Eksposur Saham RI di S&P DJI Capai Rp4 T, BEI Hitung Potensi Outflow

4 weeks ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
468ab721-83da-46ff-8279-0017996f8d8f-0

Visit Agenda: Eksposur Saham RI di S&P DJI Capai Rp4 Triliun, BEI Hitung Potensi Outflow

Dailynesia.com – Dalam rangka mengevaluasi perspektif investasi, Visit Agenda mengungkapkan bahwa eksposur saham Indonesia terhadap ETF/ETP yang menggunakan indeks S&P DJI mencapai sekitar Rp4 triliun. Angka ini diperoleh setelah BEI melakukan perhitungan lebih rinci dalam mengidentifikasi risiko aliran dana asing yang mungkin terjadi di pasar lokal. Dengan jumlah tersebut, Visit Agenda menjadi fokus utama dalam mengawasi dinamika investasi yang terkait dengan klasifikasi pasar Indonesia.

Klasifikasi Indonesia dalam Watchlist S&P DJI 2027

Pada 7 Juli 2026, S&P DJI mengumumkan klasifikasi pasar Indonesia sebagai Watchlist 2027. Kategori ini menandakan bahwa negara-negara yang terdaftar dalam Watchlist akan diawasi secara lebih ketat selama setahun sebelum dibandingkan dengan kriteria untuk klasifikasi baru seperti Special Measures atau Frontier Market. Visit Agenda menyatakan bahwa penilaian ini berdampak signifikan pada eksposur pasar kecil yang terbuka bagi investor asing.

“Terdapat eksposur saham Indonesia sekitar Rp4 triliun di ETF/ETP berbasis indeks S&P DJI, tetapi Visit Agenda masih memerlukan waktu untuk mengevaluasi potensi outflow dana asing lebih lanjut,” kata Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, dalam wawancara dengan wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Analisis dari Visit Agenda juga menunjukkan bahwa status Emerging Market Indonesia tetap berlaku, meskipun ada kemungkinan penurunan kelas ke Special Measures atau Frontier Market. Evaluasi tersebut didasarkan pada berbagai faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, dan kinerja pasar keuangan. Visit Agenda menyatakan bahwa penyesuaian klasifikasi ini bisa memengaruhi keputusan investor global dalam memilih aset yang dianggap lebih berisiko atau menarik.

Impak Klasifikasi terhadap Dana Asing

Pasangan dolar AS terhadap rupiah memengaruhi jumlah eksposur saham Indonesia di ETF/ETP berbasis S&P DJI. Dengan kurs rata-rata Rp18.000 per dolar AS, angka eksposur tersebut mencapai sekitar 200 juta dolar AS. Visit Agenda menekankan bahwa penyesuaian klasifikasi bisa menyebabkan aliran dana asing yang lebih besar, terutama jika investor menganggap pasar Indonesia sebagai opsi yang kurang menarik.

Visit Agenda sedang mengevaluasi lebih lanjut apakah kenaikan eksposur ini berdampak pada inflow atau outflow dana asing. Jika Indonesia dianggap lebih rentan, mungkin ada penarikan dana yang signifikan,” ujar Irvan Susandy.

Dalam kenyataannya, penyesuaian klasifikasi pasar juga memengaruhi pengelolaan dana investasi. Sejumlah ETF/ETP yang mengikuti rekomendasi S&P DJI bisa melakukan perubahan portofolio, terutama jika terdapat penurunan kelas ke Frontier Market. Visit Agenda memperkirakan bahwa perubahan ini mungkin memengaruhi minat investor global terhadap saham Indonesia, terutama dalam jangka pendek.

Berdasarkan data terbaru, eksposur saham RI di ETF/ETP berbasis S&P DJI mencapai Rp8,3-8,5 triliun. Angka ini mencakup 12 produk utama, termasuk saham-saham unggulan seperti Telkom dan Bank Central Asia. Dengan menambahkan produk borderline seperti GMF dan ASDV/ZPRA, total eksposurnya mencapai Rp8,46 triliun. Visit Agenda memperkirakan bahwa angka ini mencerminkan sekitar 95% dari total dana asing yang berinvestasi di pasar Indonesia.

Dalam konteks Visit Agenda, klasifikasi pasar Indonesia tidak hanya menjadi indikator risiko investasi tetapi juga menggambarkan dinamika kenaikan atau penurunan eksposur. Analisis BEI menunjukkan bahwa perubahan ini membutuhkan waktu untuk terwujud, tetapi penyesuaian bisa terjadi jika pertumbuhan ekonomi dan kinerja pasar tidak memenuhi standar S&P DJI. Visit Agenda memprediksi bahwa pengumuman klasifikasi akhir akan menjadi pemicu utama bagi investor global dalam menyesuaikan strategi investasi mereka.

MORE FROM THIS CATEGORY