Militer Israel Dihantui “Musuh Mematikan” Baru, Belasan Tentara Mati

4 days ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
6b7b023c-78c4-4c36-b420-4143381f6b9f-0

Militer Israel Dihantui Musuh Mematikan Baru: Lonjakan Kasus Bunuh Diri di Kalangan Prajurit

Dailynesia.com – Jakarta – Situasi di dalam tubuh militer Israel kembali memprihatinkan setelah serangkaian insiden tragis terjadi dalam waktu singkat. Militer Israel Dihantui Musuh Mematikan baru dalam bentuk tekanan psikologis yang semakin berat, terlihat dari lonjakan kasus bunuh diri di kalangan prajurit aktif. Dua prajurit wanita dilaporkan tewas mengakhiri hidupnya pada pekan ini, menambah daftar panjang korban yang telah menimpa angkatan bersenjata tersebut sejak konflik di Jalur Gaza meletus. Angka ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi bukan hanya dari luar medan perang, tetapi juga dari dalam diri para prajurit yang bertugas.

Insiden Pertama: Prajurit Wanita Batalyon Bardelas

Menurut laporan yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, insiden pertama melibatkan seorang prajurit wanita yang bertugas di Batalyon Bardelas. Satuan ini dikenal sebagai salah satu unit tempur utama yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Mesir-Israel. Korban ditemukan dalam kondisi terluka parah di sebuah pangkalan militer yang berlokasi di wilayah Israel selatan pada hari Selasa pagi. Setelah segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Media lokal Haaretz melaporkan kejadian ini dengan detail bahwa prajurit tersebut ditemukan dalam keadaan kritis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

“Seorang prajurit wanita dari Batalyon Bardelas yang ditempatkan di perbatasan Mesir-Israel ditemukan terluka di pangkalan militer Israel selatan pada Selasa pagi dan kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit,” demikian laporan Haaretz yang mengonfirmasi kejadian tersebut.

Insiden kedua terjadi tidak lama setelah itu, menimpa seorang prajurit wanita lainnya yang memegang posisi strategis di badan intelijen militer Israel. Korban yang bertugas di Pangkalan Militer Glilot, yang terletak di dekat Ramat Hasharon di Israel tengah, ditemukan tewas mengakhiri hidupnya pada hari Minggu lalu. Posisi rahasia yang diemban korban ini menambah dimensi lain dari tekanan yang dirasakan oleh para prajurit wanita dalam sistem militer Israel. Kedua insiden ini terjadi dalam rentang waktu yang sangat berdekatan, memicu kekhawatiran di kalangan pejabat militer.

Penyelidikan Resmi dan Tren Bunuh Diri yang Meningkat

Pihak militer Israel melalui Polisi Militer telah segera membuka penyelidikan resmi untuk mengusut tuntas latar belakang dan keadaan di balik kedua insiden tersebut. Investigasi ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka bunuh diri di kalangan prajurit. Data yang dihimpun mencatat bahwa total tentara aktif yang tewas bunuh diri sepanjang tahun 2026 ini telah menyentuh angka 16 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan adanya tren yang perlu mendapat perhatian serius dari para pemimpin militer.

Di luar angka tentara aktif tersebut, setidaknya ada sembilan prajurit lainnya—termasuk personel reguler dan cadangan yang sempat bertugas dalam perang—juga mengakhiri hidup mereka saat sedang tidak bertugas. Tren memprihatinkan ini terus berlanjut setelah tahun 2025 lalu mencatatkan rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir dengan total 22 prajurit aktif Israel yang tewas akibat bunuh diri. Militer Israel Dihantui Musuh Mematikan dalam bentuk tekanan psikologis yang semakin kompleks, bukan hanya dari medan pertempuran tetapi juga dari beban mental yang ditanggung para prajurit. Para ahli kesehatan mental militer menyarankan agar program dukungan psikologis diperkuat untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif.

MORE FROM THIS CATEGORY