Video: Bisnis Konstruksi Hadapi Lonjakan Biaya Operasional-Ancaman PHK

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
0bd4fab9-8759-4750-94d4-a50326d6cc67-0

Solution For: Bisnis Konstruksi Hadapi Lonjakan Biaya Operasional dan Ancaman PHK

Dailynesia.com – Dalam situasi yang semakin memburuk, Solution For menjadi kunci untuk mengatasi tantangan di sektor bisnis konstruksi. Dari Jakarta, Radinal Efendy, Sekretaris Jenderal Gapensi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak dan melemahnya nilai tukar Rupiah telah mendorong kenaikan signifikan biaya operasional, yang mengancam kelangsungan usaha. Faktor-faktor ini memperparah tekanan terhadap perusahaan, menyebabkan peningkatan biaya bahan baku yang berdampak langsung pada profitabilitas. Solution For tidak hanya perlu mengatasi kenaikan biaya, tetapi juga mencari solusi untuk mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin tinggi.

Kenaikan Biaya Bahan Baku dan Dampaknya

“Para pengusaha konstruksi berharap dukungan pemerintah melalui kebijakan penguatan tata kelola untuk menjaga kelangsungan usaha, tetapi kondisi kenaikan harga bahan baku yang cepat di lapangan membuat regulasi saat ini kurang mampu menyeimbangkan tekanan tersebut,” kata Radinal Efendy.

Peningkatan biaya bahan baku seperti baja, semen, dan material lainnya menjadi isu utama bagi perusahaan konstruksi. Radinal Efendy menekankan bahwa fluktuasi harga bahan bakar minyak, terutama BBM, memperbesar biaya logistik dan transportasi, yang secara tidak langsung meningkatkan biaya produksi. Selain itu, melemahnya nilai Rupiah memaksa perusahaan membeli bahan baku impor dengan harga lebih tinggi, sehingga mengurangi daya saing. Solution For dalam konteks ini melibatkan strategi adaptasi seperti mencari supplier lokal alternatif atau mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan lebih efisien.

Pengaruh Ketergantungan pada Sektor Industri Lain

Gapensi menyoroti bahwa sektor konstruksi sangat bergantung pada 13 sektor industri lainnya, termasuk perusahaan-perusahaan yang menyediakan alat berat, bahan baku, dan layanan pendukung. Hal ini membuat perusahaan konstruksi rentan terhadap gangguan ekonomi global, seperti kenaikan harga energi atau perubahan permintaan pasar. Radinal Efendy menjelaskan bahwa ketidakstabilan ini berpotensi mengakibatkan PHK massal, dengan sekitar 7 juta pekerja yang terdampak. Solution For perlu mencakup koordinasi antar sektor untuk memastikan stabilitas rantai pasok dan pengurangan beban biaya secara bersamaan.

Peran Pemerintah dalam Menyeimbangkan Tekanan

Dalam wawancara Serliana Salsabila dengan Radinal Efendy, Sekretaris Jenderal Gapensi, di program Focus on Infra, CNBC Indonesia (Jum’at, 19/06/2026), dijelaskan bahwa pemerintah memiliki peran kritis dalam memberikan Solution For tantangan ini. Radinal Efendy menyarankan kebijakan insentif seperti subsidi bahan baku, pengurangan pajak, atau peningkatan efisiensi biaya operasional melalui regulasi yang lebih fleksibel. Ia juga menekankan perlunya kebijakan pengaturan harga bahan baku yang lebih stabil untuk mencegah fluktuasi ekstrem yang merugikan bisnis.

Strategi Adaptasi untuk Mempertahankan Stabilitas

Untuk menghadapi Solution For di bidang konstruksi, perusahaan harus memperkuat manajemen risiko dan diversifikasi sumber daya. Radinal Efendy menambahkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan proyek dan perbaikan efisiensi operasional dapat menjadi pilihan strategis untuk mengurangi biaya. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah dalam program pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal diharapkan bisa mengurangi risiko PHK, sekaligus meningkatkan daya tahan sektor konstruksi terhadap perubahan ekonomi.

Kenaikan biaya operasional yang terus mengalami lonjakan memaksa sektor konstruksi beradaptasi dengan cepat. Radinal Efendy menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan besar lebih mampu bertahan dibandingkan yang kecil, sehingga Solution For perlu melibatkan program bantuan yang terarah. Dengan kebijakan yang tepat, sektor konstruksi tidak hanya bisa mempertahankan produktivitas, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap pekerja. Solusi ini juga penting dalam menjaga investasi infrastruktur yang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional.

MORE FROM THIS CATEGORY