Zulhas: Pupuk di Lampung Tersedia, Sebelum Tanam Sudah Ada
Pupuk Subsidi Tersedia Cukup Sebelum Musim Tanam
Dailynesia.com – Dari Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pasokan pupuk bersubsidi memadai dan sudah tersedia sebelum musim tanam dimulai. “Alhamdulillah, kita lihat bersama tadi bahwa distribusi pupuk berjalan lancar, tidak ada hambatan, dan diskon Harga Eceran Tertinggi (HET) masih berlaku,” papar Zulhas, dikutip dari pernyataannya, Jumat (8/5/2026).
“Ketersediaan pupuk lebih dari cukup, sudah ada sebelum masa tanam,” ujarnya.
Tugas dan Strategi Kebijakan
Zulhas menjelaskan bahwa ia diberi tugas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengawasi kebijakan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. Ia menekankan bahwa keberhasilan Presiden dalam menjaga kesejahteraan petani bergantung pada kelancaran akses terhadap pupuk subsidi. “Petani makmur itu jalannya apa? Pupuk harus lancar,” tambahnya.
Perubahan Regulasi dan Manfaat bagi Petani
Sebelumnya, pemerintah melakukan reformasi dalam sistem distribusi pupuk subsidi untuk memudahkan petani mendapatkan bahan tersebut. Perubahan utama melibatkan penyederhanaan aturan, sehingga petani dapat mengambil pupuk sejak awal tahun dan mempersiapkan kebutuhan sebelum memulai aktivitas pertanian.
Dalam langkah strategis, harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi turun 20% mulai Oktober 2025, menjadi pertama kalinya dalam sejarah subsidi pupuk di Indonesia. Ini diharapkan meningkatkan akses petani dan mendorong produktivitas pertanian nasional.
Program Strategis Kementerian Pertanian
Kementerian Pertanian dan lembaga terkait telah mencapai kesuksesan dalam memperkuat sektor pangan melalui berbagai inisiatif, termasuk percepatan swasembada pangan serta peningkatan surplus beras nasional. Kelancaran distribusi pupuk bersubsidi menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilan tersebut.
Kinerja Pupuk Indonesia
Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid, memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi penyaluran pupuk subsidi. Menurutnya, kebijakan yang diperbarui membuat penyerapan pupuk lebih optimal, terutama untuk para petani.
Situasi Penyaluran di Lampung
Sementara itu, dalam konteks Lampung, pemerintah menetapkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 715.000 ton pada 2026. Jumlah ini terdiri dari Urea 310.889 ton, NPK Phonska 387.830 ton, NPK Khusus Kakao 7.495 ton, Petroganik 8.019 ton, ZA 282 ton, dan SP-36 485 ton. Hingga 7 Mei 2026, realisasi penyaluran mencapai 41,87%, dengan penebusan mencapai 489.008 ton sepanjang awal tahun.
Kegiatan Rembuk Tani
Zulhas turut hadir dalam acara “Rembuk Tani” di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 petani lokal. Di samping itu, Pupuk Indonesia juga menyerahkan bantuan pupuk nonsubsidi sebanyak 5 ton, terdiri dari NPK Phonska Plus 2,5 ton dan pupuk Nitrea 2,5 ton.

