Minta Pihak Mal Bongkar Pagar Tinggi, Pramono: Jakarta Selalu Aman

1 day ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
dc2dba15-9b69-466e-b676-fc1aa593c5ce-0

Pramono Anung Usulkan Pembongkaran Pagar Tinggi di Mal Jakarta Selatan

Dailynesia.com – Media sosial Threads ramai dibicarakan setelah muncul unggahan yang memperlihatkan salah satu pusat perbelanjaan ternama di wilayah Jakarta Selatan memasang pagar besi berukuran besar pada bagian luarnya. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan harapannya agar instalasi pagar tersebut segera dibongkar.

Menyikapi Pemasangan Pagar

Pramono mengakui bahwa ia juga memperhatikan fenomena pemasangan pagar ini. Menurutnya, langkah tersebut mungkin berasal dari rasa khawatir, namun ia yakin akan meminta agar pagar-pagar itu dikembalikan ke kondisi semula.

“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” kata Pramono kepada wartawan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

Gubernur menilai bahwa kekhawatiran berlebihan dari pengelola mal yang memasang pagar tinggi bukanlah hal yang positif. Ia berkomitmen untuk berkoordinasi dengan TNI dan Polri guna meyakinkan masyarakat bahwa Jakarta merupakan kota yang aman.

“Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta. Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu, tapi mudah-mudahan nggak. Saya yakin nggak, saya yakin nggak,” bebernya.

Pramono juga menegaskan keyakinannya bahwa Jakarta tetap aman. Ia berharap kota ini selalu nyaman dan memberikan kebahagiaan bagi siapa saja yang menikmati suasana Jakarta, seperti yang dirasakan saat ini di Blok M.

Penjelasan APPBI tentang Fungsi Pagar

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, telah menegaskan bahwa pemasangan pagar tidak dilakukan karena adanya ancaman kerusuhan. Menurutnya, tujuan utama adalah untuk menata akses keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib.

“Ya sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan gitu loh, arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dan keluar dari mana saja, sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar gitu kan,” ujar Alphonzus menjawab pertanyaan CNBC Indonesia saat ditemui di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis lalu dikutip Sabtu (1/8/2026).

Alphonzus menjelaskan bahwa penggunaan pagar sebenarnya bukanlah hal baru bagi pusat perbelanjaan. Banyak mal yang telah menggunakan pagar sejak awal beroperasi. Ia menambahkan bahwa selain untuk pengaturan lalu lintas pengunjung, pagar juga berfungsi sebagai perimeter keamanan, terutama bagi mal yang lokasinya berdekatan dengan titik-titik yang kerap menjadi lokasi aksi demonstrasi.

“Tetapi sekaligus juga tentunya, beberapa teman-teman pusat perbelanjaan yang berada di dekat dengan pusat-pusat kegiatan demonstrasi. Itu juga kan sering terjadi demonstrasi-demonstrasi di beberapa wilayah tertentu begitu. Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu batas pengamanan lah begitu. Terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung begitu ya,” jelas dia.

Ketika ditanya apakah pemasangan pagar merupakan langkah antisipasi jika terjadi kerusuhan, Alphonzus membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengamanan yang dimaksud lebih kepada pengaturan akses dan perlindungan area mal dari aktivitas demonstrasi yang berlangsung di sekitar lokasi.

“Saya kira kerusuhan tidak ya. Tadi tujuan utamanya, satu, adalah menertibkan akses keluar masuk pengunjung begitu. Supaya bisa terpusatkan, kalau enggak kan masuk keluar dari mana saja begitu,” kata Alphonzus.

Ia melanjutkan bahwa selain itu, pagar juga memberikan batas keamanan perimeter. Ia menekankan bahwa demonstrasi tidak dilarang selama ada izin, namun pagar membantu memberikan kejelasan batas area.

“Kedua, saya kira lebih untuk bisa memberikan batas apa ya istilahnya itu. Jadi ya bukan kerusuhan. Tapi adalah situasi di mana beberapa pusat perbelanjaan itu kan dekat dengan kegiatan-kegiatan demonstrasi. Dan saya kira demonstrasi kan tidak dilarang sepanjang itu memang ada izinnya begitu. Tapi kan kembali lagi bagaimana itu bisa memberikan batas untuk dari sisi perimeter keamanan lah begitu ya. Saya kira lebih ke arah sana,” pungkasnya.

Perlu dicatat bahwa pemasangan pagar tinggi bukan hanya terjadi di Jakarta. Salah satu mal besar di Bekasi juga melakukan hal yang sama. Sebelumnya, mal-mal di Surabaya juga sudah melakukan hal yang sama.

MORE FROM THIS CATEGORY