RI Siapkan Bursa Mineral, Ahli Beri Respons Tak Terduga

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
8e007caa-ffeb-433b-bfb5-567e821a93c2-0

Latest Program: RI Siapkan Bursa Mineral, Ahli Beri Respons Tak Terduga

Dailynesia.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan inisiatif strategis berupa Bursa Komoditas Mineral Strategis (BKMS) yang diharapkan dapat menjadi pusat perdagangan lokal untuk sektor pertambangan. Program ini menunjukkan komitmen negara untuk meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan komoditas mineral penting, seperti nikel, timah, emas, dan tembaga. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) menyambut baik kebijakan ini, menganggapnya sebagai bagian dari upaya terbaru untuk memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasar global. Ketua Umum PERHAPI, Sudirman Widhy, menyatakan bahwa BKMS adalah bagian dari Latest Program yang bertujuan mengubah dinamika transaksi mineral strategis di dalam negeri.

“Indonesia adalah salah satu produsen utama mineral strategis, tetapi selama ini harga dan transaksi ditentukan oleh bursa luar negeri seperti LME di London, pasar logam di Singapura, maupun bursa metal di Shanghai, Tiongkok,” ujar Widhy dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Selasa (9/6/2026). Ia menekankan bahwa Latest Program ini adalah langkah penting untuk mengembangkan infrastruktur pasar domestik dan memberi ruang bagi produsen dalam negeri untuk menentukan harga secara mandiri.

Komoditas yang akan menjadi fokus utama BKMS meliputi nikel, timah, tembaga, bauksit, dan emas. Nikiel, yang saat ini menjadi salah satu kekayaan alam Indonesia, menjadi prioritas utama karena kontribusinya signifikan terhadap perekonomian nasional. Sementara itu, timah sebagai komoditas ekspor utama, serta tembaga dan bauksit yang diproyeksikan berkembang karena kebutuhan industri baterai dan kendaraan listrik. Emas juga dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen investasi lokal. Dengan Latest Program ini, pemerintah berharap mengakuisisi keuntungan dari transaksi dalam negeri, termasuk stabilitas harga dan meningkatkan daya saing industri tambang nasional.

Strategi Terbaru dalam Pengembangan Industri Pertambangan

Latest Program ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk memperkuat sektor pertambangan Indonesia. Bursa mineral yang diusulkan akan beroperasi secara resmi mulai 1 Januari 2027, menjadikan ini sebagai inisiatif terbaru dalam pengelolaan komoditas strategis. Wakil Menteri ESDM, Rizal Pardede, mengatakan bahwa BKMS akan menjadi platform yang menghubungkan produsen, pelaku pasar, dan investor, sehingga memberikan ruang bagi ekspor dan impor komoditas mineral lebih efisien. Strategi ini juga diharapkan bisa menumbuhkan ekosistem pasar dalam negeri yang lebih solid, berkat transaksi yang lebih terstruktur dan transparan.

Bursa ini tidak hanya berfokus pada transaksi komoditas, tetapi juga akan memfasilitasi perdagangan bahan baku yang relevan. Selain itu, BKMS akan membantu Indonesia mengurangi risiko fluktuasi harga global, terutama dalam situasi krisis ekonomi. Dengan Latest Program ini, pemerintah mencoba membangun kapasitas pasar lokal yang lebih berkualitas, sehingga bisa menarik investasi asing dan meningkatkan keuntungan bagi produsen dalam negeri. Langkah ini juga mengakui pentingnya penguasaan pasar internasional oleh Indonesia sebagai produsen besar mineral strategis.

Potensi Tantangan dalam Pembentukan Bursa Mineral

Sudirman Widhy mengingatkan bahwa pembentukan BKMS akan menghadapi berbagai tantangan. Pertama, alih-alih transaksi ke bursa domestik bisa meningkatkan biaya kepatuhan bagi perusahaan, terutama dalam hal keterlibatan regulasi baru. Regulasi tambahan di sektor pertambangan sempat memicu kekhawatiran di pasar modal, menyebabkan penurunan drastis saham emiten tambang karena risiko margin laba yang berkurang. Kedua, masa transisi menuju sistem bursa baru mulai 1 Januari 2027 berpotensi mengganggu operasional perusahaan kecil menengah yang belum siap mengadopsi perubahan ini. Masalah teknis selama adaptasi bisa menghambat penjualan komoditas, sehingga memengaruhi volume ekspor dan pendapatan pajak negara sementara waktu.

Ketiga, jika transaksi di BKMS tidak aktif atau likuiditas rendah, bursa ini sulit menjadi penentu harga. Kondisi ini mungkin membuat pelaku industri global mempertahankan penggunaan harga acuan internasional. Keempat, kepercayaan pedagang internasional butuh waktu. Infrastruktur teknologi yang andal, sistem hukum yang adil, serta transparansi tinggi diperlukan untuk menjaga reputasi Indonesia di pasar global. Jika bursa dianggap tidak independen, maka citra negara bisa tercoreng. Meski demikian, Widhy yakin Latest Program ini akan memberikan dampak jangka panjang dalam membangun pasar lokal yang lebih kuat.

“Ini tentang komersialnya, bagaimana mineral dan komoditas strategis kita diperdagangkan di Indonesia, sehingga orang tahu bahwa produk kita seperti apa dan berapa harga yang berlaku,” paparnya saat ditemui di DPR, Jumat (5/6/2026). Dengan BKMS, harapan besar ditujukan untuk mendorong transaksi yang lebih terjangkau bagi pelaku usaha kecil dan menengah, serta menciptakan lingkungan investasi yang lebih dinamis. Widhy juga menggarisbawahi bahwa Latest Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memastikan keberlanjutan pertambangan dan mengurangi dampak negatif ketergantungan pada pasar luar negeri.

MORE FROM THIS CATEGORY