Key Issue: Jurus Obat Herbal Indonesia Rambah Pasar Luar Negeri
Potensi Ekonomi Industri Obat Herbal di Indonesia
Dailynesia.com – Indonesia, meskipun kini masih mengandalkan produk impor untuk kebutuhan farmasi, memiliki peluang besar dalam pengembangan industri obat herbal nasional. Potensi ekonomi sektor ini diperkirakan mencapai Rp 350 triliun per tahun, berdasarkan data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). CEO PT Ultra Sakti, Harun Pramono, mengatakan bahwa industri ini bisa menjadi pemain utama di pasar global jika terus mengembangkan standar produksi dan inovasi formula.
Persaingan Global dan Langkah Strategis
Key Issue: Dalam upayanya merambah pasar luar negeri, produsen obat herbal Indonesia harus menghadapi tantangan persaingan global yang ketat. Harun Pramono menjelaskan bahwa PT Ultra Sakti fokus pada peningkatan kualitas produk, termasuk pengemasan dan formula, untuk menarik konsumen di berbagai segmen. Perusahaan ini juga berupaya mendorong edukasi bagi produsen kecil (UMKM) agar bisa memenuhi standar industri yang lebih tinggi.
Dari total 20.000 jabu yang telah mendapatkan izin, hanya sekitar 71 produk yang memenuhi kriteria Obat Herbal Terstandar. Harun menyoroti bahwa pasar domestik Indonesia sendiri sudah cukup besar, mencakup 40% populasi, sehingga memberikan peluang luas untuk pengembangan industri ini. Namun, ia juga mengakui bahwa masih ada hambatan, seperti kesulitan memenuhi persyaratan BPOM dan CPOTB yang ketat.
Kebutuhan Peningkatan Standar Produksi
Key Issue: Harun Pramono menjelaskan bahwa kunci keberhasilan industri obat herbal Indonesia terletak pada peningkatan standar produksi. “Kita perlu terus memperbaiki proses pembuatan dan pengujian produk agar bisa bersaing di pasar internasional,” katanya. Selain itu, penguasaan teknologi dan penggunaan bahan baku berkualitas tinggi menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing di pasar global.
Menurutnya, industri herbal nasional perlu beradaptasi dengan tren kesehatan modern, seperti peningkatan kebutuhan konsumen akan produk alami dan ramah lingkungan. Harun menambahkan bahwa PT Ultra Sakti sedang mengembangkan strategi distribusi yang lebih luas, termasuk ekspansi ke luar pulau Jawa dan pasar internasional, untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Peran Pemerintah dan Kebijakan
Key Issue: Untuk mempercepat pertumbuhan industri ini, pemerintah juga perlu berperan aktif dalam memberikan dukungan kebijakan dan sertifikasi yang lebih mudah. Harun Pramono menilai bahwa bantuan regulasi dari pihak berwenang bisa menjadi penggerak utama bagi produsen lokal. “Kebijakan yang konsisten dan transparan akan memastikan industri herbal Indonesia bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut data BPOM, sektor obat herbal nasional masih menghadapi masalah keterbatasan akses ke sumber daya teknologi dan pendanaan. Namun, ia optimis bahwa dengan konsistensi dalam pengembangan produk dan penguasaan pasar, industri ini bisa menjadi bagian dari industri kesehatan global. Harun juga menekankan pentingnya kolaborasi antara produsen, pengusaha, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat.
Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Kualitas
Key Issue: PT Ultra Sakti berupaya memperkuat kualitas produk melalui penggunaan teknologi modern dan pengawasan ketat terhadap proses produksi. “Kita fokus pada pengujian laboratorium dan penerapan standar internasional agar produk bisa diakui di pasar luar negeri,” jelas Harun. Ia juga menyebutkan bahwa edukasi bagi pengusaha kecil menjadi komponen penting untuk memastikan konsistensi kualitas produk.
Menurut Harun, keberhasilan ekspor obat herbal Indonesia bergantung pada komitmen untuk menjaga kualitas selama setiap tahap produksi. “Jika produk lokal bisa mencapai standar seperti produk asing, maka kita bisa menempati posisi yang lebih kuat di pasar internasional,” katanya. Selain itu, ia menyarankan penerapan teknologi digital untuk mempercepat proses distribusi dan meningkatkan daya jual produk herbal.
Key Issue: Dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat dan memperkuat ekspor, industri obat herbal Indonesia bisa menjadi penggerak ekonomi baru. Harun Pramono menambahkan bahwa pasar internasional, terutama di Asia Tenggara dan Eropa, menunjukkan minat tinggi terhadap produk herbal lokal. “Kita harus terus berinovasi agar bisa menjawab kebutuhan pasar global,” katanya. Keberhasilan ini akan membantu meningkatkan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan dan memperkuat identitas industri dalam konteks ekonomi nasional.

