Breaking News: Prabowo Angkat Nanik Deyang Sebagai Kepala BGN

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
1072bb9e-c3a4-485c-a7ea-a0847ce1389e-0

Breaking News: Prabowo Angkat Nanik Deyang Sebagai Kepala BGN

Dailynesia.com – Menjadi poin utama dalam keputusan pemerintahan Prabowo Subianto untuk mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat arah kebijakan nasional dalam bidang kesehatan dan pangan, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN, kini diangkat sebagai kepala baru menggantikan Dadan yang dipecat oleh Presiden Prabowo. Pengumuman ini dianggap sebagai key strategy untuk menciptakan dinamika baru dalam pemerintahan, terutama dalam menangani isu krisis gizi yang terus menjadi tantangan di Indonesia.

Pengumuman di Ruang Sidang Kabinet

Pengumuman pemerintahan Prabowo Subianto tentang pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (2 Juni 2026). Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim sebelumnya, dengan harapan bahwa perubahan struktur ini akan lebih efektif dalam mencapai target strategis pemerintah.

“Bapak Presiden memutuskan untuk menunjuk Saudari Nanik S. Deyang sebagai kepala BGN yang baru,” kata Prasetyo. Ia menegaskan bahwa key strategy ini bertujuan memastikan kebijakan gizi nasional dapat terimplementasi secara lebih cepat dan tepat sasaran, terutama di tengah tantangan pandemi dan perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan pangan.

Profil Nanik Deyang dan Tanggung Jawab Baru

Nanik Sudaryati Deyang adalah seorang profesional di bidang kesehatan masyarakat yang memiliki pengalaman luas dalam program pemberdayaan masyarakat dan pendidikan gizi. Sebelum menjabat sebagai kepala BGN, ia aktif dalam berbagai proyek nasional terkait peningkatan kesehatan dan nutrisi, serta berperan dalam pengembangan kebijakan pangan yang berkelanjutan. Kini, sebagai Kepala BGN, Nanik akan bertanggung jawab atas koordinasi kebijakan gizi, pelaksanaan program pendistribusian bantuan pangan, serta pengawasan kinerja lembaga tersebut dalam mencapai tujuan pemerintah.

Key Strategy dalam pemerintahan Prabowo juga mencakup peran BGN dalam menyelaraskan program nasional dengan kebutuhan daerah-daerah. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan kebijakan gizi nasional dapat lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat yang beragam, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Prasetyo menyoroti bahwa key strategy ini merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Kepala Baru dan Wakil Kepala Lainnya

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga mengumumkan dua wakil kepala baru BGN, yaitu Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono. Keduanya menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya yang telah dipecat. Agustina Arumsari dikenal sebagai ahli gizi yang memiliki pengalaman dalam program penyuluhan kesehatan, sementara Trenggono, seorang perwira TNI, akan membawa perspektif keamanan pangan ke dalam strategi BGN. Pengangkatan mereka dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkaya keahlian dan pengalaman di tubuh lembaga tersebut.

Key Strategy dalam pengelolaan BGN juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta untuk memastikan kebijakan gizi nasional dapat mencapai dampak maksimal. Prasetyo menyebutkan bahwa tim baru ini akan fokus pada peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem monitoring, serta peningkatan akuntabilitas dalam pelaksanaan program. Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Keberlanjutan dan Kebijakan Jangka Panjang

Keputusan Prabowo untuk mengangkat Nanik Deyang sebagai Kepala BGN juga mencerminkan key strategy dalam memperhatikan keberlanjutan kebijakan. BGN akan terus berperan dalam mengelola program pangan dan gizi, termasuk dalam mendorong penggunaan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi. Selain itu, lembaga ini akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebijakan gizi nasional tidak hanya berfokus pada saat ini, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.

Key Strategy ini juga terkait dengan visi pemerintahan Prabowo untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dalam bidang pangan dan kesehatan. Dengan kepemimpinan yang lebih kompeten, BGN diharapkan mampu menyeimbangkan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Prasetyo menegaskan bahwa penyesuaian tim ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan semua program bisa berjalan sesuai rencana, sekaligus meningkatkan kualitas manfaat yang diberikan kepada rakyat.

MORE FROM THIS CATEGORY