Lulusan IPDN Siap Menjadi Penggerak Perubahan di Tingkat Daerah
Dailynesia.com – Upacara serah terima resmi telah diselenggarakan di Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (29/7/2026). Acara bersejarah ini menandai momen penting bagi generasi muda aparatur negara yang akan mengemban tugas besar. Pamong Praja Muda IPDN Diharapkan dapat menjadi motor penggerak transformasi di berbagai daerah penugasan mereka. Proses serah terima dimulai dari Rektor IPDN kepada Sekjen Kemendagri, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang akan menerima para lulusan baru ini.
Profil dan Penempatan Lulusan Baru
Sebanyak 1.204 Pamong Praja Muda resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara yang dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara. Mereka akan menjalani penugasan dengan rincian yang telah ditentukan secara cermat. Sebanyak 135 orang ditempatkan di instansi pusat untuk mengisi posisi strategis di tingkat nasional. Sementara itu, 1.069 orang lainnya tersebar di lingkungan Pemda untuk memperkuat aparatur daerah. Dari jumlah tersebut, 214 orang akan bertugas di pemerintah provinsi dan 855 orang di pemerintah kabupaten/kota.
Visi dan Misi sebagai Agen Perubahan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menyampaikan harapannya agar para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integritas dan dedikasi tinggi dari setiap lulusan. Mereka juga diharapkan menjunjung tinggi integritas serta menjalankan tugas sebagai pengayom dan pelayan masyarakat yang sesungguhnya.
“Persiapkan anak-anak kita ini untuk dapat mengampu, memahami karakteristik daerah, memahami aturan yang berkaitan dengan calon pekerjaannya, wawasan hak dan kewajibannya, sehingga yang bersangkutan merasa punya tanggung jawab,” ujar dia dalam keterangan tertulis.
Tomsi menambahkan bahwa para Pamong Praja Muda dididik untuk menjadi pengayom masyarakat yang mampu melayani dengan baik. Karena itu, mereka juga didorong membangun komunikasi yang efektif dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat di daerah penugasan. Kemampuan interpersonal menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menjalankan peran sebagai aparatur negara.
“Pegang teguh integritas dan jaga kepercayaan masyarakat. Di mana pun kita ditempatkan, jangan ada yang merasa kecewa,” tegasnya.
Menurutnya, tanggung jawab utama seorang pamong adalah memberikan pelayanan terbaik sehingga mampu menjadi aparatur yang bermental kuat dan terus berorientasi pada kemajuan. Para lulusan ini diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga membawa inovasi dalam pelayanan publik di daerah masing-masing.
“Sebagai penutup, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Pamong Praja Muda yang akan segera melaksanakan penugasan,” pungkasnya.
Keberhasilan para lulusan IPDN dalam menjalankan tugasnya akan sangat bergantung pada kesiapan mental, pengetahuan, dan komitmen mereka terhadap pelayanan publik. Dengan bekal pendidikan yang berkualitas dari IPDN, mereka diharapkan dapat menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di Indonesia.

