Hambatan Ekspor Mineral Tuntas, 100 Lebih Kapal Kembali Beroperasi

3 hours ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
kepala-staf-kepresidenan-dudung-abdurachman-saat-konferensi-pers-terkait-polemik-larangan-ekspor-mineral-yang-mengandung-logam-1785723409908_169

Ekspor Mineral Kembali Lancar Setelah Hambatan LTJ Teratasi

Dailynesia.com – Kendala ekspor komoditas mineral yang sempat menghambat aktivitas perdagangan nasional akhirnya berhasil diselesaikan secara tuntas. Berdasarkan informasi resmi dari Kantor Staf Presiden (KSP), perbedaan penafsiran mengenai kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) dalam komoditas ekspor telah menemukan titik temu. Dengan demikian, Hambatan Ekspor Mineral Tuntas 100 Lebih kapal kini kembali beroperasi membawa muatan berharga ke pasar global.

Koordinasi Lintas Lembaga Hasilkan Terobosan

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman secara langsung memimpin pelepasan ekspor komoditas Alumina Hydroxide dan Alumina Oxide di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat pada Jumat (7/8/2026). Upaya ini merupakan hasil dari koordinasi intensif antar-kementerian dan lembaga yang selama ini menjadi kunci keberhasilan kebijakan perdagangan mineral di Indonesia.

Dudung Abdurachman menjelaskan bahwa hasil dari upaya tersebut sangat signifikan bagi pelaku usaha dan perekonomian nasional. Sebanyak 85 Laporan Surveyor yang sempat tertunda kini dapat diterbitkan tanpa hambatan. Lebih dari seratus kapal ekspor kembali beroperasi dengan membawa hampir 400 ribu ton komoditas mineral bernilai sekitar Rp2,2 triliun. Total komoditas yang telah diproses pasca-penyelesaian hambatan mencapai hampir 471 ribu ton.

Hasilnya, 85 Laporan Surveyor yang sebelumnya tertunda kini dapat diterbitkan. Lebih dari 100 kapal ekspor kembali beroperasi dengan membawa hampir 400 ribu ton komoditas mineral senilai sekitar Rp2,2 triliun. Total komoditas yang telah diproses pasca-penyelesaian hambatan mencapai hampir 471 ribu ton.

Menjaga Kepastian Hukum dan Pengawasan

Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pemerintah tetap mengedepankan kepastian hukum tanpa mengabaikan aspek pengawasan yang ketat. Seluruh komoditas ekspor tetap wajib memenuhi standar pengujian, verifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku. KSP akan terus mengawal penyempurnaan regulasi sekaligus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menjaga kelancaran ekspor, meningkatkan kepastian berusaha, serta mendorong percepatan hilirisasi mineral.

KSP akan terus mengawal penyempurnaan regulasi serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjaga kelancaran ekspor.

Akar Masalah dan Solusi Regulasi

Sebelumnya, Dudung membeberkan bahwa salah satu penyebab utama hambatan ekspor adalah belum adanya aturan yang mengatur batas maksimal kandungan logam tanah jarang sebagai mineral ikutan dalam komoditas ekspor. Kekosongan regulasi tersebut membuat pelaku usaha maupun aparat penegak hukum memiliki perbedaan penafsiran dalam pelaksanaannya di lapangan.

Ia lantas menegaskan bahwa selama belum terdapat aturan yang mengatur kandungan LTJ, aparat penegak hukum tidak boleh membuat penafsiran sendiri yang berujung pada terhambatnya kegiatan ekspor. Oleh sebab itu, guna mengatasi persoalan tersebut, KSP mendorong penyusunan pedoman yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. Pedoman tersebut disusun bersama kementerian teknis, aparat penegak hukum, serta pelaku usaha.

Aturannya kita tata rapi kemudian tetapi ekspor tidak terhenti karena berdampak buruk juga kepada masyarakat saat ini. Banyak kapal-kapal yang tertahan karena memang satu, karena kekakuan aturan, karena tumpang tinggi, karena keraguan-raguan. Yang ketiga, karena rasa ketakutan juga dari pelaku usaha.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Hambatan Ekspor Mineral

Apa itu Logam Tanah Jarang (LTJ)? Logam Tanah Jarang adalah sekelompok 17 unsur logam yang memiliki sifat magnetik dan listrik unik, sangat dibutuhkan dalam industri teknologi tinggi seperti baterai kendaraan listrik dan panel surya.

Berapa banyak kapal yang kembali beroperasi? Lebih dari 100 kapal ekspor telah kembali beroperasi setelah hambatan tuntas diselesaikan, membawa total hampir 400 ribu ton komoditas mineral.

Berapa nilai total komoditas yang diekspor? Nilai total komoditas mineral yang diekspor mencapai sekitar Rp2,2 triliun dengan total volume hampir 471 ribu ton.

Apa solusi jangka panjang untuk mencegah hambatan serupa? KSP mendorong penyusunan pedoman resmi mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan, yang disusun bersama kementerian teknis dan aparat penegak hukum.

Di mana lokasi pelepasan ekspor ini? Pelepasan ekspor dilakukan di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, yang merupakan salah satu pusat industri mineral di Indonesia.

More from this category