Nasib 950 Dapur MBG Terancam, Sudaryono Ungkap Biang Masalahnya

2 hours ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
sidak-perdana-kepala-badan-gizi-nasional-bgn-sudaryono-ke-sejumlah-dapur-sppg-di-bogor-jumat-2472026-dok-biro-humas-bgn-1784873744033_169

Nasib 950 Dapur MBG Terancam: Sudaryono Jelaskan Penyebab Utama

Dailynesia.com – Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang menghadapi masa-masa kritis. Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), secara resmi mengumumkan bahwa Nasib 950 Dapur MBG Terancam akibat ketidakmampuan memenuhi standar laik higienis dan sanitasi (SLHS). Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Jakarta. Sebanyak 950 dapur yang selama ini beroperasi dalam program MBG kini masuk dalam daftar merah yang berpotensi menerima sanksi berat, termasuk penutupan permanen.

Menurut Sudaryono, sertifikat SLHS kini menjadi prasyarat mutlak bagi setiap dapur yang menjalankan program MBG. BGN memberikan kesempatan terakhir hingga tanggal 10 Agustus bagi dapur yang sudah beroperasi namun belum melengkapi dokumen tersebut. Dalam pernyataannya, Sudaryono menyampaikan bahwa laporan saat ini menunjukkan banyak dapur yang berpotensi tidak layak dari segi sanitasi dan higienis. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat program MBG melayani jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Sampai sejauh ini kami mendapatkan laporan ada 950 dapur yang kami curigai sampai dengan hari ini kemungkinan besar tidak layak sanitasi dan higienis yang kemungkinan akan kami umumkan di kemudian hari berapa yang pasti kami tutup secara permanen karena tidak layak secara higienis dan sanitasi,” ujar Sudaryono.

Mekanisme Sanksi yang Lebih Ketat

Sudaryono menjelaskan bahwa dapur yang gagal memenuhi standar higienis dan sanitasi akan langsung dikenai sanksi berat mengingat hal tersebut menyangkut keselamatan penerima manfaat program. Ia menekankan bahwa SLHS bukan sekadar syarat administratif, melainkan ketentuan yang harus dipenuhi secara ketat. BGN juga telah menerbitkan pedoman baru terkait pemberian sanksi kepada dapur yang melakukan pelanggaran.

Pelanggaran tersebut mencakup kasus keracunan maupun kejadian lain yang dikategorikan sebagai insiden menonjol. Mekanisme suspensi kini berjalan secara otomatis berdasarkan tingkat keparahan pelanggaran yang terjadi. Sudaryono menerangkan bahwa suspensi dibagi menjadi tiga kategori utama. Suspensi ringan berlaku selama sepuluh hari, sedang selama dua puluh hari, dan berat selama tiga puluh hari. Selain itu, terdapat juga sanksi penutupan permanen untuk kasus-kasus tertentu.

“Nah sekarang kami by system, jadi suspensi itu kami bagi tiga, ringan 10 hari, sedang 20 hari, dan berat 30 hari, dan suspensi permanen,” katanya.

Evaluasi Ketat untuk Dapur yang Sering Melanggar

Dapur yang telah menerima suspensi lebih dari dua kali akan menjalani evaluasi yang lebih ketat. Apabila setelah dibuka kembali masih terjadi kasus keracunan atau pelanggaran serupa, BGN akan mempertimbangkan untuk menutup dapur tersebut secara permanen. Sudaryono menambahkan bahwa evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan.

“Manakala dapur itu kemudian mendapatkan suspensi lebih dari dua kali, kemudian setelah dibuka kok kemudian ada kondisi keracunan lagi, maka ini menjadi kondisi di mana kami pertimbangkan untuk disuspensi permanen,” ujar Sudaryono.

Kendala Penerbitan Sertifikat SLHS

BGN mengakui bahwa masih terdapat berbagai kendala di lapangan dalam proses penerbitan sertifikat SLHS. Sejumlah mitra mengeluhkan lambatnya proses maupun perbedaan respons dari dinas kesehatan di masing-masing kabupaten dan kota. Untuk mengatasi hal tersebut, BGN telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh jajarannya di daerah agar memberikan pendampingan administrasi kepada mitra yang sedang mengurus sertifikat.

Mitra yang mengalami hambatan juga diminta untuk melaporkan kendala tersebut kepada BGN agar dapat ditindaklanjuti sebelum batas waktu 10 Agustus berakhir. Sudaryono menegaskan bahwa evaluasi terhadap seluruh dapur akan dilakukan setelah tenggat waktu tersebut selesai. Dari hasil pemeriksaan, BGN akan mengumumkan daftar dapur yang dinyatakan tidak memenuhi standar higienis dan sanitasi serta harus ditutup secara permanen.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Nasib 950 Dapur MBG Terancam

Apa itu SLHS dan mengapa penting untuk dapur MBG? SLHS adalah Singkatan dari Laik Higienis dan Sanitasi. Sertifikat ini membuktikan bahwa dapur memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang ditetapkan oleh pemerintah. SLHS menjadi penting karena menyangkut kesehatan penerima manfaat program MBG.

Berapa batas waktu untuk melengkapi sertifikat SLHS? BGN memberikan kesempatan terakhir hingga tanggal 10 Agustus 2026 bagi dapur yang sudah beroperasi namun belum melengkapi dokumen SLHS. Dapur yang tidak melengkapi dokumen dalam batas waktu tersebut akan menghadapi risiko penutupan permanen.

Apa saja jenis sanksi yang bisa diterima oleh dapur MBG? Sanksi yang bisa diterima meliputi suspensi ringan (10 hari), suspensi sedang (20 hari), suspensi berat (30 hari), dan suspensi permanen. Sanksi permanen diberikan untuk kasus-kasus tertentu seperti keracunan berulang atau pelanggaran standar higienis yang serius.

Bagaimana cara mitra melaporkan kendala penerbitan SLHS? Mitra yang mengalami hambatan dalam proses penerbitan SLHS dapat melaporkan kendala tersebut langsung kepada BGN. BGN akan memberikan pendampingan administrasi dan memastikan kendala ditindaklanjuti sebelum batas waktu 10 Agustus berakhir.

More from this category