Main Agenda: Iran Tunjuk Negara Arab Ini ‘Pengkhianat’, Bersekutu dengan Israel

3 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
e10b0344-30dc-4015-8dd6-05e1f8f4c780-0

Iran Tuduh Negara Arab Ini sebagai Pengkhianat

Dailynesia.com – Iran mengungkapkan kesan negatif terhadap salah satu negara Arab yang dianggapnya bekerja sama dengan Israel dalam konflik terbaru di Teluk. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik Uni Emirat Arab (UEA) dalam pernyataan resmi, menegaskan bahwa negara tersebut tidak berdiri teguh di pihak Iran meski terlibat dalam serangan terhadap wilayah Israel dan sekutunya. Pernyataan ini diunggah melalui media Telegram saat Araghchi hadir dalam KTT BRICS di India.

“UEA adalah mitra aktif dalam agresi yang dilancarkan oleh AS-Israel terhadap Iran, dan tidak diragukan lagi peran mereka,” ujar Araghchi dalam unggahan tersebut.

Main Agenda juga menyebutkan bahwa hubungan antara Iran dan UEA telah menjadi bahan perdebatan sejak awal konflik. Araghchi mengungkap fakta bahwa pertemuan rahasia antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Emirat Mohammed bin Zayed Al Nahyan memicu kecurigaan bahwa UAE berperan langsung dalam upaya serangan terhadap Iran. Abu Dhabi sebelumnya membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa mereka hanya menjadi pendukung strategis, bukan pihak yang terlibat langsung.

Konteks Perang yang Semakin Rumit

Perang antara Iran dan Israel berlangsung dalam konteks ketegangan regional yang memuncak setelah serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Main Agenda menegaskan bahwa Iran menganggap UEA sebagai pihak yang tidak setia, terutama karena mengizinkan pasukan AS menggunakan wilayahnya untuk menyerang negara-negara Teluk. Dalam pidato resmi, Araghchi menyebut bahwa UEA bahkan tidak mengecam serangan tersebut saat terjadi.

Dalam kesempatan itu, Araghchi juga menyampaikan peringatan bahwa negara-negara Arab yang dianggapnya bersalah tidak bisa memastikan keamanan Iran. Ia menekankan bahwa Israel dan AS terus memperkuat koalisi militer di wilayah Teluk, dan UEA menjadi bagian dari upaya tersebut. Pernyataan ini menambahkan tekanan pada negara Arab yang dianggap miring, terutama dalam konteks Main Agenda yang menyoroti stabilitas kawasan.

Reaksi dari Negara-Negara Lain

Main Agenda menyoroti bahwa klaim Iran tentang UEA sebagai pengkhianat tidak selalu diterima oleh semua negara Arab. Meski Iran menuding Abu Dhabi, negara-negara seperti Saudi Arabia dan Qatar menyatakan dukungan terhadap tindakan AS-Israel. Mereka mengklaim bahwa serangan tersebut adalah bagian dari upaya mengamankan kepentingan geopolitik regional.

Dalam wawancara dengan media lokal, seorang diplomat dari Saudi Arabia menyebut bahwa UEA memiliki kepentingan sendiri dalam memperkuat hubungan dengan Israel. “Koalisi ini diperlukan untuk melawan ancaman Iran di kawasan,” katanya. Main Agenda melihat ini sebagai bukti bahwa beberapa negara Arab memilih kepentingan ekonomi dan politik atas sikap diplomatik.

Sebaliknya, negara-negara seperti Iraq dan Syria menyatakan solidaritas terhadap Iran. Mereka menegaskan bahwa UEA dan negara-negara Teluk lainnya tetap berperan sebagai sekutu Israel. Main Agenda menyoroti bahwa dinamika ini menunjukkan perbedaan prioritas antara negara-negara Arab, yang berdampak pada koalisi regional dalam konflik ini.

Peristiwa serangan drone di Fujairah akhir bulan ini menjadi isu kontroversial. Iran menuduh UEA sebagai pelaku, sementara Emirat membela diri dengan menyatakan bahwa serangan tersebut adalah bagian dari operasi gabungan dengan AS-Israel. Main Agenda menyebut bahwa klaim saling menyalahkan ini menegaskan keterlibatan aktif negara Arab dalam operasi militer.

Dengan semua ini, Main Agenda menegaskan bahwa Iran mempertahankan fokusnya pada kepentingan nasionalnya, sambil memperkuat posisi tegas terhadap pihak-pihak yang dianggapnya membantu Israel. Pernyataan Araghchi dianggap sebagai bagian dari upaya Iran untuk mendapatkan dukungan internasional, terutama dalam menghadapi ancaman dari pihak-pihak sekutu AS.

MORE FROM THIS CATEGORY