Prabowo “Gebrak” KTT ASEAN: Kita Jangan Mau Diadu Domba

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
presiden-prabowo-subianto-mendorong-negara-negara-asean-mempercepat-diversifikasi-energi-di-tengah-meningkatnya-ketidakpastian-1778229158540_169

Latest Program: Prabowo “Gebrak” KTT ASEAN: Kita Jangan Mau Diadu Domba

KTT ke-48 ASEAN Digelar di Filipina

Dailynesia.com – Jakarta – Pada Jumat (8/5/2026), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir dalam KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Mactan Expo, Cebu, Filipina. Acara ini menjadi momen penting bagi para pemimpin negara-negara anggota untuk membahas isu-isu strategis yang mengemuka dalam lingkungan internasional yang kian dinamis. Prabowo, yang juga memimpin program strategi nasional Indonesia, menyampaikan pesan tegas tentang pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi tekanan dari luar kawasan Asia Tenggara.

Dalam pidato pembukaannya, Prabowo mengingatkan bahwa ASEAN tidak boleh terpecah oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba negara-negara anggota. Ia menekankan bahwa konsensus bersama adalah kunci untuk memastikan keberhasilan kerja sama regional. “Latest Program ini adalah momentum untuk memperkuat kemitraan kita, agar ASEAN tetap menjadi satu suara dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa Indonesia, sebagai salah satu negara pendorong kebijakan luar negeri yang stabil, harus terus memimpin dalam membangun konsensus antar negara anggota.

“Kita tidak boleh membiarkan kepentingan pihak luar mengubah visi kita tentang perdamaian dan pertumbuhan,” tambah Prabowo. Ia menekankan bahwa dialog dan kerja sama harus menjadi prioritas, terlepas dari perbedaan historis atau kepentingan politik yang berbeda. Prabowo juga menekankan bahwa Latest Program tidak hanya fokus pada diplomasi, tetapi juga pada penguatan ekonomi dan keamanan bersama di kawasan.

Strategi Konsensus dalam Menghadapi Tantangan Global

Prabowo menjelaskan bahwa KTT ke-48 adalah bagian dari rencana strategis yang telah dirancang dalam Latest Program, yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara. Ia menyampaikan bahwa ASEAN harus mampu merespons secara cepat dan koordinasi dalam isu-isu seperti perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi, dan perang dagang yang mengancam stabilitas kawasan. “Dengan Latest Program, kita bisa merangkul keberagaman sekaligus menjaga kohesi,” kata Prabowo. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dalam kebijakan pertahanan, khususnya dalam menghadapi ancaman dari pihak-pihak yang ingin memecah belah.

Kehadiran Prabowo di KTT ASEAN menjadi penekanan pada upaya Indonesia untuk mengingatkan seluruh negara anggota agar tetap fokus pada tujuan bersama. Ia menunjukkan bahwa terlepas dari perbedaan kebijakan luar negeri, ASEAN harus menjadi satu kesatuan yang mampu menghadapi dinamika global. “Latest Program ini mencakup berbagai inisiatif, termasuk peningkatan kerja sama dalam kebijakan ekonomi dan politik, agar kita tidak mudah diadu-domba oleh negara-negara besar,” ujarnya. Prabowo juga membahas isu-isu krisis di kawasan, seperti konflik perbatasan dan isu lingkungan, sebagai fokus utama dalam agenda KTT tersebut.

Penguatan Peran Indonesia dalam Konsensus ASEAN

Selama penyampaian pidato di KTT, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam memastikan konsensus ASEAN tetap terjaga. Ia menyebut bahwa negara-negara anggota harus terus menguatkan hubungan bilateral dan multilateral, terutama dalam menghadapi persaingan geopolitik yang semakin sengit. “Dalam Latest Program, Indonesia berkomitmen untuk menjaga keharmonisan dan meningkatkan kepercayaan antar negara,” ujar Prabowo. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga kerja sama dalam menyusun kebijakan yang berkelanjutan, sehingga ASEAN bisa menjadi model integrasi regional yang sukses.

Prabowo menyebut bahwa budaya perdamaian dan musyawarah adalah aset penting yang harus dipertahankan. Ia mengingatkan bahwa ASEAN tidak boleh terjebak dalam pertarungan kepentingan internasional. “Latest Program ini mengandung instrumen untuk menjaga keseimbangan kekuatan, termasuk dalam isu-isu yang bisa memecah belah kawasan,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan terus mendorong pengambilan keputusan yang inklusif, sehingga tidak ada satu negara pun yang merasa terabaikan dalam pembangunan bersama.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membahas pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan negara-negara tetangga. Ia menyatakan bahwa keharmonisan adalah pondasi dari keberhasilan ASEAN. “Kita harus menjaga solidaritas, karena itu adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya. Prabowo menggarisbawahi bahwa KTT ke-48 adalah langkah strategis untuk memastikan ASEAN tetap menjadi satu suara dalam diplomasi internasional. “Latest Program ini adalah bentuk komitmen kita untuk memajukan ASEAN, agar kawasan ini bisa menjadi pelaku utama dalam perdamaian dan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

MORE FROM THIS CATEGORY