Polisi Tangkap Warga Suriah Penyelundup Narkoba Jenis Captagon 227 Kg

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
petugas-polisi-india-berjaga-di-pos-pemeriksaan-menyusul-dugaan-serangan-militan-di-pahalgam-di-distrik-anantnag-kashmir-selat-1745367472446_169

Polisi India Tangkap Warga Suriah yang Menyelundupkan 227 Kg Narkoba Captagon

Dailynesia.com – Petugas anti-narkoba dari Kementerian Dalam Negeri India berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkoba Captagon yang melibatkan seorang warga Suriah. Dalam operasi penyitaan yang berlangsung pada 11 Mei 2026, petugas menemukan 227 kilogram narkoba jenis Captagon, sejenis amfetamin yang dikenal memiliki efek psikotropik kuat. Penangkapan ini menjadi kasus pertama di India terkait narkoba ini, yang tergolong langka dan belum banyak dikenal oleh masyarakat lokal.

Latar Belakang Operasi Penangkapan

Kasus penyelundupan Captagon ini diungkapkan setelah petugas menemukan tablet narkoba dalam kontainer yang mengangkut wol domba. Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri menyebutkan bahwa narkoba tersebut diharapkan dikirim ke wilayah Teluk, khususnya Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa pelaku penangkapan merupakan anggota dari “sindikat narkoba internasional” yang aktif mengalirkan barang ilegal ke berbagai negara.

Menurut laporan yang diwartakan oleh AFP, narkoba Captagon yang disita dikenal sebagai “obat jihad” karena sering digunakan oleh kelompok teroris di wilayah konflik. Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap gram narkoba yang masuk atau keluar dari India, dengan memanfaatkan negara ini sebagai rute transit untuk distribusi global. “Ini adalah tindakan penting untuk memutus rantai perdagangan narkoba yang merusak,” tambah Shah dalam pernyataan resmi.

Detail Narkoba Captagon dan Pengaruhnya

Captagon memiliki kekuatan psikotropik yang sangat tinggi, sehingga menjadi pilihan utama bagi pengguna yang ingin mencapai efek stimulan ekstrem. Narkoba ini diproduksi di Suriah dan sebagian besar dikirim ke Timur Tengah, Afrika, serta Asia Selatan. Dalam perang sipil Suriah yang berlangsung sejak 2011, Captagon menjadi sumber pendanaan utama bagi pemerintahan Bashar al-Assad, karena mudah dijual dan dicari oleh kelompok-kelompok radikal.

Penggeledahan di New Delhi mengungkapkan bahwa narkoba ini diselundupkan dalam bentuk tablet, yang tersembunyi dalam muatan wol domba. Metode ini memudahkan pelaku untuk melewati pemeriksaan di bandara dan pelabuhan, karena barang-barang seperti wol domba sering kali tidak disuspiksi secara ketat. Namun, petugas berhasil mengidentifikasi keberadaan Captagon berkat teknik pemeriksaan canggih dan kerja sama antar-lembaga keamanan.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Dalam Negeri India menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke negara tersebut. “Kita memperketat protokol pemeriksaan dan meningkatkan koordinasi dengan negara-negara tetangga untuk mengantisipasi keberadaan narkoba baru seperti Captagon,” ujar perwakilan kementerian dalam wawancara media.

Konteks Penyelundupan dari Suriah

Kepolisian Suriah telah mencatat beberapa penangkapan besar Captagon sejak jatuhnya Presiden Bashar al-Assad pada 2021. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pemerintahan Suriah berubah, ekspor narkoba jenis ini tetap aktif. Negara-negara tetangga, seperti Irak dan Libanon, juga melaporkan temuan penyelundupan yang signifikan, menunjukkan bahwa Captagon sudah menjadi produk narkoba yang populer di pasar internasional.

Berdasarkan laporan dari organisasi penangkapan internasional, Captagon terus meningkatkan kehadirannya di berbagai wilayah, terutama di daerah dengan konflik berkepanjangan. Di India, narkoba ini dianggap sebagai ancaman baru yang perlu diperhatikan, karena efeknya bisa menyebabkan ketergantungan cepat dan berbagai masalah kesehatan. “Kita perlu mempercepat pengenalan narkoba ini kepada masyarakat agar bisa mengantisipasi dampaknya,” tambah seorang ahli narkotika dari universitas lokal.

Penangkapan warga Suriah ini menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan penyelundupan bisa melebar hingga ke Asia Selatan. Dengan memperketat regulasi, India berharap bisa meminimalkan risiko penyebaran Captagon dan menjaga kesehatan masyarakat. “Ini bukan hanya kasus kecil, tapi peristiwa penting dalam upaya kita menangkal kejahatan narkoba global,” kata Shah dalam konferensi pers.

Hal ini juga mengingatkan negara-negara lain tentang pentingnya kerja sama internasional dalam menangani masalah narkoba. Dengan memanfaatkan jaringan penyelundup yang ada, Captagon bisa mencapai pasar baru dan memperluas jangkauannya. Kementerian Dalam Negeri India berencana mengadakan pelatihan khusus untuk petugas di sektor logistik dan transportasi, agar bisa mengenali berbagai bentuk penyelundupan narkoba secara lebih efektif.

MORE FROM THIS CATEGORY