Gokil! Bos BRI Ungkap Transaksi BRImo Tembus Rp7.500 triliun/Tahun

3 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
direktur-utama-pt-bank-rakyat-indonesia-persero-tbk-hery-gunardi-saat-menyampaikan-pemaparan-dalam-jogja-financial-festival-20-1779509603859_169

What Happened During: Transaksi BRImo BRI Tembus Rp7.5 Triliun per Tahun

Dailynesia.com – Di bidang perbankan Indonesia mengalami perubahan signifikan akibat transformasi digital yang cepat. Dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi mengungkapkan bahwa aplikasi BRImo Mobile Banking telah menjadi pusat aktivitas keuangan bagi masyarakat. Data terbaru menunjukkan total transaksi tahunan melalui BRImo mencapai Rp7.500 triliun, menunjukkan pertumbuhan luar biasa dalam adopsi teknologi keuangan.

“Pengguna BRImo saat ini melebihi 60 juta orang, dengan transaksi harian mencapai Rp32 triliun. Ini menggambarkan pergeseran pola hidup masyarakat ke arah digitalisasi yang sangat pesat,” kata Hery dalam pidatonya.

BRI mengakui bahwa keberhasilan BRImo merupakan bukti dari adaptasi perbankan modern dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Dengan integrasi teknologi, bank ini tidak hanya mempercepat proses transaksi tetapi juga meningkatkan aksesibilitas layanan. “Transaksi digital menjadi kunci untuk menjaga relevansi perbankan di tengah persaingan yang ketat,” tambah Hery, yang menyoroti peran inovasi dalam mengubah paradigma layanan keuangan.

Evolusi Perbankan di Era Digital

Perbankan Indonesia telah melewati beberapa fase transformasi. Era awal, yaitu bank 1.0, bergantung pada metode tradisional seperti cek dan giro. Kemudian, bank 2.0 muncul dengan penggunaan ATM yang memungkinkan transaksi 24 jam. Era bank 3.0 menghadirkan internet banking, memudahkan nasabah korporasi dan bisnis. Namun, kehadiran fintech dan digital banking seperti BRImo telah mengubah landscape ini secara drastis.

Digitalisasi di sektor perbankan, khususnya di Indonesia, mengalami percepatan sejak pandemi. Masa krisis ini mendorong masyarakat untuk beralih ke layanan mobile banking. “Karena situasi yang tak terduga, nasabah terpaksa memanfaatkan teknologi untuk mengakses layanan perbankan,” jelas Hery. Di tengah tantangan ini, BRI terus berinovasi untuk menjaga kualitas layanan dan kepuasan nasabah.

BRI juga menekankan pentingnya penggunaan data dalam pengambilan keputusan. Dengan BRImo, bank ini bisa memantau tren transaksi secara real-time, sehingga mampu menyesuaikan strategi pemasaran dan pengembangan fitur. “Dari sini, kita bisa melihat bagaimana teknologi membawa perubahan struktural dalam cara masyarakat berinteraksi dengan perbankan,” tambah Hery, yang menyebutkan BRImo sebagai alat utama dalam perbankan era keempat.

Potensi Masa Depan Digital Banking

Menurut Hery, tren transaksi digital akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. “Kami memperkirakan pertumbuhan BRImo bisa mencapai 20-30 persen setiap tahun, terutama karena adopsi aplikasi mobile banking semakin masif di kalangan usia muda,” ungkapnya. Hal ini sejalan dengan perkembangan infrastruktur teknologi dan peningkatan literasi digital masyarakat Indonesia.

Penyesuaian dengan kebutuhan nasabah juga menjadi fokus utama BRI. “BRImo dirancang untuk menjadi solusi yang mudah, cepat, dan aman, terutama bagi kalangan yang belum akrab dengan layanan perbankan konvensional,” kata Hery. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur seperti pembayaran online, transfer antarbank, dan pengelolaan tabungan, yang semuanya bisa diakses secara instan melalui ponsel.

Dengan jumlah transaksi tahunan mencapai Rp7.500 triliun, BRImo tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari nasabah BRI tetapi juga memperkuat posisi bank ini sebagai salah satu pelaku perbankan digital terdepan. “What Happened During perubahan ini adalah transformasi yang tidak terelakkan, dan BRI berkomitmen untuk terus berinovasi agar bisa mengikuti dinamika pasar,” pungkas Hery, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara teknologi dan layanan perbankan dalam masa depan.

MORE FROM THIS CATEGORY