Main Agenda: Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Hadapi Ketidakpastian Global

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
menko-perekonomian-airlangga-hartarto-tangkapan-layar-youtube-1777970787711_169

Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama di Tahun 2026

Dailynesia.com – Menjadi fokus utama Pertemuan Menteri Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral Singapura-Indonesia (6WG MM) ke-16 yang diadakan pada Selasa (9/6/2026) di Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir bersama Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong untuk membahas strategi kerja sama menghadapi tantangan ekonomi global. Pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan daya tahan ekonomi kedua negara, terutama di tengah kondisi pasar yang dinamis dan ketidakpastian internasional.

Peluncuran Strategi Kerja Sama Ekonomi di Enam Sektor

Salah satu pencapaian utama Main Agenda tahun ini adalah peningkatan kemitraan di enam sektor utama, termasuk investasi, infrastruktur, teknologi, pariwisata, dan pemuda. Di bidang investasi, kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) terus menjadi pusat pertumbuhan, dengan nilai investasi mencapai 5,7 miliar USD pada 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan BBK sebagai salah satu jalur utama perekonomian bilateral.

“Kemitraan di BBK pada 2025 mengakui peran penting Main Agenda dalam menumbuhkan ekonomi digital, hijau, dan industri,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers setelah pertemuan. Ini menegaskan bahwa upaya keduanya tidak hanya fokus pada pembangunan jangka pendek, tetapi juga mencakup peningkatan kerangka kerja ekonomi jangka panjang.

Perkembangan Infrastruktur dan Energi Hijau

Di sisi infrastruktur, kawasan Batam Free Trade Zone berhasil mengembangkan 22 pulau baru yang memperluas akses logistik dan perdagangan. Proyek Nongsa Digital Park serta rencana pengembangan Kendal Industrial Park sebesar 1.000 hektare menjadi bagian dari Main Agenda yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dalam bidang energi hijau, kolaborasi 200 MW di Sulawesi Tengah menjadi contoh konkret bagaimana keduanya menghadapi perubahan iklim melalui investasi bersama.

Program Teknologi Pertanian yang diadakan di Singapura juga dianggap sebagai langkah strategis dalam Main Agenda. Sebanyak 13 pemuda Indonesia sedang menekuni bidang teknologi pertanian dan IoT, yang diharapkan mampu membangun ekosistem inovasi di kedua negara. Selain itu, kerja sama di bidang transportasi melalui penerbangan ke 17 kota di Indonesia serta pengembangan layanan kargo digital mencerminkan komitmen pada ekonomi global yang terintegrasi.

Studi Pariwisata dan Penguatan Rantai Pasok

Indonesia dan Singapura juga membahas potensi pariwisata sebagai bagian dari Main Agenda. Tahun ini, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai 2,44 juta, sementara 1,5 juta warga Singapura mengunjungi Indonesia. Penguatan kerja sama di sektor ini diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi melalui eksploitasi sumber daya manusia dan pengembangan destinasi pariwisata yang lebih modern.

“Rencana Main Agenda ini termasuk penguatan rantai pasok dan peningkatan kualitas digital economy, yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi sektor-sektor baru di kedua negara,” jelas Gan Kim Yong. Ia menambahkan bahwa kemitraan bilateral telah memperlihatkan progres yang signifikan, terutama dalam mengejar target 60 tahun hubungan ekonomi yang diharapkan mencapai titik puncak di masa depan.

Kemitraan dalam Transparansi dan Inovasi Teknologi

Transparansi dalam kebijakan ekonomi juga menjadi isu yang dibahas dalam Main Agenda. Keduanya sepakat meningkatkan koordinasi dalam pengawasan investasi, terutama di kawasan BBK yang dinilai sebagai pusat pengembangan ekonomi terpadu. Selain itu, inisiatif digital seperti platform e-commerce dan sistem logistik berbasis teknologi dirancang sebagai bagian dari Main Agenda untuk meningkatkan efisiensi dan akses pasar.

Program Youth Mobility Program yang melibatkan 13 pemuda Indonesia di Singapura turut diperkuat dalam kerangka Main Agenda. Keduanya berharap generasi muda akan menjadi penggerak utama transformasi ekonomi, terutama dalam bidang teknologi dan inovasi. Pertemuan ini juga menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kerangka kerja ekonomi ASEAN, yang diperkirakan akan diluncurkan di acara summit tahun ini.

Sebagai mitra ekonomi yang andal, Singapura terus mendukung Indonesia dalam berbagai sektor, terutama melalui peningkatan daya saing dan kualitas infrastruktur. Dengan memperkuat Main Agenda, keduanya berharap mampu menghadapi ketidakpastian global secara lebih efektif, sekaligus membangun fondasi ekonomi yang stabil dan berkelanjutan untuk keberlanjutan masa depan kedua negara.

MORE FROM THIS CATEGORY