Bahlil Konfirmasi Stabilitas Harga BBM dan LPG Subsidi di Tengah Ketegangan Global
Dailynesia.com – Bahlil – Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah tegas untuk menjaga stabilitas harga energi. Gejolak internasional tersebut sempat menyebabkan fluktuasi signifikan pada harga minyak mentah global, namun keputusan final menunjukkan bahwa tidak akan ada penyesuaian tarif untuk bahan bakar minyak maupun gas yang disubsidi.
Penegasan Resmi dari Istana Kepresidenan
Bahlil menyampaikan pernyataan resmi saat berada di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan harga tetap konsisten dengan keputusan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan, sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi,”
Kondisi Stok Energi Nasional
Selain menyangkut aspek harga, Menteri juga memberikan kepastian mengenai ketersediaan cadangan bahan bakar di dalam negeri. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa persediaan BBM maupun minyak mentah berada di atas ambang batas minimum yang ditetapkan oleh standar nasional. Kondisi serupa juga terlihat pada stok LPG yang dinilai mencukupi.
“Kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insyaallah di atas standar minimum nasional termasuk kondisi LPG,”
Volatilitas Harga Minyak Dunia
Tahun ini mencatat pergerakan harga minyak mentah yang cukup dinamis. Sebelumnya, nilai komoditas tersebut sempat menembus level US$100 per barel sebelum kemudian anjlok ke kisaran US$70-an. Pada tanggal 24 Juli, harga kembali naik menyentuh US$96,78 per barel.
Berdasarkan pemantauan terbaru dari Refinitiv pada pukul 09.05 WIB pagi ini, Brent tercatat berada di US$87,86 per barel, mengalami penurunan sebesar 0,57% dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di US$88,36. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga mencatat tren turun dengan penurunan 0,77% ke level US$81,97 per barel dari posisi sebelumnya di US$82,61 per barel.

