BRIN Kembangkan Teknologi ANG Pengganti LPG untuk Hemat Energi Nasional
Dailynesia.com – Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang giat mengembangkan teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang berpotensi menjadi pengganti LPG nasional. Inovasi ini tidak hanya menawarkan efisiensi energi, tetapi juga mampu menghemat anggaran subsidi hingga Rp26 triliun setiap tahunnya. Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan informasi penting ini langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan pada Jumat (7/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh 150 anggota peneliti BRIN yang terlibat dalam berbagai proyek inovasi nasional.
Strategi Ketahanan Energi Indonesia
BRIN Kembangkan Teknologi ANG Pengganti LPG sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. Selama ini, negara masih sangat bergantung pada impor LPG untuk memenuhi kebutuhan domestik. Melalui berbagai inisiatif teknologi, BRIN berupaya mengurangi ketergantungan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya energi dalam negeri yang melimpah. Arif Satria menjelaskan bahwa pengembangan energi terbarukan, biofuel, dan teknologi penyimpanan gas merupakan prioritas utama dalam roadmap energi nasional.
“Bapak Presiden, ada beberapa rangkuman yang ingin saya sampaikan terkait dengan inovasi BRIN. Dalam bidang energi, BRIN berusaha membangun kemampuan untuk mengurangi impor LPG melalui biofuel, energi dari biomassa dan limbah, energi terbarukan, baterai dan infrastruktur energi,” ujar Arif Satria dalam paparannya.
Inovasi Material MOF untuk Penyimpanan Gas
Teknologi ANG yang dikembangkan BRIN menggunakan pendekatan unik dengan memanfaatkan material Metal Organic Framework (MOF). Material canggih ini memungkinkan penyimpanan gas alam pada tekanan sekitar 30 bar, jauh lebih rendah dibandingkan sistem Compressed Natural Gas (CNG) konvensional yang membutuhkan tekanan hingga 200-250 bar. Keunggulan ini membuat teknologi ANG lebih aman dan ekonomis untuk diterapkan secara massal. Teknologi MOF sendiri didasarkan pada penemuan ilmuwan Jepang, Susumu Kitagawa, yang meraih penghargaan Nobel Kimia tahun 2021 atas kontribusinya dalam bidang kimia material.
BRIN telah membangun sister-lab bersama peraih Nobel tersebut untuk mempercepat pengembangan teknologi ANG di Indonesia. Kolaborasi internasional ini memastikan bahwa Indonesia tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan versi yang sesuai dengan kondisi lokal. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, tabung ANG dapat memperpanjang penggunaan gas LPG 3 kilogram dari 10 hari menjadi 15 hari.
Dampak Ekonomi dan Timeline Implementasi
Perhitungan awal menunjukkan bahwa teknologi ANG mampu memangkas beban subsidi LPG secara signifikan. Angka Rp26 triliun per tahun yang dihemat merupakan kontribusi besar terhadap stabilitas keuangan negara. Selain itu, teknologi ini juga membantu mengurangi defisit neraca perdagangan karena penurunan impor LPG. Arif Satria menekankan bahwa manfaat ekonomi ini akan semakin terasa ketika teknologi ANG diterapkan secara luas di berbagai sektor.
Saat ini, pengujian teknologi ANG sedang berlangsung di sektor HOREKA (Hotel, Restoran, dan Katering). BRIN menargetkan penyelesaian uji coba sepanjang tahun 2026, dengan rencana pengenalan secara komersial pada tahun 2027. Setelah pertemuan dengan Presiden, Arif juga membahas perkembangan teknologi ini dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Kedua pihak sepakat bahwa teknologi ANG bukan hanya soal penghematan devisa, tetapi juga tentang menciptakan cadangan energi yang lebih besar untuk masa depan.
“Karena ini satu hemat devisa, tapi yang kedua lebih penting lagi adalah memiliki simpanan gas yang lebih besar,” tambah Arif Satria.
FAQ: Teknologi ANG untuk Masyarakat
Apa itu teknologi ANG? ANG (Absorbed Natural Gas) adalah teknologi penyimpanan gas alam menggunakan material MOF yang memungkinkan penyimpanan pada tekanan rendah, menjadikannya alternatif efisien untuk LPG.
Berapa potensi penghematan dari teknologi ANG? BRIN memperkirakan teknologi ini dapat menghemat hingga Rp26 triliun per tahun dari pengurangan subsidi LPG nasional.
Kapan teknologi ANG akan tersedia untuk masyarakat umum? Uji coba dijadwalkan selesai pada tahun 2026, dengan pengenalan komersial yang direncanakan pada tahun 2027.
Bagaimana teknologi ANG berbeda dari CNG? ANG menyimpan gas pada tekanan sekitar 30 bar, jauh lebih rendah dibandingkan CNG yang membutuhkan 200-250 bar, sehingga lebih aman dan ekonomis.
Siapa yang mengembangkan material MOF untuk teknologi ANG? Material MOF dikembangkan oleh ilmuwan Jepang, Susumu Kitagawa, penerima Nobel Kimia 2021, dengan kolaborasi sister-lab bersama BRIN.

