200_169

Siapa Abdul El Sayed Muslim: Calon Senat AS yang Menantang Establishment

Dailynesia.com – Siapa Abdul El Sayed Muslim yang kini menjadi sorotan publik Amerika Serikat? Nama Abdul El-Sayed semakin dikenal setelah ia berhasil meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat AS dari Michigan. Kemenangan ini terjadi di tengah kritik keras dari Presiden Donald Trump yang menyebut kandidat Muslim progresif tersebut sebagai “komunis pecundang yang membenci orang Yahudi dan Israel”. El-Sayed mengalahkan Haley Stevens, kandidat yang mendapat dukungan kuat dari petinggi partai serta kelompok lobi pro-Israel, termasuk American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

Perjalanan Hidup dan Karir Politik

Abdul El-Sayed, pria berusia 41 tahun, lahir di Rochester Hills, Michigan, dari pasangan imigran Mesir. Perjalanan akademisnya dimulai dari University of Michigan, kemudian meraih gelar dokter dari Columbia University, dan melanjutkan studi doktoralnya di University of Oxford. Pada tahun 2018, ia pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Michigan melalui jalur Partai Demokrat, namun harus mengakui kekalahan dari Gretchen Whitmer. Sejak saat itu, El-Sayed berkembang menjadi salah satu figur utama sayap progresif partai tersebut.

Sebagai seorang dokter dan politikus, El-Sayed dikenal dengan pendekatan progresifnya dalam kebijakan publik. Ia sering menyuarakan pentingnya reformasi sistem kesehatan dan pengurangan ketergantungan pada dana besar dari kelompok kepentingan tertentu. Pendekatan ini menjadi salah satu alasan mengapa ia berhasil menarik dukungan dari basis pemilih muda dan progresif di Michigan.

Tantangan Dana Kampanye dan Reaksi Trump

Tak lama setelah hasil pemungutan suara diumumkan, Trump langsung menyerang El-Sayed melalui pernyataannya. Kemenangan El-Sayed diraih dengan selisih suara yang sangat tipis. Meski demikian, hasil tersebut dianggap sebagai pukulan bagi kubu politik mapan Partai Demokrat dan kelompok pro-Israel yang menggelontorkan dana kampanye dalam jumlah besar untuk mendukung lawannya.

“Kami menghadapi sekitar US$70 juta (sekitar Rp1,16 triliun) yang diarahkan untuk melawan kami, tetapi kami terus berjuang,” katanya.

Menurut laporan tersebut, kemenangan El-Sayed menunjukkan bahwa besarnya dana kampanye dan dukungan elite politik tidak lagi menjamin kemenangan dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Slogan kampanyenya adalah “Uang keluar dari politik, uang masuk ke kantong Anda, Medicare untuk semua” dan berfokus pada penurunan biaya hidup dan perluasan akses layanan kesehatan.

Kemenangan Progresif di Michigan dan Negara Bagian Lain

Yang membuat kemenangan El-Sayed dinilai sangat penting bukan hanya karena besarnya dana kampanye dan dukungan elite yang harus ia hadapi, tetapi juga karena ia menang dalam pemilu tingkat negara bagian di Michigan. Negara bagian itu merupakan salah satu swing state yang memilih Donald Trump kurang dari dua tahun lalu.

Sebenarnya, El-Sayed bukan satu-satunya kandidat progresif yang meraih kemenangan di Michigan. Dalam pemilu yang sama, legislator negara bagian Donavan McKinney mengalahkan petahana Shri Thanedar yang didukung kelompok pro-Israel dalam pemilihan anggota DPR AS. Di distrik lain di utara Detroit, aktivis iklim William Lawrence juga memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk Kongres dengan selisih 15 poin.

Di berbagai negara bagian lain seperti California, Colorado, Pennsylvania, New Jersey, hingga New York, kandidat progresif juga berhasil mengalahkan sejumlah petahana maupun merebut kursi kosong di daerah basis Demokrat. CNBC Indonesia melaporkan bahwa tren ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam politik Amerika Serikat.

Isu Utama dan Tantangan ke Depan

Sementara itu, kemenangan El-Sayed juga menuai pujian dari Senator progresif Bernie Sanders. Sanders menyebut hasil tersebut sebagai “kemenangan paling luar biasa dalam politik modern Amerika”, mengingat El-Sayed mampu menang meski dana kampanyenya kalah jauh dibanding lawannya.

Isu perang di Gaza menjadi salah satu tema utama dalam kampanye El-Sayed. Ia berulang kali menyerukan agar anggaran pemerintah lebih diprioritaskan untuk layanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat dibanding pembiayaan perang di luar negeri. Pendekatan ini resonan dengan banyak pemilih yang lelah dengan konflik internasional yang terus berlanjut.

El-Sayed akan menghadapi kandidat Partai Republik, Mike Rogers, pada pemilihan umum Senat AS yang dijadwalkan berlangsung November mendatang. Rogers diketahui mendapat dukungan dari Trump dan diperkirakan kembali memperoleh sokongan dari kelompok pro-Israel. Jika berhasil memenangkan pemilihan umum pada November mendatang, Abdul El-Sayed akan menjadi Muslim pertama yang menjabat sebagai anggota Senat AS.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Abdul El-Sayed

Siapa Abdul El Sayed Muslim dan apa latar belakangnya? Abdul El-Sayed adalah seorang dokter dan politikus Muslim asal Michigan yang lahir dari pasangan imigran Mesir. Ia menempuh pendidikan di University of Michigan, Columbia University, dan University of Oxford.

Mengapa kemenangan El-Sayed dianggap mengejutkan? Kemenangannya dianggap mengejutkan karena ia mengalahkan kandidat yang didukung oleh kelompok pro-Israel dan mendapat dana kampanye sebesar US$70 juta, sementara kampanyenya jauh lebih kecil.

Apa isu utama dalam kampanye El-Sayed? Isu utama kampanyenya meliputi reformasi layanan kesehatan, pengurangan ketergantungan pada dana besar dari kelompok kepentingan, dan penekanan anggaran untuk kebutuhan domestik dibanding perang di luar negeri.

Kapan pemilihan umum Senat AS akan berlangsung? Pemilihan umum Senat AS dijadwalkan berlangsung pada November 2026, di mana El-Sayed akan menghadapi Mike Rogers dari Partai Republik.

MORE FROM THIS CATEGORY