Pakar Imbau Ibu Hamil Pahami Risiko Paparan BPA dari Galon Guna Ulang

2 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
3a50fc3e-6c92-4d68-847c-deab46cfe6a7-0

New Policy: Pakar Sarankan Ibu Hamil Waspadai BPA dari Galon Guna Ulang

Dailynesia.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu dan bayi, New Policy yang baru diterapkan menyoroti pentingnya ibu hamil memahami risiko paparan Bisphenol A (BPA) dari galon guna ulang. Zat ini, yang sering ditemukan dalam kemasan plastik, dikenal sebagai pengganggu hormon dan dapat memengaruhi perkembangan janin serta sistem reproduksi masa depan. Peraturan ini menekankan perlunya kehati-hatian dalam penggunaan wadah plastik berulang, terutama pada tahap awal kehamilan, sebagai bagian dari langkah pencegahan.

Persiapan Kehamilan dan Kebutuhan Edukasi

Pakar kesehatan reproduksi, Budi Wiweko, menegaskan bahwa New Policy menjadi alat penting untuk memandu ibu hamil dalam mengurangi paparan BPA. “Kini, kehamilan harus direncanakan secara matang, termasuk memahami lingkungan yang akan dihuni oleh janin,” ujarnya, seperti dilansir Rabu (3/6/2026). Menurut Budi, BPA dapat mengganggu keseimbangan hormon, menyebabkan risiko seperti kista endometriosis, PCOS, dan gangguan perkembangan janin.

“Paparan BPA selama tiga bulan pertama kehamilan sangat berisiko, karena itu adalah fase kritis untuk pembentukan organ-organ vital bayi,” tegas Budi.

BPOM RI telah menetapkan ambang batas migrasi BPA sebesar 0,6 mg/kg dalam produk pangan. Namun, New Policy menekankan perlunya edukasi lebih luas, terutama bagi ibu hamil yang menggunakan galon atau wadah plastik sehari-hari. Budi menyarankan untuk mengganti wadah berulang kali dengan bahan yang lebih aman, seperti kaca atau keramik, sebagai bagian dari kebijakan ini.

Paparan BPA dan Dampak pada Kesehatan Janin

Ketika terpapar BPA, tubuh ibu hamil dapat menyerap zat tersebut melalui air minum atau makanan yang disimpan dalam wadah plastik. Hal ini memicu perubahan hormon yang berpotensi memengaruhi perkembangan janin, termasuk risiko pubertas dini. New Policy memandu masyarakat untuk memahami mekanisme paparan BPA dan cara menghindarinya sejak awal kehamilan.

“Pubertas dini tidak hanya terkait pada usia tubuh, tetapi juga tergantung pada lingkungan yang diperoleh sejak masa kandungan,” jelas Ratih Zulhaqqi, psikolog yang membahas hubungan antara paparan BPA dengan kesiapan orang tua.

Ratih menambahkan bahwa New Policy berfokus pada kebutuhan pendidikan dan perubahan perilaku untuk mencegah paparan BPA. Ia menyarankan agar keluarga mengganti galon guna ulang dengan wadah yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Dengan demikian, kebijakan ini berkontribusi pada upaya menjaga kualitas hidup generasi mendatang.

Implementasi New Policy dalam Kehidupan Sehari-hari

New Policy tidak hanya menjadi panduan teoritis, tetapi juga ditujukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah bersama organisasi kesehatan telah meluncurkan kampanye edukasi melalui media sosial, pusat kesehatan, dan sekolah. Ibu hamil diwajibkan memahami peran BPA dalam proses pengembangan janin, serta cara menghindari kontak berlebihan dengan bahan plastik.

Kebijakan ini juga mendorong produsen wadah plastik untuk memperbarui bahan-bahan yang digunakan, sesuai standar keamanan yang lebih ketat. Pemerintah mengharapkan adopsi New Policy dapat mengurangi risiko gangguan hormonal dan membantu masyarakat memahami manfaat menggunakan wadah alternatif.

Menurut Budi, New Policy adalah bukti komitmen pemerintah untuk memprioritaskan kesehatan ibu hamil. “Peraturan ini menjadi langkah proaktif, karena paparan BPA tidak hanya menyebabkan risiko fisik, tetapi juga berdampak pada kualitas kehidupan keluarga,” katanya.

Kesiapan Keluarga dan Pertumbuhan Anak

Ratih Zulhaqqi menekankan bahwa New Policy juga menginspirasi keluarga untuk bersiap secara lebih baik sejak sebelum kehamilan. “Paparan BPA sejak masa kandungan dapat memengaruhi metabolisme anak, termasuk pola tidur dan asupan nutrisi,” jelasnya. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap bahan kemasan harus menjadi bagian dari perencanaan kehamilan.

“Kebiasaan menggunakan galon berulang kali justru mengubah rutinitas sehari-hari, yang bisa memengaruhi kesehatan janin sejak awal,” tambah Ratih.

Dengan New Policy, harapan utama adalah mengurangi risiko kesehatan yang disebabkan oleh bahan kimia ini. Selain itu, kebijakan ini juga berdampak pada kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan keamanan produk yang digunakan. Penerapan peraturan ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk ibu hamil dan janin.

MORE FROM THIS CATEGORY