Danantara Akan Kaji Pendirian Perusahaan Leasing Pesawat
Dailynesia.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang mengevaluasi rencana untuk mendirikan perusahaan leasing pesawat sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri penerbangan nasional. Langkah ini dirancang untuk memberikan solusi finansial yang lebih fleksibel bagi maskapai dalam memperoleh armada udara. Dalam upaya ini, Danantara akan meninjau berbagai skenario, termasuk pembentukan perusahaan leasing mandiri, sebagai alternatif untuk memperkuat kemampuan operasional perusahaan penerbangan dalam jangka panjang.
Latar Belakang dan Tujuan Pendirian Perusahaan Leasing
Pendirian perusahaan leasing pesawat menjadi salah satu Topics Covered dalam agenda strategis BPI Danantara. Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) perusahaan tersebut, menyatakan bahwa ide ini muncul setelah rapat dengan Komisi VI di Gedung DPR RI. Menurutnya, leasing dianggap sebagai alat efektif untuk mengurangi beban keuangan maskapai, terutama dalam menghadapi tantangan harga pesawat yang sering fluktuatif. “Topics Covered dalam evaluasi ini mencakup kebijakan leasing yang bisa mendukung pertumbuhan industri penerbangan nasional, sekaligus meningkatkan keterjangjauan pengadaan armada udara,” jelas Dony, Senin (8/6/2026).
Leasing pesawat, sebagai bagian dari strategi pemerintah, diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebutuhan maskapai nasional dan sumber daya finansial yang terbatas. Dony menegaskan bahwa pihaknya sedang mengkaji berbagai model bisnis, termasuk durasi pengadaan, struktur pembayaran, dan kemungkinan keterlibatan pihak swasta. Langkah ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor pesawat dari luar negeri, seiring dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan industri lokal.
Detail Perjanjian dengan Garuda Indonesia
Sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan ini, Danantara akan terlibat dalam mendukung pengadaan 50 unit pesawat Boeing yang sedang dikembangkan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan skema terbaik untuk memastikan keuntungan maksimal bagi maskapai. “Topics Covered dalam kebijakan ini mencakup penyesuaian model bisnis leasing agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan di Indonesia,” tambahnya.
Perusahaan leasing yang akan didirikan diharapkan bisa memfasilitasi penyelesaian komitmen antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terkait pembelian pesawat Boeing. Garuda Indonesia berjanji memenuhi target sebesar 3,2 miliar dolar AS atau setara Rp51,8 triliun hingga tahun 2029. Dony menegaskan bahwa walaupun ada pilihan skema leasing, komitmen tersebut tetap menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kapasitas transportasi udara nasional.
Dalam memperkuat strategi ini, Danantara juga akan melibatkan perusahaan-perusahaan lokal lainnya. Peninjauan model leasing ini bertujuan menciptakan sistem yang lebih transparan dan terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor penerbangan. Dengan pendirian perusahaan leasing, industri penerbangan bisa lebih mudah mengakses sumber daya modal, terutama dalam kondisi pasar yang dinamis.
Manfaat dan Tantangan Leasing Pesawat
Topics Covered dalam pendirian perusahaan leasing pesawat melibatkan analisis manfaat, seperti pengurangan beban operasional dan peningkatan fleksibilitas keuangan bagi maskapai. Dengan leasing, perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk pembelian pesawat secara langsung, sehingga bisa menyalurkan dana ke sektor lain. Namun, tantangan seperti risiko ketergantungan pada pihak swasta dan pengaturan regulasi yang lebih kompleks juga menjadi pertimbangan utama.
Leasing pesawat juga diharapkan menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan. Dengan model ini, maskapai bisa mengurangi emisi karbon sekaligus mempercepat penggantian armada yang lebih modern. Dony menilai, selain itu, perusahaan leasing akan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan dana, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat antar maskapai di Asia Tenggara.
Pendirian perusahaan leasing pesawat oleh Danantara juga akan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan industri penerbangan lokal. Dengan adanya skema leasing, maskapai nasional bisa lebih mandiri dalam mengelola armada, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Ini menjadi Topics Covered dalam strategi pengembangan ekonomi sektor penerbangan, yang selama ini dianggap sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

