Letusan Besar di Zaporizhzhia: Serangan Udara Rusia Tewaskan Warga
Dailynesia.com – Kota Zaporizhzhia di Ukraina selatan kembali menjadi sasaran serangan udara pada hari Minggu, 26 Juli 2026. Bom luncur buatan Rusia menghantam wilayah tersebut dengan kekuatan besar, menyebabkan kebakaran hebat dan menewaskan setidaknya satu warga sipil. Selain korban jiwa, enam orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi.
Korban di Dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Gubernur wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, menjelaskan bahwa jenazah ditemukan di area sekitar stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). Lokasi tersebut juga mengalami kerusakan cukup parah akibat dampak ledakan. Petugas penyelamat terlihat berusaha memadamkan api pada sebuah mobil yang terbakar, dengan jenazah masih berada di dalamnya. Beberapa kendaraan lain juga hangus terbakar dalam serangan tersebut.
Menurut Ivan Fedorov, dua korban tewas berusia sekitar 60 tahun, sementara satu korban lainnya berusia 49 tahun.
Sejarah Serangan Berulang di Kota Sama
Zaporizhzhia telah menjadi salah satu kota yang paling sering dibom dalam beberapa bulan terakhir. Hanya beberapa hari sebelum serangan terbaru, tepatnya pada hari Selasa, kota ini juga mengalami serangan bom berpemandu. Serangan sebelumnya menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lebih dari belasan warga lainnya.
Administrasi militer regional melaporkan bahwa tujuh lantai dari sebuah gedung apartemen setinggi sembilan lantai terbakar akibat serangan bom tersebut. Kebakaran ini menambah daftar kerusakan infrastruktur sipil yang terus bertambah di wilayah Ukraina.
Modifikasi Senjata Soviet untuk Serangan Jarak Jauh
Pejabat Ukraina menyatakan bahwa Rusia kini semakin sering memanfaatkan bom berpemandu dalam operasi militernya. Senjata ini merupakan bom era Soviet yang telah dimodifikasi dengan penambahan sayap dan sistem navigasi modern. Perubahan tersebut memungkinkan bom diluncurkan dari udara dengan jangkauan yang lebih jauh. Banyak senjata jenis ini digunakan untuk menyerang wilayah yang berada di dekat garis depan pertempuran.
Moskow secara konsisten membantah tuduhan bahwa mereka menargetkan warga sipil secara sengaja. Namun, sejak melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada bulan Februari 2022, Rusia berulang kali dituduh menyerang bangunan permukiman dan berbagai infrastruktur sipil di berbagai wilayah Ukraina. Serangan-serangan ini terus menambah penderitaan masyarakat Ukraina yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

