Indonesia Targetkan 100 GW Energi Surya Lewat Pemanfaatan Jalan Tol
Dailynesia.com – Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan ambisi besar dalam transisi energi nasional. Melalui program ambisius tersebut, Indonesia menargetkan tercapainya kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW) pada tahun 2029. Langkah percepatan ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Kami ingin bergerak sangat cepat untuk menggunakan listrik dari energi surya. Kami memiliki rencana dan kami bertekad untuk berjalan secepat mungkin, dalam waktu tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya.
Ungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3/2026). Motivasi percepatan ini juga dipengaruhi oleh dinamika global yang tidak menentu.
Strategi Pemanfaatan Ruas Jalan Tol
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang merancang strategi inovatif untuk merealisasikan target tersebut. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah pemasangan panel surya di sepanjang koridor jalan tol di seluruh Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menjelaskan bahwa tahap awal akan difokuskan pada kawasan Jalan Tol Bali Mandara. Pemerintah berencana memanfaatkan lahan di sisi jalan sebagai area instalasi panel fotovoltaik.
Untuk pertama besok yang di Bali apa toh nama tolnya apa? Bali Mandara ya itu pinggir-pinggirnya nanti dipasang.
Setelah Bali, fokus pengembangan akan beralih ke Jalan Tol Sedyatmo yang menghubungkan ibu kota dengan Bandara Soekarno-Hatta. Tidak berhenti di sana, Kementerian ESDM juga mulai mengevaluasi potensi PLTS di sepanjang Tol Trans-Jawa.
Nah nanti pengembangan ke depan coba kemarin kita minta untuk exercise kalau sepanjang tol Jawa itu ada kira-kira dapat berapa sih gitu biar kita green-lah.
Dorongan Geopolitik dan Diversifikasi Energi
Keputusan untuk mempercepat pembangunan PLTS dinilai sangat mendesak. Eskalasi konflik serta ketidakpastian geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah, menjadi ancaman serius bagi stabilitas pasokan energi nasional.
Bagi kami, hal ini lebih mendesak karena situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan ketidakpastian strategis bagi keamanan energi kami.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Selain pengembangan PLTS, Indonesia juga mengoptimalkan potensi panas bumi. Sektor bahan bakar nabati juga mendapat perhatian serius dengan peningkatan produksi biodiesel 50% (B50) dan bioetanol.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Penuhi 100 Giga Watt RI Akan?
Penuhi 100 Giga Watt RI Akan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Penuhi 100 Giga Watt RI Akan matter?
Penuhi 100 Giga Watt RI Akan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

