Latest Update: Media Asing Sorot Bom Perang Dunia II Meledak di Papua RI, Katakan Ini

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
bom-diduga-sisa-peninggalan-perang-dunia-ii-meledak-di-biak-numfor-1780290427648_169

Latest Update: Ledakan Bom Perang Dunia II Meledak di Papua, Fakta Terkini

Dailynesia.com – Ledakan bom sisa Perang Dunia II terjadi di kompleks perikanan Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Papua, pada Minggu pukul 14:45 WIT atau setara 12:45 WIB. Kejadian ini menjadi sorotan media asing seperti AFP, yang meliput peristiwa dengan judul “Suspected World War II ordnance explodes in Indonesia, five dead”. Peristiwa ini terjadi di bawah rumah panggung milik warga nelayan, mengakibatkan kehilangan nyawa lima orang dan cedera sekitar 20 individu.

Detil Kecelakaan dan Korban

Dalam laporan terbaru dari AFP, dikatakan bahwa ledakan tersebut menghebohkan warga sekitar dengan suara dentuman menggelegar dan bola api yang meluncur ke udara. Sembilan rumah hancur akibat kekuatan ledakan, sementara kolom asap tebal terlihat mengarah ke langit. Ledakan ini terjadi di daerah yang dikenal rawan konflik, menambah kekhawatiran akan ancaman benda-benda peledak dari masa perang lama.

Berdasarkan informasi dari Basarnas melalui akun Instagram @sar_nasional dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak, benda peledak diduga berasal dari bom atau mortir yang ditinggalkan pasukan Jepang selama penjajahan. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam pencarian, dan setidaknya 19 orang menerima perawatan untuk luka ringan.

“Kita sedang melakukan investigasi untuk mengetahui sumber ledakan yang akhirnya meledak di area tersebut,” jelas juru bicara kepolisian Papua, Cahyo Sukarnito. “Benda peledak ini kemungkinan masih aktif setelah bertahun-tahun ditinggalkan, sehingga bisa mengancam keselamatan warga.”

Sejarah Peninggalan Perang Dunia II di Indonesia

Latest Update – Peristiwa ini mengingatkan kembali sejarah Indonesia sebagai zona pertempuran utama selama Perang Dunia II. Ketika pasukan Jepang menduduki wilayah Hindia Belanda, berbagai senjata dan benda peledak ditinggalkan di berbagai daerah, termasuk Papua. Dalam laporan media, dikatakan bahwa ledakan serupa pernah terjadi di Jawa Barat tahun lalu, saat amunisi yang tidak terpakai meledak saat dibuang ke lubang.

“Ledakan di Papua bukanlah kejadian pertama yang melibatkan benda peledak Perang Dunia II,” tambah media. “Banyak wilayah Indonesia masih menyimpan senjata dan bahan peledak dari masa penjajahan, yang bisa memicu kecelakaan kapan saja.”

Kemungkinan Penyebab dan Upaya Pencarian

Latest Update – Dugaan awal menyebutkan bahwa benda peledak yang meledak merupakan senjata dari masa perang lama, yang berpotensi terpicu oleh faktor alam atau kecelakaan. Warga setempat menggambarkan suara dentuman yang terdengar sangat keras, getaran hingga beberapa kilometer, serta material bangunan yang terlempar ke udara.

Berbagai tim pencari dan pertolongan sedang bekerja keras untuk menemukan sumber ledakan serta korban yang masih hilang. Basarnas telah mengirimkan beberapa unit khusus ke lokasi kejadian, sementara petugas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak terus memverifikasi kondisi lokasi. Selain itu, beberapa warga sekitar masih berupaya mengumpulkan sisa-sisa benda peledak untuk analisis lebih lanjut.

“Kita mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati di sekitar area yang diduga memiliki benda peledak sisa perang,” kata Cahyo Sukarnito. “Tidak semua benda itu sudah tidak berbahaya, terutama jika belum diperiksa secara menyeluruh.”

Perspektif Internasional dan Pemantauan Global

Latest Update – Peristiwa di Papua ini juga diperhatikan oleh berbagai media internasional, termasuk CNN dan BBC, yang menyoroti risiko ancaman dari senjata sisa perang. Media asing mengungkapkan bahwa banyak negara lain, seperti di Asia Tenggara, masih menghadapi masalah serupa akibat peninggalan Perang Dunia II.

Banyak ahli sejarah mengingatkan bahwa wilayah seperti Papua memiliki sejarah penting selama Perang Dunia II, di mana pasukan Sekutu dan Jepang terlibat pertempuran sengit. Tidak semua senjata ditarik kembali setelah perang berakhir, dan beberapa di antaranya masih bisa ditemukan di daerah-daerah terpencil. Kecelakaan ini menjadi contoh nyata bagaimana sisa-sisa perang bisa kembali mengancam kehidupan warga di era kini.

MORE FROM THIS CATEGORY