Kebakaran Besar di Kreta: Evakuasi Massal dan Korban Jiwa
Dailynesia.com – Operasi pemadaman di Pulau Kreta, Yunani, harus menghadapi tantangan serius akibat angin kencang yang terus bertiup. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan upaya memadamkan api, tetapi juga menyebabkan tiga petugas kehilangan nyawa selama operasi berlangsung. Dua dari mereka gugur saat bekerja di Kreta pada Rabu (29/7/2026), sedangkan satu petugas lainnya meninggal dunia dalam misi pemadaman di daratan utama negara tersebut.
Kebakaran hutan yang meluas memaksa ratusan orang meninggalkan rumah mereka pada Kamis (30/7/2026). Evakuasi mencakup sembilan permukiman dan desa di wilayah Rethymno, termasuk Agia Galini yang merupakan destinasi wisata favorit. Para pengungsi dibawa menggunakan kapal penjaga pantai serta kendaraan darat, kemudian ditampung di berbagai gedung publik dan hotel di seluruh pulau.
Pengalaman Mencekam Para Wisatawan
Sebagian besar wisatawan menghabiskan malam di gimnasium Kota Moires yang telah disiapkan dengan tempat tidur lipat, makanan, dan bantuan dari Palang Merah Yunani. Mereka menggambarkan momen tersebut sebagai pengalaman yang sangat menakutkan setelah harus meninggalkan lokasi dengan cepat.
“Itu menakutkan. Kami bisa melihat kobaran api di perbukitan di atas desa, dan polisi serta petugas pemadam kebakaran hanya menyuruh semua orang untuk segera pergi,” kata Peter Wood, wisatawan asal Inggris yang saat itu menginap di Agia Galini.
Peter Wood menceritakan bahwa ia melihat api mulai membesar di perbukitan sebelum aparat memerintahkan pengungsian. Para wisatawan yang selamat kemudian meninggalkan lokasi melalui jalur darat maupun laut.
Upaya Pemadaman Berlanjut
Hingga Kamis, lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran terus berupaya mengendalikan api. Dukungan datang dari puluhan mobil pemadam serta pesawat pengebom air yang beroperasi di kawasan terdampak. Kebakaran ini telah menghancurkan lahan pertanian, kebun zaitun, dan sejumlah rumah warga.

