Mati Lampu 10 Jam Picu Amuk Massa, Kantor Pemerintah-Jalan Tutup

6 days ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
5a238cb3-69d0-48ea-9ee8-37c3d33e936d-0

Dailynesia.com – “`html Mati Lampu 10 Jam Picu Amuk Massa: Kantor Pemerintah dan Jalan Utama di Tripoli Terpaksa Ditutup Sementara

Mati Lampu 10 Jam Picu Amuk Massa: Krisis Energi Pemicu Pembangkangan Sipil di Tripoli

Pemadaman Listrik Berkepanjangan Memicu Protes Besar

Kota Tripoli, ibu kota Libya, sedang mengalami gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh kondisi infrastruktur yang memburuk. Fenomena Mati Lampu 10 Jam Picu amuk massa telah menjadi headline utama di berbagai media internasional. Warga setempat melakukan aksi pembangkangan sipil sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap dua masalah utama: pemadaman listrik yang berlangsung lama dan kenaikan tarif energi yang memberatkan masyarakat. Aksi ini tidak hanya menyasar jalan-jalan utama, tetapi juga gedung-gedung pemerintahan serta fasilitas umum lainnya yang menjadi simbol kekuasaan.

Gerakan Souq Al-Jumaa menjadi inisiator utama demonstrasi ini. Menurut pernyataan resmi mereka, tujuan yang ingin dicapai bukan sekadar mengganggu rutinitas harian, melainkan “melumpuhkan pemerintah sepenuhnya”. Kelompok ini juga menyampaikan tuntutan berupa pertanggungjawaban atas dugaan praktik korupsi serta pembubaran seluruh lembaga politik di Libya, termasuk pemerintah pusat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Negara, dan Dewan Kepresidenan. Tuntutan-tuntutan ini mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap kinerja pemerintahan selama ini.

Aksi di Lapangan dan Tindakan Konkrit Demonstran

Seperti dilaporkan Al Jazeera pada Senin (27/7/2026), para demonstran memblokade jalan pesisir di kawasan Janzour yang terletak di sebelah barat Tripoli. Mereka juga berkumpul di depan Pembangkit Listrik Tripoli Barat untuk menyuarakan kekecewaan terhadap pemadaman yang bisa berlangsung hingga berjam-jam setiap harinya. Kondisi ini semakin diperparah dengan ketidakpastian jadwal listrik yang membuat masyarakat kesulitan dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami tidak bisa lagi menerima kondisi seperti ini. Setiap hari kami kehilangan waktu berharga karena mati lampu. Ini bukan hanya masalah kenyamanan, tapi masalah kelangsungan hidup,” ujar salah satu warga yang ikut serta dalam demonstrasi.

Video yang telah diverifikasi menunjukkan berbagai tindakan massa, mulai dari membakar ban hingga menutup jalan utama. Salah satu aksi mencolok adalah menumpahkan muatan truk berisi tanah di depan Kementerian Luar Negeri sebagai upaya menghalangi akses menuju gedung tersebut. Selain itu, kantor operator telekomunikasi milik negara, Libyana, yang berlokasi di distrik Souq Al-Jumaa, juga menjadi sasaran demonstrasi. Para pengunjuk rasa yang didominasi oleh kalangan muda membawa spanduk berisi kritik terhadap Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah.

Penyebaran Aksi dan Dampak Ekonomi

Di sisi lain, gerakan pembangkangan sipil juga menyebar ke wilayah Tajoura di sebelah timur Tripoli. Rekaman video menunjukkan para demonstran memasang pengumuman resmi bahwa kantor pemerintah kota telah ditutup. Gerak

MORE FROM THIS CATEGORY