Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa-Dewa

1 week ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
4aa7a922-4836-4f2c-acce-e3b2567d1190-0

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa-Dewa

Dailynesia.com – Menurut Presiden Prabowo Subianto, kekayaan negara yang terus mengalir ke luar negeri menjadi penghambat utama dalam memberikan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama hal ini berlangsung, mustahil masyarakat dapat merasakan kesejahteraan yang seharusnya mereka dapatkan. Namun, menurutnya, ilmu ekonomi bukanlah sesuatu yang rumit atau dianggap sebagai “ilmu dewa-dewa” seperti yang sering dipikirkan orang.

Konteks Pidato di Jakarta Convention Center

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Acara tersebut berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, di Jakarta Convention Center. Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional agar tetap berada di dalam negeri dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Kita ingin merdeka dari sejak ratusan tahun, puluhan tahun. Kita ingin merdeka agar kita, seluruh rakyat Indonesia, hidup layak. Kita menginginkan rakyat kita hidup layak. Bagaimana kita bisa memberi kehidupan layak kepada rakyat kita kalau kekayaan kita diambil terus, dibawa ke luar negeri dan tidak dinikmati oleh rakyat kita? Ini tidak masuk akal. Di mana ada ilmu ini?,”

Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk memperjelas pemahamannya, Prabowo memberikan contoh konkret dari aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat biasa. Ia menyebutkan bahwa warung kopi yang dikelola oleh ibu-ibu atau bapak-bapak merupakan bentuk sederhana dari ekonomi.

“Jadi ibu-ibu, bapak-bapak, ekonomi itu jangan dianggap ilmu yang ilmu dewa-dewa gitu. Ekonomi itu sederhana. Kalau ibu buka warung, ya itu ekonomi. Satu cangkir kopi modalnya berapa, dijual berapa, selisihnya itu untung, untung ditabung,”

Menurut ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), masalah utama perekonomian Indonesia saat ini adalah kekayaan bangsa yang tidak ditabung di dalam negeri. Hal ini menyebabkan manfaat ekonomi tidak optimal bagi masyarakat.

“Indonesia ini kekayaannya dibawa ke luar dan tidak ditabung-tabung karena nggak ada di Indonesia,”

Amanat Konstitusi yang Harus ditegakkan

Lebih jauh, kepala negara menjelaskan bahwa arah kebijakan ekonomi yang sedang dijalankan bukanlah gagasan baru. Sebaliknya, hal tersebut merupakan implementasi dari amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pada pasal 33 dan 34.

“Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar kita, itu keyakinan saya. Gagasan saya tidak ada yang baru. Gagasan saya tidak ada yang luar biasa. Gagasan saya hanya ingin menegakkan Undang-Undang Dasar kita. Karena saya yakin bahwa Pasal 33 itu dan Pasal 34 itu adalah roh dari perjuangan pendiri-pendiri bangsa kita,”

MORE FROM THIS CATEGORY