Purbaya Ungkap Rincian Pengalihan Saham Whoosh ke Kemenkeu
Dailynesia.com – Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan Kepala Badan Pengelola BUMN di kantor Kemenkeu pada Rabu (5/8/2025). Diskusi ini menyoroti percepatan penyelesaian sejumlah isu krusial di sektor BUMN, termasuk penyempurnaan regulasi perpajakan, pengelolaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, serta dukungan terhadap program-program strategis pemerintah.
Menkeu menekankan perlunya sinergi kuat antara Kemenkeu dan BP BUMN demi mempercepat transformasi BUMN. Sinergi ini diharapkan memberikan kepastian pelaksanaan kebijakan sekaligus menjaga prinsip tata kelola yang baik dan keberlanjutan fiskal.
Target Pengalihan KCJB pada September 2026
Salah satu agenda prioritas adalah percepatan pengalihan pengelolaan KCJB kepada Kementerian Keuangan. Menkeu menargetkan proses ini rampung pada pertengahan September 2026 melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Prosesnya akan kita percepat. Mudah-mudahan pertengahan September proses pengalihan pengelolaan KCJB sudah selesai,” ujar Menkeu kepada awak media usai pertemuan, Kamis (6/8/2026).
Kemudian, pengelolaan KCJB akan dilakukan melalui salah satu special mission vehicle (SMV) di bawah koordinasi Kemenkeu. Skema ini dirancang agar proyek tetap berjalan berkelanjutan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.
Skema Ambil Alih Saham dan Konsorsium
Setelah berdiskusi dengan Danantara, Purbaya memastikan utang Whoosh akan sepenuhnya diambil alih pemerintah. Dengan ketetapan ini, Kemenkeu akan mengambil alih saham konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di KCIC. Konsorsium tersebut terdiri dari PTPN III, PT KAI, dan WIKA (Persero).
Namun, Purbaya menegaskan konsorsium ini tidak akan dibubarkan, melainkan diambil alih oleh SMV Kemenkeu.
“Enggak (dibubarkan), konsorsiumnya ada yang dikasihkan saham punya dia ke saya,” kata Purbaya.
Meskipun demikian, Menkeu belum menyebutkan secara spesifik SMV mana yang akan mengelola saham KCIC tersebut.
“Dialihkan ke Kemenkeu, semuanya dikelola oleh saya, KCIC itu. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan Special Mission Vehicle (SMV) fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada yang lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN,” ucap Purbaya.
Struktur Pemegang Saham Tetap Tidak Berubah
Purbaya juga menegaskan bahwa pemegang saham KCIC tidak berubah. Sekitar 60% saham masih dimiliki konsorsium Indonesia dan 40% dimiliki konsorsium China.
“60% ke kita, sekitar 40%. Ada yang lain, masih ada China di situ kan. Sekarang kita tanya ke China juga. Sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini,” ujarnya.
Mengenai skema pembiayaan utang setelah diambil alih oleh SMV, Purbaya belum menjabarkan lebih lanjut. Namun, ia memastikan utang Whoosh tidak akan membebani APBN.
Selain KCJB, pertemuan juga menghasilkan kesepahaman untuk mempercepat penyelesaian penyempurnaan regulasi perpajakan guna mendukung proses konsolidasi dan transformasi BUMN. Kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian bagi proses restrukturisasi sehingga transformasi BUMN dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Purbaya Buka bukaan Soal Kemenkeu Ambil?
Purbaya Buka bukaan Soal Kemenkeu Ambil is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Purbaya Buka bukaan Soal Kemenkeu Ambil matter?
Purbaya Buka bukaan Soal Kemenkeu Ambil matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

