COO Danantara Temui Bos Sekuritas: Bank-Bank Kini di Posisi Terbaik

2 months ago  ·  3 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
coo-danantara-dony-oskaria-menyampaikan-pemaparan-dalam-jogja-financial-festival-2026-di-jogja-expo-center-jec-yogyakarta-diy-1779525254361_169

Topics Covered: COO Danantara Bertemu dengan Bos Sekuritas, Perbankan Indonesia Berada di Posisi Terbaik

Dailynesia.com – Dalam pertemuan terbaru di Jakarta menyoroti dukungan yang diberikan oleh Dony Oskaria, Chief Operating Officer Daya Anagata Nusantara (Danantara), terhadap sektor pasar modal Indonesia. Dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu (10/6/2026), ia menyatakan bahwa pelaku pasar modal sedang fokus pada penguatan industri keuangan, khususnya sektor perbankan. “Topics Covered dalam diskusi kemarin menunjukkan bahwa bank-bank kini berada di posisi terbaik untuk mendukung stabilitas pasar,” katanya. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong keterlibatan lebih aktif perusahaan-perusahaan sekuritas dalam memperkuat kepercayaan investor.

Pasar Modal Menyambut Program Pemerintah

Dony Oskaria menekankan bahwa perusahaan-perusahaan sekuritas di Indonesia telah menyambut baik berbagai program yang dicanangkan pemerintah. “Topics Covered mengenai inisiatif pemerintah, seperti peningkatan regulasi dan dukungan kebijakan fiskal, memberikan ruang bagi industri pasar modal untuk berkembang lebih cepat,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa kinerja emiten perbankan plat merah menjadi penanda kuatnya fundamental sektor keuangan, yang dianggap sebagai pilar utama ekonomi nasional.

“Kan sayang. Nah itu yang terjadi bahwa memang banyak saham-saham kita yang fundamentalnya sangat bagus. Bagus, coba… coba lihat deh saham-saham kita kan bagus, perbankan kita bagus, infrastruktur kita bagus ya sahamnya, performance-nya ya, bagus,” ujarnya.

Menurut Oskaria, pertemuan dengan pemimpin sekuritas membantu menjelaskan kebijakan-kebijakan yang berdampak pada pasar modal. “Topics Covered selama pertemuan ini menegaskan bahwa saham perbankan memiliki potensi besar untuk dipulihkan, terutama dengan adanya langkah korporasi seperti pembelian kembali saham yang dilakukan beberapa emiten,” tambahnya. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong stabilitas harga dan meningkatkan minat investasi dari pihak eksternal.

Fundamental Perbankan yang Kuat

Analisis fundamental perbankan terus menjadi topik utama dalam diskusi Topics Covered. Oskaria menyatakan bahwa kinerja positif dari bank-bank plat merah mencerminkan daya tahan yang baik terhadap fluktuasi ekonomi. “Dari sisi laporan keuangan, perbankan Indonesia menunjukkan peningkatan kualitas aset dan manajemen risiko, yang merupakan tolok ukur keberhasilan Topics Covered dalam strategi penguatan pasar modal,” jelasnya. Hal ini, menurutnya, memberikan dasar kuat bagi investor untuk kembali mempercayai sektor keuangan.

Di samping itu, Oskaria mengungkapkan bahwa komunikasi efektif antara perusahaan sekuritas dan pemangku kebijakan sangat penting. “Topics Covered dalam rapat ini membantu mengurangi ketidakjelasan yang ada sebelumnya, sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan oleh para pemain pasar,” katanya. Ia menambahkan bahwa transparansi dan kejelasan informasi menjadi kunci dalam memperkuat kredibilitas industri.

Strategi Pemulihan Pasar Modal

Topics Covered dalam pertemuan tersebut juga membahas langkah-langkah strategis untuk pemulihan pasar modal. Oskaria menyoroti pentingnya pembelian kembali saham sebagai alat untuk memperbaiki rasio utang dan meningkatkan nilai per saham. “Topics Covered menunjukkan bahwa langkah ini telah terbukti efektif di berbagai pasar, termasuk di Indonesia,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan perusahaan BUMN harus tetap menjadi mitra strategis dalam upaya ini.

Dalam konteks ini, Oskaria menekankan bahwa penyelarasan antara kebijakan pemerintah dan kebijakan korporasi akan menjadi penentu utama pertumbuhan pasar modal. “Topics Covered dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa kebijakan yang konsisten dan transparan dapat menciptakan suasana pasar yang lebih optimis,” katanya. Hal ini memberikan harapan baru bagi sektor keuangan dalam memperkuat daya saing di tengah persaingan global.

MORE FROM THIS CATEGORY