Pesawat Bawa 277 Penumpang Terbakar saat Mendarat – Muncul Api di Ban

3 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
turkish-airlines-jenis-airbus-a330-bruce-bennett-getty-images-north-america-getty-images-via-afp-1778477788057_169

Pesawat Bawa 277 Penumpang Terbakar saat Mendarat – Muncul Api di Ban

Dailynesia.com – Pesawat Bawa 277 Penumpang Terbakar saat mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, Nepal, pada Senin (11 Mei 2026). Insiden yang terjadi saat pesawat milik Turkish Airlines melakukan pendaratan normal berujung pada munculnya api di bagian ban roda pendaratan. Api yang muncul menyebabkan kepanikan di antara penumpang dan memaksa otoritas bandara untuk menghentikan operasi pesawat selama sekitar satu jam. Kebakaran ini menjadi sorotan karena melibatkan jumlah penumpang yang cukup besar, yaitu 277 orang, serta 11 awak kabin yang berada di dalam pesawat.

Kejadian dan Evakuasi

Kejadian dimulai ketika pesawat Airbus A330, yang berangkat dari Istanbul, tiba di Bandara Tribhuvan. Saat pesawat bergerak di jalur taksi setelah mendarat, api terlihat membara di ban belakang kanan. Meski api tidak menyebabkan kerusakan serius pada bagian utama pesawat, kejadian ini mengganggu proses pendaratan dan lepas landas. Petugas pemadam kebakaran serta tim darurat langsung dikerahkan untuk menangani situasi tersebut. Proses evakuasi berjalan lancar, dengan seluruh penumpang dievakuasi melalui pintu darurat tanpa ada korban luka. Pesawat Bawa 277 Penumpang Terbakar ini berjalan sehat meskipun harus diangkut ke jalur taksi untuk diperiksa lebih lanjut.

Saat api mulai membesar, penumpang mengalami kecemasan yang signifikan. Beberapa mengatakan melihat asap menyemburatkan dari bagian bawah pesawat, sementara lainnya mengungkapkan kaget melihat roda yang terbakar. Namun, karena prosedur evakuasi yang cepat dan komunikasi yang baik dari awak kabin, tidak ada penumpang yang terluka. Kebakaran di ban pesawat memicu pertanyaan tentang keandalan sistem pendaratan dan keselamatan penerbangan. Pesawat Bawa 277 Penumpang Terbakar ini memperlihatkan bagaimana kecelakaan kecil bisa berdampak besar pada operasional bandara dan kepercayaan masyarakat terhadap penerbangan.

Penyebab dan Investigasi

Setelah api dipadamkan, juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, Gyanendra Bhul, mengungkapkan bahwa sumber api berada di ban belakang kanan pesawat. Menurut Bhul, kebakaran ini terjadi karena kerusakan teknis pada sistem pipa hidrolik yang mengarah pada kebocoran bahan bakar. Meski api tidak menyebabkan kecelakaan serius, insiden ini menggambarkan potensi risiko yang bisa terjadi selama pendaratan. Turkish Airlines menyatakan bahwa mereka sedang melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Pesawat Bawa 277 Penumpang Terbakar ini juga memicu diskusi tentang perbaikan keamanan di bandara-bandara internasional.

Pesawat Bawa 277 Penumpang Terbakar yang terjadi di Tribhuvan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan. Meski sistem darurat berjalan efektif, kecelakaan ini menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin pada bagian pesawat yang rentan terhadap kerusakan. Otoritas bandara menyatakan bahwa proses pemeriksaan teknis sedang dilakukan, dan sejumlah karyawan bandara diberikan instruksi khusus untuk memastikan keberlangsungan operasi setelah insiden tersebut. Pihak Turkish Airlines juga berkomitmen untuk memulihkan layanan dengan segera, termasuk menyiapkan penerbangan tambahan untuk memastikan penumpang kembali ke destinasi asal.

Dalam wawancara dengan Reuters, Bhul menjelaskan bahwa kebakaran terjadi hanya di bagian ban belakang kanan dan tidak merambat ke bagian lain pesawat. “Pesawat tersebut tidak dapat terbang setelah kebakaran, tetapi semua penumpang telah dievakuasi dengan aman,” katanya. Meski tidak ada korban, insiden ini tetap menjadi perhatian publik dan media lokal serta internasional. Pesawat Bawa 277 Penumpang Terbakar di Nepal juga memicu reaksi dari penumpang yang mengunggah pengalaman mereka di media sosial. Beberapa menjelaskan proses evakuasi yang cepat, sementara lainnya mengkritik kecepatan respons otoritas bandara.

MORE FROM THIS CATEGORY