Jepang Temukan ‘Harta Karun’ di Dasar Laut, China Bisa Ketar-ketir

1 week ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
f2505927-70fb-4856-8fd7-bf4aa54593cb-0

Jepang Temukan Harta Karun di Dasar Laut: Cadangan Logam Tanah Jarang yang Mengubah Peta Energi Dunia

Dailynesia.com – Jakarta, Jepang secara resmi mengumumkan penemuan signifikan potensi logam tanah jarang (rare earth) di dasar laut dekat pulau terpencil di Samudra Pasifik. Temuan monumental ini berpotensi mengurangi ketergantungan Negeri Sakura terhadap pasokan logam strategis dari China yang selama ini mendominasi pasar global. Mengutip Reuters, Jumat (24/7/2026), pemerintah Jepang mengungkap hasil analisis komprehensif lumpur dasar laut yang diambil dari perairan sekitar Pulau Minamitori dengan kedalaman ekstrem.

Proses Penemuan dan Analisis Teknis

Analisis laboratorium menunjukkan sekitar 54% kandungan rare earth dalam lumpur tersebut terdiri dari unsur logam tanah jarang kategori menengah dan berat yang bernilai tinggi secara komersial. Meski demikian, pemerintah belum mengungkapkan besarnya cadangan yang ditemukan secara detail. Alasannya, pengambilan sampel masih terbatas baik dari sisi lokasi maupun durasi penelitian sehingga datanya belum cukup untuk menghitung total deposit secara akurat.

Sampel tersebut diambil menggunakan kapal pengeboran ilmiah Chikyu dalam misi selama satu bulan yang selesai pada Februari 2026. Lokasi pengeboran berada sekitar 1.900 kilometer di tenggara Tokyo, dengan kedalaman sekitar 6 kilometer di bawah permukaan laut. Misi itu menjadi yang pertama di dunia yang berhasil mengangkat lumpur dasar laut yang mengandung logam tanah jarang secara berkelanjutan dari kedalaman ekstrem.

“Uji coba tersebut akan menjadi dasar untuk menilai kelayakan produksi logam tanah jarang dalam negeri,” ujar Kazushige Kikuchi, Manajer proyek dari Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC).

Dampak Strategis terhadap Hubungan Jepang-China

Temuan ini datang di saat Jepang berupaya mendiversifikasi sumber mineral kritis setelah China memperketat pembatasan ekspor logam tanah jarang berat dan magnet terkait. Perlu diketahui rare earth saat ini dianggap bak harta karun baru bumi. Bahan baku tersebut sangat penting bagi industri pertahanan, kendaraan listrik, hingga semikonduktor yang menjadi tulang punggung ekonomi digital global.

Dari sekitar 50 ton lumpur yang berhasil diangkat, para peneliti menemukan sejumlah unsur bernilai tinggi, seperti yttrium yang digunakan dalam industri kedirgantaraan, energi, dan semikonduktor. Selain itu, ditemukan pula gadolinium yang dimanfaatkan untuk mesin magnetic resonance imaging (MRI) dan berbagai perangkat teknologi tinggi, serta dysprosium, unsur penting dalam pembuatan magnet berkinerja tinggi untuk kendaraan listrik.

Pemerintah Jepang berencana melanjutkan proyek ini dengan uji coba penambangan skala besar pada Februari 2027. Dalam tahap tersebut, Jepang menargetkan mampu mengeruk sekitar 350 ton lumpur per hari dari dasar laut. Material yang diangkat akan dikeringkan di Pulau Minamitori sebelum diproses di daratan utama Jepang. Tahapan itu dilakukan untuk menguji teknologi pemisahan, pemurnian, dan peleburan logam tanah jarang.

Pemerintah menargetkan evaluasi menyeluruh mengenai potensi industrialisasi proyek ini rampung pada Maret 2028. Langkah Jepang ini dinilai strategis di tengah meningkatnya persaingan penguasaan mineral kritis dunia. Seiring dengan itu, sejak April 2025, China memberlakukan pembatasan ekspor sejumlah logam tanah jarang berat dan magnet terkait, kemudian memperketat lagi ekspor ke Jepang pada Januari 2026, termasuk terhadap sejumlah konglomerasi besar.

Penemuan ini tidak hanya membuka peluang baru bagi industri Jepang, tetapi juga mengubah dinamika geopolitik regional. Dengan cadangan yang berpotensi besar di dasar laut, Jepang memiliki kesempatan untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok logam tanah jarang global. Jika berhasil diimplementasikan, proyek ini dapat mengurangi ketergantungan Jepang terhadap China hingga 30% dalam jangka panjang.

MORE FROM THIS CATEGORY