UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 M di Inabuyer 2026

3 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
umkm-pertamina-1778330398898_169-1

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 M di Inabuyer 2026

Dailynesia.com – Pada ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta, PT Pertamina (Persero) mencatatkan prestasi menjanjikan dengan total transaksi dan potensi bisnis UMKM yang didukung mencapai Rp10,6 miliar. Angka ini terdiri dari transaksi retail senilai Rp1,8 miliar serta potensi kerja sama bisnis melalui sesi business matching sebesar Rp8,8 miliar. Capaian ini menegaskan upaya Pertamina dalam membangun ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang lebih kuat, sekaligus memperluas peluang ekspor dan distribusi nasional di berbagai sektor.

Langkah Strategis untuk Membangun Rantai Pasok Nasional

Pertamina turut serta dalam kegiatan pameran yang berlangsung pada 5-7 Mei 2026 di Gedung SMESCO Exhibition Hall, Jakarta Selatan. Partisipasi ini dianggap sebagai bagian penting dari komitmen perusahaan untuk mengembangkan keterlibatan UMKM dalam sistem distribusi nasional. Dalam kesempatan tersebut, Pertamina juga menerima penghargaan sebagai penyedia produk dengan jumlah buyer potensial terbesar, menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong pertumbuhan usaha UMKM.

Momenta ini memberikan peluang besar bagi UMKM binaan untuk membangun jaringan bisnis dengan buyer dari berbagai bidang, termasuk sektor pemerintahan, badan usaha milik negara (BUMN), dan swasta. Dalam pameran, lima UMKM yang terlibat mendapatkan perhatian signifikan dari peserta dan calon pembeli. Keberhasilan mereka dianggap sebagai bukti kuat bahwa kualitas produk dan inovasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing di pasar nasional.

“Pertamina terus memperkuat program pembinaan UMKM agar mereka mampu berkembang dan menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional. Kami berkomitmen menyediakan peluang ekspor yang lebih luas serta akses pasar yang berkelanjutan,” kata Muhammad Baron, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Di samping menjadi peserta pameran, Pertamina juga memfasilitasi enam UMKM binaan untuk berpartisipasi dalam sesi business matching. Peserta termasuk Glory Nine Degrees, Sambal Ning Niniek, Cangcomak, Sanrah Food, Miniesq, dan Sambal Lauk Mak Fau. Sesi ini bertujuan menghubungkan UMKM dengan buyer potensial dari berbagai latar belakang, termasuk perusahaan-perusahaan besar dan lembaga pemerintah.

Salah satu UMKM yang aktif dalam acara ini adalah Rendang Gadih, yang dipimpin oleh Brigita Lydia Syahniva. Ia menyatakan bahwa dukungan Pertamina memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kepercayaan pasar dan pertumbuhan usaha. “Kehadiran di Inabuyer menjadi momentum penting bagi UMKM kami untuk semakin dikenal dan dipercaya oleh calon pembeli dari berbagai sektor,” ujar Brigita.

MoU sebagai Simbol Kolaborasi Berkelanjutan

Sebagai bagian dari upaya pengembangan kerja sama jangka panjang, Pertamina melangsungkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UMKM Agrominafiber dan Rendang Gadih. Langkah ini dianggap sebagai tanda perjanjian strategis untuk mengembangkan bisnis secara bersamaan, memastikan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok yang lebih luas dan berkelanjutan.

MoU ini menggarisbawahi komitmen Pertamina untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku usaha kecil dan pihak-pihak besar. Dengan partisipasi aktif dalam Inabuyer 2026, Pertamina memperkuat perannya sebagai pelaku penggerak ekonomi kerakyatan. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak positif pada pertumbuhan UMKM yang mandiri, mampu bersaing, dan memiliki prospek jangka panjang.

“Melalui pendampingan Pertamina, kami bisa mengakses pasar yang lebih luas dan memperluas jaringan bisnis. Ini adalah langkah penting untuk membangun kepercayaan dan mengubah pola distribusi,” ungkap Brigita Lydia Syahniva, pemilik Rendang Gadih.

UMKM binaan Pertamina seperti Agrominafiber dan Rendang Gadih terus berupaya meningkatkan kualitas produk dan inovasi agar dapat memenuhi standar nasional serta internasional. Inabuyer 2026 menjadi wadah strategis bagi mereka untuk memperkenalkan diri secara lebih efektif kepada calon pembeli dan investor. Keberhasilan ini diharapkan mendorong lebih banyak UMKM lain untuk ikut serta dalam acara serupa dan memperluas akses pasar.

Pertamina menegaskan bahwa kegiatan seperti Inabuyer 2026 menjadi salah satu bentuk pembinaan UMKM yang terukur. Dengan memfasilitasi business matching dan pameran, perusahaan binaan nasional ini membantu UMKM dalam menghadapi tantangan global dan lokal. Selain itu, Pertamina juga berupaya memastikan bahwa UMKM binaan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang cepat berubah.

Capaian Rp10,6 miliar di Inabuyer 2026 dianggap sebagai bukti nyata bahwa program pembinaan Pertamina efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM. Dengan terlibat langsung dalam transaksi dan kemitraan, UMKM binaan tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga membangun jejaring bisnis yang kuat. Hasil ini juga memberikan motivasi bagi UMKM lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk, demi bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Keberhasilan Inabuyer 2026 menunjukkan bahwa Pertamina berperan aktif dalam membentuk ekosistem ekonomi yang inklusif. Dengan memperkuat keterlibatan UMKM dalam rantai pasok nasional, perusahaan binaan ini membantu membangun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Harapan besar ditujukan pada UMKM yang mampu menembus pasar lebih luas dan menjadi bagian dari industri yang lebih modern serta inovatif.

MORE FROM THIS CATEGORY