Kota Terendam Banjir Monsoon, Ratusan Jiwa Tertelan Bencana di Pakistan
Dailynesia.com – Gambar satelit dan udara menangkap momen dramatis permukiman di Desa Noorpur, Muridke, Pakistan, yang tenggelam di bawah air. Fenomena ini terjadi pada hari Selasa, 28 Juli 2026, saat hujan monsoon terus mengguyur wilayah tersebut. (REUTERS/Murtaza Ali)
Korban Tewas Capai 110 Orang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pakistan, atau yang dikenal dengan singkatan NDMA, menyampaikan laporan resmi kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif di Islamabad. Berdasarkan data terbaru, jumlah korban jiwa akibat bencana alam ini telah mencapai seratus sepuluh orang. Laporan tersebut disampaikan pada hari Selasa, 28 Juli 2026, setelah serangkaian hujan deras melanda negara tersebut sejak 26 Juni lalu. (REUTERS/Murtaza Ali)
Hujan monsoon yang berlangsung sejak 26 Juni telah memicu serangkaian bencana mematikan yang berdampak luas terhadap masyarakat.
Ribuan Warga Terdampak dan Luka-luka
Selain korban tewas, ratusan warga lainnya juga mengalami cedera. Angka resmi menyebutkan sekitar tiga ratus enam puluh orang dilaporkan luka-luka akibat berbagai insiden yang dipicu cuaca ekstrem. Kerusakan infrastruktur dan rumah tangga turut memperparah kondisi masyarakat yang terdampak. (REUTERS/Murtaza Ali)
Provinsi Barat Laut Paling Parah
NDMA mengidentifikasi Provinsi Khyber Pakhtunkhwa sebagai wilayah dengan korban jiwa terbanyak. Kawasan di barat laut Pakistan ini menjadi episentrum hujan deras dan banjir bandang yang menghancurkan permukiman warga. Sementara itu, Provinsi Punjab mencatat angka korban terbesar berikutnya setelah Khyber Pakhtunkhwa. (REUTERS/Murtaza Ali)
Rumah-rumah Rusak dan Dampak Jangka Panjang
Badan NDMA mencatat hampir delapan ratus rumah mengalami kerusakan selama musim hujan yang masih berlangsung. Kondisi ini menambah beban berat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan parah pada hunian mereka. Pemerintah Pakistan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi karena curah hujan tinggi diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. (REUTERS/Murtaza Ali)

