Fenomena Baru di Korea, Bayi Ramai-Ramai Punya Rekening Investasi

2 hours ago  ·  4 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
ilustrasi-bendera-korea-selatan-1786094146060_169-1

Rekening Investasi untuk Bayi Semakin Populer di Korea Selatan

Dailynesia.com – Orang tua di Korea Selatan kini semakin giat membuka rekening investasi untuk buah hati mereka sejak dini. Langkah ini diambil dengan keyakinan bahwa anak-anak akan memiliki modal yang cukup untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang, bahkan sebelum mereka bisa merangkak dari tempat tidur bayi. Fenomena Baru di Korea Bayi ini menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat dalam merencanakan masa depan finansial generasi muda.

Data Pertumbuhan Rekening Anak

Mirae Asset Securities, perusahaan sekuritas terbesar di Korsel berdasarkan kapitalisasi pasar, mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah rekening sekuritas untuk anak-anak. Hingga bulan Juni, rekening untuk bayi berusia di bawah satu tahun mencapai sekitar 15.000, hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rekening baru untuk anak-anak di bawah usia sembilan tahun juga melonjak hampir 60%, menjadi sekitar 185.000 rekening.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa tren investasi untuk anak-anak bukan sekadar kebetulan, melainkan pergeseran struktural dalam cara keluarga Korea mengelola keuangan mereka. Banyak orang tua yang mulai memahami pentingnya memulai investasi sedini mungkin untuk memanfaatkan kekuatan bunga majemuk.

Pendekatan Investasi yang Berbeda

Lee Hye-won, seorang perawat, bersama pasangannya memilih investasi karena menilai durasi waktu lebih penting daripada jumlah modal yang disetorkan. Keluarga ini rutin mengalokasikan sekitar 300.000 hingga 400.000 won (setara Rp3,9 juta hingga Rp5,2 juta) setiap bulannya, dengan fokus utama pada ETF Amerika Serikat yang mengikuti indeks S&P 500.

“Kami merasa bahwa dalam mengelola rekening anak-anak, durasi investasi lebih penting daripada besaran modal yang diinvestasikan,” ujarnya kepada CNBC International, dikutip Jumat (7/8/2026).

Sementara itu, Lee Jun-hyeok, seorang karyawan kantoran, membuka rekening investasi tepat setelah anaknya lahir. Ia ingin memberikan “hadiah waktu” serta kekuatan bunga majemuk kepada anaknya selama tahun-tahun pertumbuhannya. Ia secara rutin berinvestasi pada sektor semikonduktor Korea serta saham-saham Amerika Serikat yang berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Tren yang Diprediksi Berlanjut

Profesor ekonomi dari DePaul University, Jae-joon Woo, menilai bahwa tren ini kemungkinan besar akan tetap berlanjut meskipun pasar saham mengalami volatilitas. Menurutnya, fenomena ini juga menandakan pergeseran perlahan dari preferensi tradisional masyarakat Korea terhadap real estat.

“Fenomena ini akan terus berlanjut selama investasi ekuitas, baik di Korea maupun pasar luar negeri, dipandang sebagai cara yang dapat diandalkan untuk membangun kekayaan jangka panjang,” katanya.

Woo menambahkan bahwa bagi keluarga berpenghasilan menengah, tujuan utama tetap untuk membiayai pendidikan dan menjaga keamanan finansial anak, bukan semata-mata menghindari pajak. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi investasi anak-anak bersifat multifaset dan tidak hanya didorong oleh faktor tunggal.

Dorongan dari Aspek Perpajakan

Aspek perpajakan juga menjadi pendorong utama. Korsel mengenakan pajak progresif hingga 45% atas keuntungan modal properti yang dimiliki setidaknya dua tahun, sementara tarifnya dapat mencapai 70% untuk properti yang dimiliki kurang dari dua tahun. Sebaliknya, sebagian besar investor ritel tidak dikenakan pajak keuntungan modal ketika menjual saham yang tercatat di bursa domestik, kecuali jika mereka merupakan pemegang saham utama.

Pajak hibah juga membuat rekening investasi anak semakin menarik. Orang tua dapat memberikan hibah hingga 20 juta won atau sekitar Rp360 juta kepada anak di bawah umur tanpa pajak dalam periode 10 tahun. Dana tersebut kemudian dapat digunakan untuk membeli saham atau ETF, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam alokasi aset.

Dukungan Institusi dan Kemudahan Akses

Tren ini juga didorong oleh perusahaan sekuritas dan pemerintah. KakaoPay Securities berencana memberikan saham senilai 100.000 won atau sekitar Rp1,8 juta kepada setiap bayi yang lahir tahun depan. Selain itu, otoritas keuangan sejak 2023 telah memungkinkan orang tua membuka rekening investasi anak secara jarak jauh melalui ponsel.

“Diizinkannya pembukaan rekening secara jarak jauh bagi orang tua telah menghilangkan hambatan praktis yang signifikan,” kata ekonom senior Nomura untuk Korsel, Jeong-woo Park.

Menurut Park, kemudahan tersebut akan meningkatkan partisipasi. Meski begitu, nilai investasi tetap lebih ditentukan oleh kekayaan keluarga, kondisi pasar, dan pertimbangan pajak. Fenomena Baru di Korea Bayi ini menunjukkan bagaimana inovasi teknologi dan kebijakan pemerintah dapat saling melengkapi untuk mendorong perubahan perilaku finansial masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rekening Investasi Bayi

Apa keuntungan utama membuka rekening investasi untuk bayi? Keuntungan utamanya adalah memanfaatkan bunga majemuk dalam jangka panjang. Semakin awal investasi dimulai, semakin besar potensi pertumbuhan modal meskipun dengan kontribusi bulanan yang relatif kecil.

Berapa minimal setoran untuk membuka rekening investasi bayi? Setiap perusahaan sekuritas memiliki ketentuan berbeda, namun umumnya minimal setoran berkisar antara 100.000 hingga 500.000 won. Beberapa institusi bahkan menawarkan program hibah saham untuk bayi baru lahir.

Apakah rekening investasi bayi dikenakan pajak? Keuntungan modal dari penjualan saham di bursa domestik umumnya tidak dikenakan pajak untuk investor ritel. Selain itu, hibah dari orang tua hingga 20 juta won dalam periode 10 tahun juga bebas pajak.

Bagaimana cara membuka rekening investasi bayi secara online? Sejak 2023, orang tua dapat membuka rekening investasi anak secara jarak jauh melalui aplikasi ponsel. Prosesnya cukup sederhana dengan verifikasi identitas digital dan transfer dana awal.

Investasi apa yang cocok untuk rekening bayi? ETF yang mengikuti indeks global seperti S&P 500 atau sektor teknologi AI menjadi pilihan populer. Diversifikasi antara saham domestik dan internasional juga direkomendasikan untuk mengurangi risiko.

More from this category